Sapphirebluelover

-HAEGA ZONE-


55 Komentar

HaeGa’s Profile

Gaeul’s Area

Real Name                  : Cho Gaeul

Nick Name                  : Gaeul

Western Name          : Chrysan Cho

Born                              : September 27, 1990

Education                   : Inha University, College of Political sciences and Economics

Height                           : 163 cm Baca lebih lanjut


63 Komentar

HaeGa ZONE

Some facts you need to know about HaeGa :

  • Pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah taman yang tidak jauh dari dorm SUJU pada tanggal 2 februari 2006. Sayangnya saat itu Gaeul tidak menyadarinya, bahkan sama sekali tidak memperhatikan sekitarnya justru asyik mendengarkan musik dari I-Podnya.
  • Sebulan kemudian mereka bertemu kembali di sebuah show Super Junior yang pada saat itu Gaeul pergi bersama Choi Jiwon yang merupakan adik kandung Choi Siwon. Dan karena Choi Jiwon, akhirnya Gaeul bisa mengenal seluruh member Super Junior yang pada saat itu hanya 12 orang.
  • 27 September di tahun yang sama, tepat bersamaan dengan hari Ulang tahun Gaeul, Donghae menyatakan cintanya dan sedikit kesal saat mendapati respon yang tak disangkanya karena pada saat itu Gaeul hanya melongo kemudian menjawab ‘Baiklah jika itu yang kau inginkan’, membuat usaha romantisnya dengan sebuket bunga mawar itu seakan tak berguna sama sekali.
  • Menikah di bulan Desember, tepatnya tanggal 15 Desember 2009 di Meokpo dengan pesta yang sederhana dan hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan member Super Junior.
  • Di awal pernikahan mereka, Donghae dengan sengaja meletakkan semua boneka Gaeul dan bantal guling di kamar tamu kemudian menyimpan kuncinya, karena selama masa sendirinya Gaeul tidak bisa tidur tanpa boneka dan gulingnya, parahnya setelah menikah gadis itu sulit menghilangkan kebiasaannya, justru lebih memilih memeluk boneka dan bantalnya dari pada memeluk suaminya sendiri, membuat Donghae terpaksa melakukan tindakan konyol itu hingga sekarang gadis itu sudah terbiasa dengan dada suaminya. Baca lebih lanjut


324 Komentar

[Sequel Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl] She Was Born For Me

Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl

Ketika di surga, mungkin Tuhan bertanya

Siapa yang kuinginkan menjadi takdirku?

Aku tidak tahu nama siapa yang kujawab..

Namamu? Atau justru nama orang lain?

Tapi sekarang, di dunia ini.. di duniaku..

Aku ingin kau terlahir

Hanya untukku..

Author’s POV

Gadis itu tersenyum senang di depan pintu rumahnya. Matanya sedikit berbinar melihat sosok seorang pria yang bersandar pada mobil mewah berwarna hitam dengan tangan yang tersembunyi di balik saku jaketnya. Terlihat begitu tampan di matanya meskipun kepala pria tersebut tetap tertunduk, tak melihat ke arahnya sama sekali. Perutnya mulai terasa geli memperhatikan pria itu yang lebih terlihat seperti bintang iklan untuk mobil mahal dibandingkan sebagai manajer tampan yang menjadi rebutan karyawan di Choi Corporation.

Sesaat gadis itu menghela napasnya panjang. Kakinya mulai gatal untuk bergerak. Dengan langkah ringan gadis itu berjalan, tanpa mempedulikam sisa-sisa salju yang masih tertinggal di halaman rumahnya. Juga tak peduli dengan semilir angin yang langsung menerpa tubuh mungil yang hanya dilapisi kaus panjang dan celana serupa.

Lagi-lagi senyum manis itu terukir di bibirnya saat kakinya sengaja berhenti satu meter di hadapan kekasihnya. Begitu mudah untuknya saat ini menarik bibirnya. Hanya dengan melihat wajah itu saja, bibirnya seakan selalu bergerak sendiri untuk tertarik ke belakang. Tapi senyum itu lenyap dengan seketika saat gadis itu mulai bosan berdiri di sana tanpa mendapatkan perhatian. Bahkan sepertinya pria itu belum sadar siapa yang berada di hadapannya saat ini.

“Kenapa tidak masuk saja?” desisnya pelan dan membuat kepala itu mendongak cepat. Sejenak gadis itu menangkap sorot mata kosong dari tatapan favoritnya hingga akhirnya menghilang seiring dengan senyum tulus yang diberikan pria itu. “Kenapa melamun di sini?”

“Siapa yang melamun?” balasnya ringan tanpa menghilangkan senyum khasnya.

Decakan tak terima lolos dari pita suara gadis itu ditambah dengan sungutan manja di bibirnya. “Jika tidak melamun, apa tadi kau sedang tertidur, manajer Lee?” Ada nada sinis dari suaranya dan lagi memaksa pria itu kembali menarik bibirnya sempurna, meskipun faktanya gadis itu bisa melihat ada tatapan sendu dari pemilik bola mata favoritnya.

“Benar, aku sedang memaksa mataku untuk tertidur dan kemudian memimpikanmu.”

“Ada apa?” dua kata yang menunjukkan rasa penasarannya itu tak bisa dikendalikannya. Bagaimana pun bibir itu tersenyum, tetap tak bisa menyembunyikan sesuatu yang nampak jelas di matanya. Empat bulan menjalin hubungan spesial dan serius ditambah satu bulan yang dilewatinya dulu dengan kepura-puraan, sudah cukup bagi gadis itu mengetahui banyak hal dari pria di hadapannya saat ini.

“Ada aku dan kau..” Baca lebih lanjut


351 Komentar

Love Contract (Part 6)

LOVE CONTRACT

Author’s POV

“Jangan minum. Pe… Perangsang.”

Shock.. ekspresi apa lagi yang bisa ditunjukkan Gaeul? Tangannya lunglai dengan seketika menyebabkan gelas itu meluncur dari pegangannya. Bagaikan tamparan yang cukup keras mengenai pipinya. Gaeul menelan ludahnya panik. Matanya melebar sempurna. Pipinya mulai berkedut pelan saat kepala Donghae terangkat. Mata itu seolah mengejarnya cepat. Jantungnya terasa begitu lelah meskipun faktanya tubuhnya tak bergerak sama sekali. Ringisan pelan yang keluar dari bibir Donghae ditambah wajahnya yang memerah padam membuat tubuh Gaeul bergetar hebat.

Perlahan kaki gadis itu mulai bergerak mundur. Berusaha menjauh dari pria yang sepertinya sudah mulai kehilangan kendalinya. Pria yang bergerak maju mendekatinya dengan tatapan yang seakan ingin memangsanya dengan segera. Tangannya terulur di depan dada, memberi tanda agar pria itu mundur dan tak mendekatinya lagi. Tapi mata tajam itu tak peduli dan terus menatapnya intens. Tatapan yang bagaikan sorotan mata vampir yang tengah haus akan minuman pokoknya. Baca lebih lanjut


351 Komentar

Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl

Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl

Meokpo, Gaeul’s POV

Saat mata terbuka, aku hanya bisa berharap ini bukanlah sebuah mimpi. Kebahagiaan seakan berlari cepat ke arahku. Dan aku sungguh tidak rela impian indahku hanya sebagai bunga tidur. Kebahagiaan hidup adalah saat aku selalu membayangkan diriku yang berdiri di sisinya. Tangannya yang menggenggam jemariku dan pelukan hangatnya yang mendamaikanku. Satu kalimat itu, bagaikan bisikan surga yang diucapkan Tuhan melalui suara lembutnya yang selalu membuai telingaku.

“Selesai..”

Desisan pelan itu berhasil membuatku membuka mata. Cantik? Aku tidak peduli. Yang aku tahu, aku merasa kesempurnaanku adalah hari ini. Gerbang kehidupan baruku sebentar lagi akan terbuka.

“Katakan ini bukan mimpi.”

“Tidak.. ini nyata Gaeul~ssi. Gaun pengantin cantik ini memang membalut tubuh sempurnamu. Polesan tipis ini memang melekat di kulit lembut wajahmu. Dan sebentar lagi pintu ruangan ini akan terbuka, dan menampakkan pria berusia lima puluh tahunan yang siap mengantarkan putri tunggalnya menuju altar. Menuju kehidupan sempurna bersama pangeran tampannya.” Baca lebih lanjut


252 Komentar

Love Contract (Part 5)

LOVE CONTRACT Part 5

Gaeul’s POV

Perjodohan.. Bisakah aku mengatakan satu kata itu adalah pembawa petaka di dalam hidupku? Haruskah aku menghapus kosakata itu di dalam hidup manusia? Tidak.. aku hanya ingin menghapusnya untuk kehidupan keluargaku. Karena perjodohan aku harus belajar untuk berbesar hati melepas sesuatu yang menjadi milikku. Belajar untuk menerima kenyataan bahwa hidupku sudah tertutup awan kelam. Dan sekarang karena perjodohan pula aku merasa hak diriku untuk hidup di dunia ini mulai terampas.

Satu kata yang terdengar satu minggu yang lalu bagaikan ultimatum keras untuk hidupku. Suara tegas itu masih membekas jelas di benakku. Ayahku.. berusaha menukar kebahagiaanku dengan takdir yang diciptakannya sendiri. Untuk kedua kalinya, ayahku berusaha menjamin kebahagiaan putrinya dengan cara pintas berkedokkan satu nama… Perjodohan. Baca lebih lanjut


179 Komentar

Imaginary Husband (Part 1)

Author’s POV

Tubuh seorang gadis sedikit tersentak mendapati sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya, ditambah sebuah kecupan ringan di pipinya membuat pekerjaan tangannya yang tengah menyeduh teh terhenti dengan seketika. Hembusan napas pelan dari seseorang yang memeluknya dari belakang itu membuat bibirnya tertarik begitu saja, menciptakan sebuah lengkungan di sudut bibir tipisnya.

“Kau sudah bangun, oppa?” Baca lebih lanjut


144 Komentar

The Distant Memory Of You (The Last Choice)

Poster By Ranny Rahayu Disy

Menghirup oksigen di negara yang berbeda denganmu saja bisa membuatku sesak tak tertahankan. Jadi, bisakah kau membayangkan apa yang akan terjadi padaku jika kita hidup di dunia dan alam yang berbeda?

–Kim Jong Woon—

—————————————–

Siapa aku? Bahkan aku tak mengenal diriku sendiri. Aku sudah kehilangan arah dan berada di jalan buntu yang mengungkung hidupku. Haruskah aku berusaha melangkah kembali menuju kenangan lamaku bersamamu atau berlari menciptakan kenangan baru bersama dirinya?

–Cho Gaeul—

—————————————–

Aku hanya ingin mencoba jalan yang begitu kau banggakan. Jalan yang membuatmu merasa begitu berguna untuk hidup ini. Tapi jika pada akhirnya jalan ini membawaku pada suatu takdir, bagaimana aku bisa melangkahkan kakiku untuk mundur?

–Lee Donghae—

—————————————–

  Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.470 pengikut lainnya.