Sapphirebluelover

-HAEGA ZONE-

My Bodyguard, My Love (Part 1)

39 Komentar


FF ini aq buat khusus ats permintaan shbtQ (Han Hyessa). Sbnrnya ini ide dia, tp brhub. Dia gak bs menuangkanny dlm bntuk tulisan *Tptny mengaku gak bs, sblm mncobany*, jd shbtQ mlmparkanny pdQ. Jd aQ cm mengembangkan idenya dan menuangkanny dlm bntuk ff ini.…


Hidup penuh pilihan. Ada hitam dan putih yang akan terus mewarnai kehidupan manusia. Hanya manusia itu sendirilah yang bisa memilihnya, memilih takdir hidupnya. Memilih tetap berada dalam hitamnya kehidupan atau mengikuti cahaya putih di hatinya. Dan pastinya setiap pilihan akan memiliki resiko yang harus ditanggung manusia.

Author’s POV

Seorang pria muda berjalan menuju sebuah gudang kecil bercahaya remang dan terlihat tidak terawat sama sekali. Kulit kacang dan botol minuman berserakan dimana-mana. Pria muda itu terus melangkahkan kakinya hingga akhirnya terhenti tepat di belakang seorang pria paruh baya yang duduk membelakanginya dan di samping pria tua itu berdiri beberapa pengawal yang menjaganya.

“Aku terima tawaranmu,” ucap pria muda itu.

Suara tawa kemenangan menghiasi ruangan bau itu.

“Itu pilihan yang tepat anak muda,” jawab pria tua itu.

Kemudian pria tua itu melemparkan beberapa foto ke meja yang berada di depan pria muda itu. Sang pria muda memperhatikan foto-foto itu dengan lekat.

“Apa kau siap dengan tugas pertamamu??” ucap pria tua itu yang mengalihkan pandangan sang pria muda dari foto-foto itu. “Masuklah dalam kehidupannya, itu akan memudahkanmu dan lakukan tugasmu dengan baik,” sambungnya lagi dan meninggalkan sang pria muda sendirian di ruangan pengap itu.

Hyesa’s POV

Huffftt Tiga jam sudah aku menunggu di sini tapi pria itu belum juga datang. Apa aku sungguh tak berharga baginya???

BRUKKKK…….

Aku menggebrak meja yang ada di hadapanku untuk melampiaskan kekesalanku. Kurasakan semua mata kini menatapku, tapi aku tak peduli. Aku benar-benar kesal. Aku bangkit dari kursiku, tapi baru satu langkah aku berjalan, lima orang pria bertuxedo hitam menghampiriku. Melihat wajah mereka semakin membuatku kesal.

“Nona anda mau kemana???” ucap salah satu dari mereka.

Ughhhh hidupku sungguh menyebalkan. “Aku mau ke toilet. Apa kalian juga mau mengikutiku????” ucapku gusar.

Kelima orang itu hanya tertunduk mendengar ucapanku. Aku melangkah menuju toilet perempuan. Tiba-tiba sebuah ide gila terlintas di otakku, hal yang belum pernah aku lakukan selama ini. Inilah saatnya untuk memberikan pelajaran padanya dan membuktikan seberapa pentingkah diriku bagi dirinya.

Aku menoleh ke belakang dimana lima orang pria mengawasi langkahku. “tak bisa sekarang,” ucapku pada diri sendiri.

Aku kembali melanjutkan langkahku hingga akhirnya tubuhku menghilang di balik pintu toilet wanita. Aku membuka sedikit pitu toilet itu dan kulihat mereka sedang tidak mengawasiku. Ini saat yang tepat….

Aku berjalan menyelinap ke luar melewati pintu belakang restoran yang ditunjukkan oleh salah satu pelayan restoran tersebut.

Kudengar suara keributan dari dalam restoran itu. Sepertinya mereka sudah menyadari ketidakhadiranku di sana. Dengan cepat aku memacu kakiku menjauh dari restoran itu. Tapi aku merasakan sakit di kakiku.

Akhhhhh aku lupa kalau aku memakai high heels. Dengan segera kulepaskan sepatu itu, kemudian kulemparkan ke sembarang tempat.

“Selamat tinggal sayang, jangan rindukan aku ya..!!!!!!!!” ucapku gila.

“Nonaaaa….!!!!” Teriak mereka.

Aku menolehkan kepalaku ke sumber suara itu, tapi untung saja mereka belum melihatku. Aku kembali berlari hingga akhirnya aku menemukan sebuah gang kecil. Dengan bermodal nekat, kutelusuri gang itu, tapi ternyata aku salah. Gang ini begitu sepi dan sekarang duduk tiga orang pria di hadapanku. Pria-pria itu menyeringai kepadaku. Salah satu dari mereka langsung berdiri dan berjalan sempoyongan mendekatiku, sedangkan dua pria lainnya tetap duduk di tempat mereka semula. Mereka memandangku dengan penuh napsu.

“Hai cantik!!!! Apa kau sedang kesepian???” ucap pria yang berjalan mendekatiku.

“Bergabunglah dengan kami, kujamin kau akan merasakan kenikmatan dunia,” sambung pria yang lain. Sepertinya dia seumuran dengan appaku.

Aku membalikkan tubuhku dan siap untuk berlari tapi terlambat sudah. Laki-laki itu mencengkeram bahuku dan merobek lengan gaunku.

“Akhhh” hanya itu lah yang bisa kulakukan sekarang. Hanya berteriak berharap seseorang menyelamatkan hidupku.

Pria itu mendorong dan menyudutkanku ke tembok sedangkan dua pria lainnya hanya tertawa menikmati tontonan di depan mata mereka ini.

Tuhan apa yang harus kulakukan??? Appa tolong aku.

Laki-laki itu mulai mendekatiku lagi. “Ya!!!! Jangan macam-macam padaku. Sedikit saja kalian menyakitiku, kupastikan kalian tak akan bisa melihat matahari terbit esok pagi.” Dengan susah payah kukumpulkan keberanianku ini.

Ketiga pria itu tertawa mendengar ancamanku dan tak mengurungkan niat pria jelek itu untuk mendekatiku. Dia menatapku dengan penuh napsu. Tangan kanannya mulai terangkat tuk membelai wajahku. Aku benar-benar takut. Kupejamkan mataku. Tapi tiba-tiba terdengar teriakan pria jelek itu. Aku langsung membuka mataku dan kulihat tangan pria jelek itu dicengkeram oleh seseorang dan kemudian ia memelintir tangan pria jelek itu. Pria itu menghajar ketiga pria brengsek itu, kemudian menarik tanganku dan membawaku berlari.

“Duduklah, aku beli minuman sebentar,” ucap pria itu ketika kami tiba di sebuah taman. Entah kenapa aku mengikuti ucapan pria itu begitu saja.

Tak lama kemudian laki-laki itu kembali dan menyodorkan secangkir coffee hangat padaku.

“Minumlah, lumayan untuk menghangatkan badan,” ucapnya.

“Gomawo,” jawabku singkat.

Kuperhatikan pria itu diam-diam. Wajahnya putih dan tampan sekali. Tiga kancing kemeja teratasnya dibiarkan terbuka dan dilapisi T-shirt putih di dalamnya.

“Kenapa kau bisa berada di dekat pria-pria mabuk itu,” ucapnya tanpa memandang wajahku sekaligus membuatku tersadar dari lamunanku.

Aku tertunduk mendengar ucapannya. “Aku ingin tau, apa seseorang menganggapku berharga…” jawabku lemas.

Pria itu menautkan alisnya tanda tak mengerti. “Hari ini adalah tanggal 19 september, hari yang sangat special. Hari dimana aku tepat berusia 17 tahun. Aku ingin merayakannya dengan orang yang special, tapi sayang dia tak menganggapku special dihatinya,” jelasku.

“Ehmmmm mianhae,” katanya merasa bersalah.

Aku tersenyum melihat ekspresi bersalahnya itu. “Gwaenchana, jadi tak perlu meminta maaf padaku,” balasku.

Aku mulai merasa nyaman duduk dan berbicara dengannya. Meskipun dia tak begitu banyak bicara dan terkesan sedikit dingin tapi cukup menyenangkan berbicara dengannya.

“Lalu, kenapa kau ada di sini???” tanyaku balik.

Dia menghela napas sejenak kemudian memandangku. “Hanya mnenyegarkan otakku saja,” jawabnya.

“Memangnya kenapa??? Apakah otakmu bermasalah???” Lagi-lagi dia memandangku tapi kali ini dengan tatapan penuh selidik.

“Apa  maksud dari pertanyaanmu, ‘Apakah otakmu masih sehat’?” ucapnya degan penekanan yang berbeda pada kalimat terakhirnya itu.

Aku tertawa mendengar ucapannya. “Anniyo bukan itu. Maksudku apa kau sedang ada masalah??”

Ekspresinya langsung berubah menjadi serius. Omo kenapa ekspresinya cepat sekali berubah-ubah??? Apa aku salah bicara???

“Aku butuh uang, saudaraku sedang menjalani masa pengobatan, tapi aku tak punya pekerjaan,” jawabnya.

Aku terpaku mendengar ucapannya. Begitu susahkah hidupnya???

“Ah sudah sangat larut, sebaiknya kuantar kau pulang. Tapi aku hanya bisa mengantarmu dengan berjalan kaki.”

“Tak apa-apa, setidaknya ada yang menemaniku,” balasku sembari tersenyum. “Oh ya, namaku Hyesa, Han Hyesa. Kau???” lanjutku. Aku lupa bahwa dari tadi kami belum saling mengenal.

“Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” jawabnya.

Aku hanya menganggukkan kepalaku dan mulai melangkahkan kakiku.

*****

Setelah lima belas menit berjalan kaki, akhirnya kami tiba juga di rumahku yang seperti istana ini. Kulihat dari gerbang, appa sedang memarahi kelima pengawal yang menjagaku tadi. Lalu tiba-tiba Siwon Ahjusshi yang dari tadi berdiri di samping appa ku langsung berteriak ketika melihatku.

“Nonaaa!!!!” teriaknya.

Appa yang mendengar teriakan itu langsung mengikuti arah pandang Siwon Ahjusshi kemudian berlari ke arahku. Appa langsung memelukku hingga akhirnya dia menyadari lengan gaunku yang robek.

“Apa yang terjadi??? Kenapa gaunmu robek??? Siapa yang berani melukaimu??” ucapnya dengan nada marah dan amat khawatir.

Lalu tiba-tiba appa langsung menatap tajam Kyuhyun yang masih berdiri di sampingku. “Kau??? Kau apakan putriku??” bentak appa.

Seketika itu juga pengawal-pengawal appa langsung mencengkeram dan memelintir tangannya yang membuat Kyuhyun tak dapat bergerak.

Aku terperangah melihatnya. “Lepaskan Dia!!!” Ucapku kasar pada pengawal-pengawal bodoh itu. Kemudian kulayangkan tatapan tajamku pada appa.

“Appa, kalau bukan karna dia, mungkin appa hanya akan melihat mayatku dikerubungi lalat esok pagi karna menjadi korban pemerkosaan, atau jika mereka tak memperkosaku sampai mati maka aku akan membunuh diriku sendiri dari pada hidup setelah orang lain menikmati tubuhku,” ucapku gusar pada appa.

Mata appa terbelalak mendengar ucapanku. “Lepaskan dia!!!” ulangku tak kalah kasarnya sembari menyentak tangan-tangan pengawal bodoh itu.

Appa langsung menarikku ke dalam pelukannya. “Cepat cari pria-pria brengsek itu dan beri mereka pelajaran,” teriak appa pada pengawal-pengawalnya itu.

“Kau baik-baik saja???” tanyanya khawatir.

“Memangnya appa masih peduli denganku??? Bahkan hari ulang tahunku saja tak penting bagi appa. Appa hanya bisa berjanji,” balasku sembari melepaskan diriku dari pelukannya.

“Hyesa, kenapa kau berbicara seperti itu??? Tentu saja kau teramat penting bagi appa,” ucap appa membela diri.

Aku mendengus kesal mendengarnya.

“Tapi appa tak menepati janji appa. Appa bilang akan merayakan ulang tahunku, tapi tiga jam aku menunggu, appa tetap juga tak datang,” ucapku semakin kesal.

“Mianhae appa terlambat. Tapi tadi appa benar-benar datang ke restoran itu tapi kau sudah kabur. Kenapa kau senekat itu?? Itu sangat berbahaya untukmu,” ucapnya tetap dengan nada cemas.

“Aku hanya ingin membuktikan, apa reaksi appa jika aku tak ada. Aku ingin tau seberapa berharganya diriku bagi appa.,”

Appa merengkuh wajahku dan menatapku dengan penuh kasih sayang. Aku tau dia begitu menyayangiku meskipun dia tak memiliki banyak waktu untukku. “Kau tak perlu melakukan hal gila seperti itu untuk membuktikannya. Kau harta yang paling berharga untuk appa. Arasseo, appa tau appa salah. Sekarang apa yang kau inginkan?? Appa akan menurutinya sebagai permintaan maaf appa dan hadiah ulang tahunmu,” ucapnya mencoba merayuku.

Kata-kata ini yang sangat aku tunggu-tunggu. Aku langsung menarik lengan Kyuhyun dan memandang wajah appaku kembali.

”Aku mau dia,” ucapku yang membuat appa terperangah.

Kyuhyun menatapku kaget tapi aku hanya membalasnya dengan senyuman.

”Mwo????” ucap appa shock.

”Ne, aku mau Kyuhyun yang jadi pengawal pribadiku. Hanya KYUHYUN…” tegasku lagi.

”Tapi…”

”Appa ingin ingkar janji lagi??? Appa sendiri tadi yang bilang akan menuruti semua permintaanku,” ucapku keras kepala. ”Aku tak butuh hadiah apapun dari appa, semua barang-barang yang appa berikan sebagai hadiah untukku bahkan masih tersimpan rapi di kamarku tanpa aku sentuh sekalipun. Kali ini aku hanya minta Kyuhyun menjadi pengawal pribadiku. Aku tak butuh pengawal yang lain,” Lanjutku.

”Tapi aku…” ucap Kyu terbata.

”Kyuhyun, bukankah kau sedang butuh uang dan sekarang kau tak punya pekerjaan. Jika kau menjadi pengawal pribadiku, kau bisa membiayai pengobatan saudaramu dan kebutuhan keluargamu,” balasku dan Kyu hanya tertunduk mendengar ucapanku.

Kemudian aku kembali menatap appa. Tapi kali ini dengan tatapan yang memelas. ”Appa….” rengekku.

”Berapa umurmu anak muda???” tanya appa pada Kyuhyun.

”19 tahun,” jawab Kyuhyun pelan.

”Apa kau mau menjadi pengawal Hyesa???” tanya appa lagi.

Kyuhyun masih diam terpaku mendengar tawaran Appa.

”Ayolah, aku janji tak akan menyulitkanmu,” ucapku padanya.

Appa tersenyum ke arahku kemudian memandang Kyuhyun lagi. ”Sepertinya hanya kau yang bisa menundukkannya, aku belum pernah mendengar Putriku berjanji seperti itu kepada seseorang, bahkan appanya sendiri. Kuharap kau bersedia menjaga putriku,” ucap appa serius.

”Baiklah,” jawabnya.

”Yeeee…!!!!” Teriakku senang kemudian langsung memeluk Appaku.

”Kau bisa mulai bekerja besok dan satu lagi aku ingin kau tinggal di rumahku untuk menjaga Hyesa 24 jam,” ucap appa lagi.

”Baiklah,” jawab Kyuhyun.

”Kalau begitu kembalilah besok pagi. Mulai besok kau akan menemani kemanapun Hyesa pergi,” lanjut Appa.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan rumahku. Akhhh aku senang sekali malam ini. Mulai besok aku akan memiliki pengawal pribadi yang super tampan.

”Tuan Han, sebaiknya kita masuk ke dalam. Udara semakin dingin dan ini tak baik untuk kesehatan anda dan Nona,” Ucap Siwon Ahjusshi.

Akupun langsung menggandeng tangan appaku dan melangkah ke dalam rumah dengan hati yang sangat bahagia.

*****

Aku mematut wajahku di depan cermin. Sekarang aku sudah rapi. Aku langsung berlari ke halaman rumahku. Kulihat seseorang berjas hitam sudah menungguku dan ketika melihatku dia langsung menundukkan badannya. Kupandangi Kyuhyun dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dia terlalu rapi. Aku lebih suka gaya berpakaiannya kemarin.

Aku berjalan menghampirinya dan diikuti Siwon ahjusshi di belakangku. Kusodorkan tasku pada Siwon Ahjusshi kemudian tanganku mulai berkreatifitas. Aku membuka paksa kancing jas Kyuhyun yang membuat Kyuhyun dan Siwon Ahjusshi terkejut. Kyuhyun langsung memegangi jasnya tapi aku langsung menatapnya.

”Jangan bergerak,” ucapku. Kyuhyun hanya terdiam dan pasrah membiarkanku memperlakukannya sesuka hatiku.

Aku melepaskan jasnya kemudian menarik dasi kupu-kupunya dengan kasar. Aku membuka 2 kancing teratas kemeja putihnya dan menggulung lengan kemejanya hingga siku. Lagi-lagi aku memandang dirinya mencari tau apakah masih ada yang kurang.

”Keluarkan kemejamu,” ucapku.

”Nde???” ucapnya yang lagi-lagi shock.

”Atau kau mau aku yang menariknya keluar,” ancamku.

”Ah ne…” Jawabnya langsung. Kulihat Kyuhyun melirik Siwon Ahjusshhi kemudian mengeluarkan kemejanya.

Aku tersenyum puas melihatnya. ”Begini kau jauh lebih tampan. Aku lebih suka gaya beerpakaianmu semalam. Jika kau berdandan terlalu rapi, kau terlihat lebih tua, aku tak mau teman-temanku mengira aku membawa appaku ke sekolah.”

Kyuhyun lagi-lagi terdiam mendengar ucapanku. Aku memandang Siwon Ahjusshi. ”Ahjusshi jangan berikan lagi pakaian seperti itu padanya. Jika dia berdandan seperti itu lantas apa bedanya dia dengan pengawal-pengawal bodoh itu.” Siwon Ahjusshi mengangguk dan tersenyum padaku. ”eh, kenapa ahjusshi masih di sini?? Mana Appa???” tanyaku yang baru menyadari ketidakhadiran appaku tercinta itu.

”Tuan Han, pagi-pagi sekali sudah berangkat ke perusahaan, katanya ada rapat penting. Tuan meminta saya memastikan nona berangkat ke sekolah dulu baru saya akan menemani Tuan di Perusahaan,” Jelas siwon Ahjusshi.

”Sekarang ahjusshi boleh pergi, aku akan pergi ke sekolah,” jawabku kemudian melangkah menuju mobilku.

Kyuhyun berjalan mendahuluiku dan membuka pintu mobil untukku. Aku masuk ke dalam mobil kemudian Kyuhyun juga duduk di depanku, di kursi pengemudi.

Selama perjalanan menuju sekolahku, Kyuhyun hanya diam saja. Kenapa suasana menjadi canggung seperti ini??? Akhhh sudahlah, sekarang aku sudah tak sabar melihat reaksi teman-temanku ketika melihat wajah tampannya itu. Aku bangga memiliki pengawal pribadi setampan dia. Hahaha…

Akhirnya Kyuhyun menghentikan mobilku tepat di parkiran sekolahku. Aku langsung turun dari mobil dan menuju kelasku. Aku sungguh puas melihat ekspresi teman-temanku yang terpesona dengan ketampanan pengawal pribadiku ini. Kyuhyun terus mengikutiku dan menungguku di depan kelas hingga jam sekolahku usai. Jika dari dulu Kyuhyun menjadi pengawal pribadiku, aku tak akan pernah mengeluh jika harus selalu di awasi selama 24 jam. Tampannya pengawalku….

To Be Continue….

About these ads

Penulis: SexyNemo (HaeGa)

Mrs. Simple..

39 gagasan untuk “My Bodyguard, My Love (Part 1)

  1. kerenn jugaa kalauu kyu jadi pengawal hehee ^^~
    kerenn ceritanyaa ^o^

  2. kyu kyNy emang da niat ma masuk kehidupan hyesa kan? Dia pemuda yg d awal crta dksh liat foto kan? Penasaran jdny

  3. bagus nih ceritanya =)

  4. Ide’a bgs… Kreatif bgt malah… Kekeke

  5. Haha
    siwon ahjusi…

  6. wah betah saya mah klo yg jadi pengawal kyu oppa…
    kga bkal kemana-mana dah…!
    dirumah mandangin kyu oppa aja…
    wkwkwwk
    *ngayal*

  7. Kyaa kyuhyun jadi pengawal.. Cocok cocok.. Pengawal ganteng .. :D seru ff.a :)

  8. i love it.. go to the next part
    ^^,

  9. perasaan pernah baca FF ini tp dmn ya *garuk-garuk kepala*..
    cuma mirip kali ya… lanjut dulu deh…

  10. Jiiahahaha….
    Mau donk punya pngawal tampan kya Kyu hehe…
    Gwa ngakak deh Siwon ahjushi wkwk…
    Awal part’a ada sbuah rahasia nih.

  11. Waw Hyesa pny pengawal pribadi sekeren Kyu oppa, it’s beautiful world. Good story author. Penasaran dgn part selanjutnya

  12. siwon ahjussi?? Gak bisa ngebayangin. Hmm, Oppa, kau terlihat tua. Kekeke.
    Mau dong jadi Hyesa, bisa deket sama Kyu dan Siwon. Sepertinya di FF ini aku harus melupakan bayangan evil kyu untuk sesaat.

  13. aaaa mau juga donk,,, tapi pengawalnya donghae oppa hahahaha

  14. Ff birthday ya? Haha, mau dong dijagain kyuhyun juga xD
    btw, happy birthday buat yg ultah ^o^

  15. aq kira td yg nolong hyesa ternyata kyuhyun.hehe

  16. Waah suka ,,bagus lanjut chingu..

  17. mw d0nk bodyguard kyak kyu :)

    agak mirip sama drama a love to kill ya eon tentang bodyguard2an gt

  18. Siapa yg ga mau klo kyu yg jd bodyguard, jelas mau lah…

  19. Huwaaaa…..
    D’sini cast kyuhyun oppa jdie p’ngawal lgie,,seru niih…
    Kyuhyun oppa bias aq..:)

  20. enaknya jadi hyesa,,
    ngiler liat kyu jadi pengawal pribadinya + 24 jam bareng kyu… :D

  21. percakapan yg paling atas itu..kyuhyun bukan?*sok tau*

  22. Aduh enak banget punya bodyguard kayak kyuhyun. Mauuuuuu

  23. thor..gua mau dah kalau pengawal priadinya seperti kyuhyun oppa …

  24. Kyu Hyun mencurigakan! kayaknya dia pemuda yg diawal cerita tadi deh. *Mikir

    Apa kira-kira maksudnya deketin Hyesa ya?

  25. Ehh itu yang awal” dikasih tugas itu kyukan??
    Dia mau ngancurin keluarga hyesa ya??
    Ahh lanjut baca aja deh dari pada penasarann..

  26. Jangan2 yang diatas cakap2 tadi Kyuhyun.

  27. awww bagus banget ><

  28. wow wow wow disini aku liat si evil yg pendiam(?) wkwkkwkwkwkkkk, biasanya juga yg paling cerewet hhahha :D

  29. Aku jg mau punya pngawal kyu :-P

  30. waaaah enaknya di kawal sama kyuuu~ lanjuuuut!

  31. kasian bgt siwon.a, gkgkgkgkgkg . . .

  32. Aku penasaran sm next part nya ? Apa kyu itu namja muda yg di suruh di paragraf awal bukan ???

  33. ninngalin jejaaakk…. aku baca part selanjutnya ya.. :)

  34. Kyuhyun jadi bodyguard?wuaah…pasti keren…
    Gk k’bayang punya bodyguard se’ganteng kyuhyun*berkhayal*

  35. seruuuu ahahahah.. mau gilee punyaa bodyguard kaya kyu hahahah

  36. Awall yg baguss,

    #tinggalkanJejak :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.404 pengikut lainnya.