Sapphirebluelover

-HAEGA ZONE-

[Sequel Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl] She Was Born For Me

322 Komentar


Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl

Ketika di surga, mungkin Tuhan bertanya

Siapa yang kuinginkan menjadi takdirku?

Aku tidak tahu nama siapa yang kujawab..

Namamu? Atau justru nama orang lain?

Tapi sekarang, di dunia ini.. di duniaku..

Aku ingin kau terlahir

Hanya untukku..

Author’s POV

Gadis itu tersenyum senang di depan pintu rumahnya. Matanya sedikit berbinar melihat sosok seorang pria yang bersandar pada mobil mewah berwarna hitam dengan tangan yang tersembunyi di balik saku jaketnya. Terlihat begitu tampan di matanya meskipun kepala pria tersebut tetap tertunduk, tak melihat ke arahnya sama sekali. Perutnya mulai terasa geli memperhatikan pria itu yang lebih terlihat seperti bintang iklan untuk mobil mahal dibandingkan sebagai manajer tampan yang menjadi rebutan karyawan di Choi Corporation.

Sesaat gadis itu menghela napasnya panjang. Kakinya mulai gatal untuk bergerak. Dengan langkah ringan gadis itu berjalan, tanpa mempedulikam sisa-sisa salju yang masih tertinggal di halaman rumahnya. Juga tak peduli dengan semilir angin yang langsung menerpa tubuh mungil yang hanya dilapisi kaus panjang dan celana serupa.

Lagi-lagi senyum manis itu terukir di bibirnya saat kakinya sengaja berhenti satu meter di hadapan kekasihnya. Begitu mudah untuknya saat ini menarik bibirnya. Hanya dengan melihat wajah itu saja, bibirnya seakan selalu bergerak sendiri untuk tertarik ke belakang. Tapi senyum itu lenyap dengan seketika saat gadis itu mulai bosan berdiri di sana tanpa mendapatkan perhatian. Bahkan sepertinya pria itu belum sadar siapa yang berada di hadapannya saat ini.

“Kenapa tidak masuk saja?” desisnya pelan dan membuat kepala itu mendongak cepat. Sejenak gadis itu menangkap sorot mata kosong dari tatapan favoritnya hingga akhirnya menghilang seiring dengan senyum tulus yang diberikan pria itu. “Kenapa melamun di sini?”

“Siapa yang melamun?” balasnya ringan tanpa menghilangkan senyum khasnya.

Decakan tak terima lolos dari pita suara gadis itu ditambah dengan sungutan manja di bibirnya. “Jika tidak melamun, apa tadi kau sedang tertidur, manajer Lee?” Ada nada sinis dari suaranya dan lagi memaksa pria itu kembali menarik bibirnya sempurna, meskipun faktanya gadis itu bisa melihat ada tatapan sendu dari pemilik bola mata favoritnya.

“Benar, aku sedang memaksa mataku untuk tertidur dan kemudian memimpikanmu.”

“Ada apa?” dua kata yang menunjukkan rasa penasarannya itu tak bisa dikendalikannya. Bagaimana pun bibir itu tersenyum, tetap tak bisa menyembunyikan sesuatu yang nampak jelas di matanya. Empat bulan menjalin hubungan spesial dan serius ditambah satu bulan yang dilewatinya dulu dengan kepura-puraan, sudah cukup bagi gadis itu mengetahui banyak hal dari pria di hadapannya saat ini.

“Ada aku dan kau..”

“Berhenti bercanda, oppa. Aku bertanya ada apa denganmu?”

Helaan napas itu tak menjawab apa pun. Gadis itu tetap terpaku dan menunggu di tempatnya. Matanya juga tak mau lepas dari wajah tampan yang selalu menjadi makanan matanya sehari-hari. Dan dahinya mengerut sudah saat tangan itu terulur di depan dadanya. Sejenak gadis itu memandangi wajah dan tangan itu secara bergantian hingga akhirnya menerima uluran itu, membiarkan jemari hangat itu menarik tangannya dan sedikit terkejut merasakan tubuhnya yang sudah menempel pada dada bidang itu. Merasakan kehangatan yang berbeda secara bersamaan. Kehangatan yang memabukkan dari suhu tubuh pria itu, sekaligus kehangatan dari jaket tebal yang dibagi pria itu tanpa melepaskannya terlebih dahulu dari tubuhnya. Hanya menarik tubuh gadisnya semakin masuk dan menarik ujung jaket yang dipakainya hingga ikut berhasil menutupi tubuh mungil yang berada di dekapannya.

“Kemana baju hangatmu? Kenapa selalu mengabaikan perintahku?”

Gadis itu hanya tersenyum mendengar ucapan lirih yang nyaris terdengar seperti bisikan di telinganya. Tangannya bergerak menuju punggung yang berada di balik jaket hitam yang juga memberi kehangatan di tubuhnya, hingga bermuara di pinggang pria itu, melingkarkan tangannya erat di sana.

“Aku sudah mendapatkan kehangatan lain. Jadi tidak perlu baju hangat lagi, benar kan?”

“Kau akan memerlukan baju hangat di lain hari, Gaeul~a.”

“Tapi..”

Ucapannya dengan seketika terhenti saat tangan itu menarik punggungnya semakin dalam, seolah ingin menarik tubuhnya masuk ke dalam dada itu. Tak ada yang bisa di pikirkannya lagi saat ini. Kehangatan itu begitu nyata dan begitu menenangkan, membuatnya juga tak peduli dengan semua kalimat yang berputar-putar di dalam otaknya. Tak peduli walau harus semalaman berdiri di luar rumah jika dada itu yang menjadi tempat sandarannya, jika tangan itu yang mendekapnya.

“Aku mencintaimu….”

*****

 

Gaeul’s POV, 2 Years Later

Mataku terpaku pada kalendar yang terpajang di atas nakas di samping ranjangku. Lima belas oktober. Bibirku meringis pelan mendesiskan angka tersebut. Seulas senyum kecut terpatri begitu jelas di wajahku dari pantulan cermin yang ada di depanku. Tidak, tidak ada Cho Gaeul yang terpuruk dan mengenaskan. Tak ada Cho Gaeul yang sinis dan berekspresi dingin. Tidak ada, meskipun akhirnya rasa sakit yang kuterima lebih parah dibandingkan rasa dendam yang pernah mengubah hidupku dulu.

Dua tahun. Dua tahun hari spesialnya terlewati begitu saja tanpa diriku bisa memandang wajahnya, memberikan kecupan hangat yang selalu dituntutnya. Hari ini tepat dua tahun dirinya meninggalkanku tanpa alasan dan tanpa jejak. Dirinya bagaikan di telan bumi. Dan sengaja menghilang dari rotasi hidupku.

“Aku akan menikahimu.. segera.”

Lagi-lagi senyum kecut itu tersungging di bibirku. Janji yang tak kan pernah bisa dipenuhinya. Mataku beralih cepat memandangi sebuah figura yang masih kubiarkan bertengger begitu angkuh di atas meja riasku. Senyum itu masih terlihat begitu tulus. Tatapan hangat itu tetap membius. Dan tangan itu terlihat begitu kokoh merangkul leherku dari belakang.

“Aku mencintaimu.. Aku sungguh mencintaimu.. Aku terlalu mencintaimu, Gaeul~a.. Sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu. Aku mencintaimu.. sungguh..”

Serentetan kalimat yang tak kumengerti saat itu. Masih terlalu membekas di telingaku setiap napas tertahan dari bibirnya. Sampai akhirnya kusadar, bukan hanya bibirku yang basah karena kecupannya, tapi pipiku yang ikut banjir karena cairan yang mengalir dari matanya.

“Kenapa?”

Pertanyaan singkat itu tak pernah terjawab olehnya. Justru tangannya yang kembali merengkuh erat tubuhku ke dalam pelukannya. Dan keeseokan harinya kusadar, itu cara yang begitu manis untuk mengucapkan selamat tinggal kepadaku. Dirinya menghilang dan tak meninggalkan jejak sedikit pun. Bahkan Donghwa dan Sehyun pun bungkam.

Cinta? Perasaan cintanya terhadapku tetap saja tak bisa membuatnya untuk bertahan di sisiku. Tak menjadikan alasan untuknya menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. Lagi, aku jatuh di dalam lubang yang sama. Kakiku kembali tersandung oleh kerikil yang ditebar di pekarangan yang sama. Benar-benar memalukan. Benar-benar bodoh. Bahkan hewan pun tak mau jatuh di tempat yang sama. Tapi setidaknya dia lebih baik, dia tidak mempermalukan keluargaku dengan cara meninggalkanku di altar seperti apa yang kakaknya lakukan.

Kutarik napasku dalam dan menghembuskannya perlahan. Aku sudah menunggunya. Terlalu lama berharap hingga akhirnya aku menyerah. Tidak tahu siapa yang bisa kusalahkan saat ini. Kemalangan hidupku? Rayuan bodoh dari mulutnya? Atau takdir yang sengaja mempermainkan hidupku? Yang jelas, aku tidak mau lagi terpuruk seperti dulu. Apa pun yang takdir lakukan kepadaku, aku tidak mau membiarkannya terlalu hanyut mempermainkanku. Aku hidup.. Aku memiliki kehidupan. Dan aku memiliki alasan hidup.. Ayahku.

Dengan refleks kubalikkan figura itu hingga menempel pada meja, dan setelahnya tanpa ragu kumasukkan ke dalam salah satu laci meja riasku. Ini sudah cukup. Aku sudah terlalu lama membiarkannya terus bermain di sudut hatiku. Dua tahun, waktu yang tidak sebentar untuk menunggumu dan sekarang aku menyerah. Aku menyerah.. dan aku tidak mau memaksa seseorang yang tidak menginginkan diriku. Satu bulan lagi, kau akan resmi menjadi masa laluku. Dan aku.. akan menyambut uluran tangannya.

“Saengil chukae… dan selamat tinggal, Donghae~ssi.”

Kudorong laci meja riasku dengan cepat hingga tertutup dalam sekali gerakan. Kuatur napasku dan kembali memandang diriku dari pantulan kaca di hadapanku.

“Gaeul~a.”

Kutolehkan kepalaku dan mendapati kepala Chaerin yang menyembul dari celah pintu kamarku yang terbuka. Bibir gadis itu bersungut kecil dan mengedikkan kepalanya malas.

“Dia sudah mulai tidak sabar menunggumu, dan sangat mengganggu mendengar ocehannya.”

Aku tersenyum mendengar celotehan Chaerin. Kuanggukan kepalaku dan menyambar tasku yang tergeletak di atas ranjang. “Arasseo..”

*****

“Kita mau kemana?”

Pria di sampingku ini hanya menoleh sesaat ke arahku dengan senyum khasnya kemudian kembali menempatkan fokusnya pada jalanan. Selalu seperti itu. Selalu menyunggingkan senyum jahilnya yang terkadang justru terlihat seperti anak manja dan akhirnya diikuti dengan kekehan gelinya.

“Kau lupa? hari ini kau harus mencoba baju pengantinmu. Satu bulan lagi. Gaunmu harus sempurna di hari itu. Aku tidak mau melihat pengantinku terlihat buruk di hari indahku.”

Aku mengangguk pelan diiringi dengan desahan samarku. Benar, satu bulan lagi. Satu bulan lagi gerbang kehidupan baruku akan terbuka lebar. Dan hanya aku dan pria ini yang akan memasukinya. Aku tidak peduli jika orang lain akan mengatakan aku bodoh. Dua kali gagal menikah, tidak membuatku harus berpikir lama untuk menerima lamaran orang lain. Nyatanya, semakin aku menutup diriku, aku justru membodohi diriku sendiri, sama saja membiarkan takdir mengolok hidupku. Sudah cukup satu kali aku bertindak bodoh dan hampir menyakiti kehidupan orang lain hanya karena dendamku. Dan sekarang aku tidak mau lagi terpengaruh dengan rasa sakit hati.

Kutolehkan kepalaku ke arahnya, memandangi setiap garis wajahnya yang membingkai begitu tegas. Rahang yang sempurna dan otot yang bersarang pada tubuh kurusnya. Terlihat begitu mengesankan dengan kaca mata hitam yang bertengger sempurna menutupi matanya.

Pria ini.. pria yang kukenal satu tahun yang lalu. Pria yang tiba-tiba hadir di tengah keputusasaan diriku menanti dirinya. Pria bodoh yang seenaknya saja meneriaki diriku sebagai kekasihnya di saat aku bahkan tak mengenalnya. Pria yang selalu menyerobot meja kasir setiap kali aku berniat membayar roti yang kubeli dari toko langgananku yang dikelola oleh ibunya. Bahkan dengan tidak tahu malunya membuka jas hitamnya tepat di hadapanku dan dengan percaya diri bertanya apa tubuhnya terlihat seksi dengan hanya berbalut kemeja putih yang diiringi seringaian malu-malunya. Sungguh manusia aneh pertama yang kutemui. Tapi manusia nekat kedua yang hadir di dalam hidupku.

Dia berbeda.. Dia bukan Lee Donghae. Meskipun tak bisa menampik ada beberapa hal dari pria itu nyaris mengingatkanku pada sosok Lee Donghae. Lee Donghae, pria yang selalu membuatku merasakan sikap protektifnya setiap kali sentuhannya di tubuhku. Lee Donghae selalu bisa membuatku terbuai hanya karena senyuman dan tatapannya. Lee Donghae selalu menakhlukanku dengan semua sikap manisnya yang membuatku merasa begitu diinginkan dan membutuhkan kehadirannya. Lee Donghae membuatku merasa tenang hanya dengan pelukan hagatnya.

Tapi dia.. Pria yang berada di sampingku ini, selalu berusaha membuatku nyaman hanya dengan sikap konyolnya. Berusaha merengkuh hatiku dengan senyum gusinya. Berusaha membuatku hanya menatapnya dengan setiap ekspresi jenaka yang ditunjukannya. Dia mencoba menakhlukanku dengan berusaha membuatku merasa diinginkan tanpa mempedulikan apakah aku membutuhkannya. Tapi dia tetaplah pria asing yang tiba-tiba berusaha menggeser posisi orang yang kucintai meskipun tetap saja tak membuahkan hasil sampai detik ini.

Tapi hanya dengan mengandalkan rasa mencintai tidak cukup bisa membuatmu bertahan hidup di dunia ini. Dua kali aku mencintai seseorang dan hasilnya tetap saja diriku yang akhirnya terluka. Mungkin takdirku tidak mengizinkan diriku untuk mencintai seseorang. Mungkin takdir yang tertulis untukku adalah menerima cinta dari orang lain. Takdirku bukan untuk memiliki orang yang kucintai. Takdirku mungkin hanya untuk dimiliki oleh orang yang mencintaiku.

Aku sudah terbiasa dengan kehadirannya. Aku sudah berusaha menerimanya saat pria ini dengan nekatnya menyatakan cinta di hadapanku tujuh bulan yang lalu. Dan aku sudah memutuskan untuk belajar mencintainya saat pria ini berlutut di hadapanku satu bulan yang lalu dengan sebuah cincin yang disematkannya di jari manisku.

“Waeyo? Apa kau baru sadar calon suamimu ini begitu tampan?”

Decakan tak terima lolos dari bibirku. Kualihkan tatapanku saat seringaiannya terlihat begitu memuakkan. “Benar, kau tampan Lee Hyukjae~ssi, jika dibandingkan dengan Park ahjusshi.”

Kali ini dengusan sebal menerjang telingaku. Tangannya dengan cepat melepas kaca mata hitamnya dan memandangku tak terima. Sungutan kecil menghiasi ujung bibirnya. Dan itu membuatku cukup puas. Begitu mudah untuk membalas setiap ocehannya.

“Yang benar saja, bagaimana bisa kau membandingkan wajahku dengan supir ibuku?”

“Memangnya kenapa? Status kalian kan sama. Bukankah kau juga supirku?”

“Mwo?”

“Bukankah kau selalu bersikap seperti supir pribadiku, oppa? Mengantar dan menjemputku kemanapun aku pergi dan dimanapun aku berada?”

“Cih!!  Benar, profesi utamaku adalah supirmu dan profesi sampinganku adalah Jenderal Manajer di LHJ Corporation. Kau puas?”

Aku mengangguk antusias dan tentu saja langsung membuat mulutnya menganga tak percaya. Ekspresi seperti ini yang selalu membuatku lupa dengan tekanan bathinku sendiri.

“Kau mengangguk setuju? Astaga benar-benar keterlaluan. Baiklah, beruntunglah dirimu mendapatkan supir pribadi setampan diriku. Cih, lihat saja aku akan menghukummu saat kau resmi menjadi istriku.”

Aku mendelik padanya, dan memandangnya balik seolah menantang ucapannya. Kuangkat daguku dan melipat tanganku di depan dada. “Bagaimana jika hari itu tiba, aku menolak menikah denganmu?”

CCITTTTTT…

Jeritan tertahanku meluncur seiring diriku yang kembali terhempas di kursiku. Jika bukan karena seatbelt ini, kemungkinan besar kepalaku akan menghantam dasbor. Kuhembuskan napas syokku dan menatapnya ngeri. Rahang itu mengeras dan seakan angin menghisapku saat kepalanya dengan pelan menoleh ke arahku. Dadaku, terasa bekerja begitu keras dan membuatku kewalahan menghadapi detakan yang menggebu ini.

“Jika kau menolakku, maka aku akan menyeretmu menuju altar.”

“Maka aku akan menyeretmu paksa menuju altar.”

Tamparan maya menyerang pipiku dengan cepat. Nyawaku seakan melayang. Kalimat itu.. mataku terbelalak tanpa bisa mengalihkan arah pandanganku dari wajahnya. Dari ekspresi serius yang sekarang seakan meremas jantungku erat dan siap menariknya keluar. Dadaku sesak. Wajah itu menghilang dan justru berganti dengan wajah lain yang begitu kurindukan. Lee Donghae.. Kalimat itu.. Lee Donghae..

“Gaeul~a…”

“Langkah kakiku lebih lebar. Tanganku lebih kuat. Kau tak akan bisa kabur.”

“Gaeul~a..”

Kosong. Aku merasa jiwaku kosong. Aku bahkan tak bisa mengendalikan getaran pelan yang mulai menyerang tubuhku. Tetap saja sakit. Sekuat apa pun untukku menghapus dirinya, aku tetap tak bisa mengenyahkan rasa butuh diriku terhadap dirinya.

“Gaeul~a..” panggilan serta sentakan pelan di lenganku membuat mataku mengerjap pelan. Wajah itu kembali. Tidak, wajah itu memang tetap berada di hadapanku sejak tadi. Wajah yang biasanya menunjukkan ekspresi jenaka justru menampilkan wajah yang begitu panik kepadaku. “Kau baik-baik saja? Apa aku menyakitimu? Aku menakutimu? Keningmu tidak terluka kan?”

Kupaksakan bibirku untuk tersenyum dan melepaskan cengkeramannya di lenganku dengan lembut. “Tidak apa-apa. Aku hanya syok karena oppa menghentikan mobil tiba-tiba.”

Kekehan tak nyaman itu semakin memperburuk suasana hatiku. Tangannya bergerak salah tingkah mengelus tengkuknya. “Apa responku terlalu berlebihan? Aku hanya mencoba salah satu adegan drama yang pernah kulihat. Saat melihatnya di televisi, menurutku itu cukup keren. Seorang gadis menyukai respon yang seperti itu untuk menunjukkan suatu keseriusan. Bagaimana? Apa cukup mengesankan?”

Lagi-lagi aku mencoba menyahutinya dengan senyumanku. Kualihkan pandanganku saat kakinya kembali menginjak pedal gas dengan normal. Benar, mengesankan. Jika aku belum pernah mendengarnya dari mulut orang lain.

*****

 

“Kau tidak perlu membantuku, Gaeul~a. Kau duduk saja.”

Aku menggeleng pelan dan terus mengambil alih meja kasir. Wanita paruh baya itu mulai mendengus pasrah dan akhirnya menyeret sebuah kursi untuk duduk di sampingku. Aku berpura-pura mengabaikan tatapan matanya yang mengarah pada wajahku. Dan dengan ramahnya kusunggingkan senyumku pada setiap pengunjung.

Aku kembali.. Kembali seperti Cho Gaeul kecil yang menghabiskan masa indahnya di meokpo. Dia sudah berhasil mengembalikan jiwaku. Meskipun pada akhirnya dia juga meninggalkan diriku. Hatiku sakit. Setiap napasku selalu berusaha memanggilnya kembali, dan nyatanya dia tetap tidak ingin kembali. Dan aku tidak perlu terpuruk lagi. Aku tidak bisa mengulang peran menyedihkanku dulu pada scene hidup saat ini. Sudah cukup aku menyiksa diriku saat Donghwa meninggalkanku. Dan aku juga tak mau menjadi gadis bodoh yang kembali terpuruk saat Donghae mengambil keputusan yang sama untuk membuangku. Aku tidak akan menangis lagi untuk seseorang yang tidak menginginkanku.

“Khamsahamnida,” ucapku sopan dan kembali melemparkan senyumku pada pengunjung yang berjalan menuju pintu keluar.

“Kau sudah mengambil cuti?”

Aku menyahut dengan gumamanku yang menggantung. Kutolehkan kepalaku dan ikut duduk ketika melihat tak ada pengunjung yang berniat mendekatiku. Kutundukkan kepalaku sebelum akhirnya menggeleng pelan. “Aku belum membicarakannya dengan Direktur Choi, ahjumma.” Aku bisa mendengar lagi-lagi wanita paruh baya ini mendesah pelan.

“Hari pernikahan kalian semakin dekat. Apa tidak sebaiknya kau mengambil cuti saja?”

Aku terkekeh pelan dan melingkarkan tanganku di lengannya. Terkadang idenya nyaris sama gila dengan putra tunggalnya. “Tidak mungkin aku mengambil cuti sebulan penuh. Aku hanya bisa mengambil cuti beberapa hari dan lebih baik kumanfaatkan untuk beberapa hari sebelum hari pernikahan.”

“Kalau begitu, kau mengundurkan diri saja. Cukup Hyukjae yang memenuhi kebutuhanmu dan ayahmu.”

“Benar sekali eomma, tapi calon menantumu sungguh keras kepala. Mungkin dia meragukan isi dompetku.”

Sahutan lantang itu tiba-tiba saja sudah terdengar dari belakangku. Kutolehkan kepalaku dan mendapati dirinya yang berdiri bersandar pada pilar di belakangku dengan ekspresi yang terlihat begitu dibuat-buat, berusaha menampilkan ekspresinya yang menyandang status sebagai pewaris tunggal LHJ Corporation, perusahaan keluarga yang masih dipimpin oleh ayahnya. Bukannya terlihat angkuh, justru bagiku tak ada bedanya dengan bocah berusia lima tahun yang tengah memamerkan mainan barunya.

“Seperti kata teman-temanmu, isi dompetmu memang tidak diragukan oppa. Tapi kebaikanmu untuk mengeluarkan isi dompetmu itu yang patut dikhawatirkan,” balasku yang membuatnya menganga tak terima diiringi dengan delikan tajam Lee ahjumma yang mulai terganggu dengan imej putranya yang sering kali terlihat buruk.

“Yak Cho Gaeul!!!”

“Jika dia bermain hitung-hitungan denganmu, katakan padaku. Akan aku patahkan semua kartunya.”

Kuabaikan teriakan protes darinya dan mengangguk patuh atas perintah ibunya. Aku kembali menempatkan fokusku pada wanita paruh baya di sampingku saat tangannya mengelus lembut lenganku, seolah masih sangat berharap dengan keputusanku mengenai pekerjaanku. Kuhela napas beratku dan jemariku mulai liar menyentuh telapak tangan hangatnya, menggengamnya erat. “Aku tidak bisa ahjumma. Aku mungkin bisa menarik diriku untuk keluar dari lingkaran apa pun. Tapi menarik diri dari perusahaan itu, aku sungguh tak sanggup.”

“Baiklah, aku mengerti. Kau hanya ingin bekerja dan terus memenuhi kebutuhan ayahmu dengan uangmu sendiri. Aku akan mengerti.”

Aku tersenyum miris dengan hipotesis yang diambilnya. Di sana.. Hanya disana aku bisa mengingat jelas setiap jejak langkahnya. Aku memang berusaha melupakannya. Aku berusaha menerima takdir baruku. Tapi aku tidak bisa benar-benar menghapusnya dari hidupku. Sebesar apa pun tempat yang kusediakan untuk Lee Hyukjae di dalam hatiku, tetap tak bisa menghapus tempat kecil yang ada di sudut hatiku untuknya.

 

*****

 

Aku melambaikan tanganku pada Hyukjae yang sudah melesat dengan mobilnya. Sejenak kulirik sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumahku sebelum akhirnya menarik kenop pintu rumah. Kutundukkan kepalaku, memberi salam pada seorang pria yang melakukan hal sama padaku. Seorang pria dengan penampilan yang juga menunjukkan masa depannya yang sangat menjanjikan. Direktur WhyStyle yang kukenal dari hubungan bisnis dengan Choi Corporation.

Aku mendelik sejenak ke arah Chaerin, sengaja menggodanya sebelum akhirnya menuju kamar ayahku. Kumasukkan kepalaku diantara celah pintu kamar yang terbuka dan langsung memamerkan senyumku saat kepala ayahku, juga kepala Eunjoo menoleh ke arahku.

“Onnie~ya, kau sudah pulang?”

Aku mengangguk pelan dan melangkahkan kakiku lebih dalam. Kududukkan tubuhku di tepi ranjang. mengamati wajah ayahku yang duduk di samping Eunjoo di sofa yang ada di sudut kamar. Kuulurkan tanganku saat ayahku berjalan tertatih dengan menggunakan tongkatnya mendekatiku dan akhirnya ikut menghempaskan tubuhnya di sampingku.

Ayahku mulai membaik. Ini alasan utamaku untuk tetap hidup baik. Aku tidak mungkin menunjukkan keterpurukanku lagi di saat ayahku mulai bangkit.

“Kau dari mana saja?” Tangannya bergerak lembut menyentuh rambutku. Suara itu tidak seperti dulu lagi. Meskipun masih sedikit aneh tapi setidaknya kalimat yang keluar dari mulutnya sudah semakin jelas tanpa harus tersendat-sendat setiap katanya. Aku memang harus berhutang budi padanya mengenai perawatan ayahku.

“Mencoba gaun pengantin. Satu bulan lagi. Waktu akan berlalu begitu cepat tanpa disadari. Jadi aku tidak bisa menunda-nundanya lagi.”

Senyum lelah itu terpatri di wajahnya. Sekuat apa pun usahanya untuk menutupi kesedihannya akan nasib buruk anaknya, aku bisa merasakannya dengan pasti bahwa hati itu selalu menangis setiap melihat wajahku. Bahkan dia tidak pernah mengungkit sedikit pun tentang kisah cintaku. Dirinya juga tak memberikan komentar apa pun saat Lee Hyukjae melamarku dan hanya tersenyum saat aku mengangguk menyetujui rencana pernikahan yang dijanjikan Hyukjae. Dia.. hanya berusaha mendukung apa pun keputusanku. Termasuk menjalani takdir hidupku yang lain. Takdir hidup yang mungkin tak pernah kuinginkan untuk duniaku.

“Benar.. Putriku akan menikah..”

*****

2 weeks Later, Choi Corporation

“Aku ke ruanganku.”

Aku mengangguk pelan mendengar suara Chaerin tanpa mengalihkan pandanganku dari layar komputer sedangkan jemariku bergerak cepat menyentuh keyboard membentuk serentetan kalimat yang harus kutulis. Aku mendesah pelan saat laporan itu selesai dan dengan lincah tanganku menggerakkan mouse menyentuh ikon print.

Suara pelan dari mesin printer membuatku meregangkan otot sejenak. Kutarik napasku seiring dengan kertas yang mulai bergerak yang kemudian berakhir dengan hembusan napas beratku saat mataku melirik sebuah undangan di samping vas bunga kosong di atas mejaku. Tak ada bunga mawar atau pun bunga lainnya. Vas itu tetap kosong selama dua tahun. Vas itu selalu menunggu untuk terisi kembali, tapi nyatanya tak ada yang berniat menghiasnya.

Kupejamkan mataku sesaat. Tanganku bergerak cepat menyambar undangan itu seiring dengan tangan kiriku yang menarik kertas berisi laporan yang baru saja kukerjakan. Tubuhku bergerak cepat mengubah posisi dudukku menjadi berdiri. Dan tanpa ragu melangkahkan kakiku tegas menuju ruangan yang ada di depan mejaku.

Kuketuk pelan pintunya dan mendorongnya hingga terbuka saat sahutan itu mengizinkanku. Kulangkahkan kakiku dan berhenti tepat di depan mejanya. Kutundukkan kepalaku, meskipun pria itu tetap tak mengalihkan pandangannya dari setumpuk kertas di hadapannya, kemudian menggoreskan penanya cepat di atas kertas-kertas putih itu.

“Ini laporan yang anda butuhkan, Direktur.”

“Hmmm.. Terima kasih Nona Cho. Letakkan saja di atas mejaku,” sahutnya lagi-lagi tanpa melihatku.

Kuikuti perintahnya. Sejenak aku tetap terpaku ditempatku. Dan akhirnya keputusanku bulat untuk menyerahkannya sekarang. Tanganku bergerak pelan menyodorkan undangan itu di atas mejanya. “Dan aku ingin memberikan ini..”

Aku bisa melihat matanya melirik sejenak tak peduli ke arah tanganku sebelum kembali memandangi kertas-kertasnya lagi. Hanya sedetik. Karena setelah itu kedua matanya kembali bergerak cepat saat sadar apa yang kusodorkan kepadanya. Kepalanya terangkat. Matanya yang besar semakin melebar dengan tatapan yang tak bisa kubaca.

“Undangan pernikahanku.”

Matanya bergerak memandangi wajahku dan undangan secara bergantian. Aku tahu apa yang ada di otaknya saat ini. Hampir tiga tahun aku berada di perusahaannya, dan dia juga menjadi saksi bagaimana kisah cinta bodohku dengan manajer keuangan kesayangannya terjalin di depan matanya.

“Kau.. sungguh akan menikah?” Matanya menuntutku disaat tangannya dengan ragu menyentuh undanganku. “Apakah ini.. keputusan yang paling tepat, Gaeul~a?”

Aku tersenyum miris mendengar ucapannya. Kualihkan pandanganku dari wajahnya. Dengan kosong kutatap dinding putih di belakangnya meskipun bibirku tetap tertarik kaku. “Waktu terus berjalan. Aku tidak mungkin berjalan di tempat, Oppa.”

*****

Aku keluar dari mobil mewahnya dengan malas. Rasa antusias yang terlihat jelas di wajahnya tak dapat menular kepadaku. Aku lelah.. Ini sudah cukup larut. Seperti biasa dirinya menjemputku di Choi Corporation dan akan mengantarku ke rumah dengan segera. Tapi hari ini dirinya begitu memaksa untuk membawaku ke restoran China di hadapanku saat ini.

Kukumpulkan setiap helaian rambutku menjadi satu dan mengikatnya asal. Tangannya ikut merapikan anak rambutku yang mungkin terlihat berantakan. Dengan senyumannya, tangannya mulai meraih pergelangan tanganku dan dengan ringan menuntunku memasuki restoran ini. Kuhembuskan napas lelahku, meskipun kakiku tetap saja mengikutinya.

“Untuk apa kita ke sini, oppa? Pernikahan kita sebentar lagi. Apa kau tidak pernah mendengar bahwa calon pengantin pria tidak baik sering-sering bertemu dengan calon pengantin wanita menjelang hari pernikahan? Seharusnya oppa juga tidak perlu mengantar-jemputku lagi.”

“Itu peraturan kuno. Memangnya kenapa jika aku ingin bertemu denganmu? Lagi pula hari ini ada seseorang yang ingin kukenalkan padamu. Dia penting bagiku. Dia sahabatku sejak elementary school. Kami berpisah saat aku memutuskan melanjutkan Strata satu di Perancis, dan dia di New York. Aku bertemu dengannya kembali di Perancis satu tahun yang lalu saat liburan bersama keluargaku. Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia berada di sana. Hari ini dia baru pulang ke Seoul. Dan aku tidak ingin dia melewatkan hari pernikahan kita begitu saja. Dia harus mengenal gadis yang berhasil merebut hati sahabatnya ini.”

Lagi-lagi aku menghela napasku. Aku tidak begitu peduli dengan para pelayan yang menyapaku ramah. Kepalaku tetap saja tertunduk, tanpa peduli dengan langkah kakiku saat ini. Mengingat tangannya yang masih saja menuntunku, kurasa aku tidak begitu membutuhkan mataku.

“Ah, itu dia..”

Kepalaku terangkat mendengar seruan pelan darinya. Kuikuti arah pandangnya yang terlihat begitu senang memandang seorang pria yang duduk memunggungiku di sudut ruangan. Refleks mataku menyipit, dan detik berikutnya mataku melebar dengan sempurna. Tanpa bisa mengendalikan keterkejutanku, kakiku berhenti dengan sendirinya dan mematung di tempatku, membuat kakinya ikut terhenti dan berbalik memandangku.

Tidak.. aku tidak mungkin bisa melupakan sosok itu. Sekalipun aku tidak melihat wajahnya, aku tahu pasti siapa pemilik punggung itu. Dadaku sesak. Paru-paruku kosong. Tamparan maya itu berkali-kali menghantam pipiku hingga menimbulkan rasa sakit. Ini tidak mungkin. Dia tidak mungkin kembali.

“Hei, kenapa berhenti di sini? Sahabatku menunggu kita di sana.”

Aku tak peduli kemana jarinya mengarah. Kebas. Aku seakan tak bisa merasakan apa pun lagi dengan indera perasaku. Jantungku melemas. Isakan itu mulai mendorong keluar dari tenggorokanku.

“Ayo..”

Nyawaku sudah tak bersarang pada tubuhku. Jiwaku melayang. Ragaku mengambang. Kakiku bahkan tak merasa menginjak tanah lagi meskipun tangan itu berhasil menarik tubuhku kembali. Membuat tubuhku terus berjalan di balik punggungnya dengan tatapan yang tertuju pada lantai. Tidak, aku tidak tahu apa yang kupandangi saat ini. Takdir kembali berulah. Takdir kembali mempermainkan hidupku.

“Donghae~ya, neo wasseo?”

Dadaku menghentak-hentak mendengar sapaan bahagia itu. Tanpa melihatnya aku yakin kepala itu sudah menoleh dan memberikan senyuman yang begitu kurindukan.

“Yak, Lee Hyukjae kau tetap terlihat tak menarik!!”

Suara itu.. Begitu tenang dan lembut.. Suara itu.. Aku.. merindukan suara itu..

“Jangan sembarangan bicara Lee Donghae. Kau tidak lihat siapa yang kubawa?”

“Nugu?”

“Calon istriku.”

Kepalaku terangkat seiring dengan tangan Hyukjae yang menarikku keluar dari balik punggungnya. Angin seakan berhenti berhembus. Dunia seolah tak lagi berputar. Cahaya terang seperti meredup saat mata itu membuka lebar dengan wajah yang berubah warna dengan seketika. Mata hangatnya berubah menjadi dingin dan mencabik-cabik tubuhku yang memang sudah mati rasa saat ini.

Kutelan ludahku yang terasa begitu menyakitkan. Sekuat tenaga mempertahankan diriku untuk tidak tumbang saat ini juga. Berusaha menahan laju air mata yang entah terasa begitu mendesak untuk keluar. Dan tangannya yang terulur di depan dadaku, seolah berusaha menarik jantungku keluar dari rongganya.

“Donghae. Namaku Lee Donghae.”

*****

 

Kupejamkan mataku saat bibirnya mengecup keningku. Seperti biasa, senyumnya menjadi akhir pertemuanku dan dirinya di malam hari. Tangannya lagi-lagi merapikan anak rambutku. Seperti kegiatan favoritnya untuk menyentuh kepalaku, menyelipkan anak rambutku yang lolos dari ikatan asal yang kubuat sebelum memasuki restoran beberapa jam yang lalu.

“Aku pulang. Sampai bertemu lagi besok pagi.”

Aku mengangguk pelan. Dan belaian lembut dipunggungku menjadi salam perpisahan darinya. Dengan senyum gusinya pria itu kembali masuk ke dalam mobilnya. Kaca jendelanya sedikit menurun dan menampakkan wajahnya dengan ekspresi yang kembali memancing senyumku jika disaat kondisi normal. Tentu saja bukan disaat aku baru melihat kembali sosok seseorang yang pernah menjadi masa laluku.

Kulambaikan tanganku dan siap berbalik. Derum halus mesin mobilnya membuat kepalaku kembali menoleh, memandangi mobilnya yang terus melaju dalam kecepatan stabil.

“Dia calon istriku. Cantik kan?”

“Benar, dia cantik. Tapi sayang, dia akan menikah denganmu.”

Langkahku terhenti. Tanganku seperti kehilangan kekuatanku. Bahkan tasku pun hampir lepas dari genggamanku. Suara itu.. suara itu kembali terngiang di telingaku. Begitu datar dan menyakitkan. Rasa sakit itu kembali menghentak-hentak dadaku. Ditambah dengan suara tawa Lee Hyukjae yang menanggapi kalimat tajam itu sebagai sebuah candaan. Kenapa takdir begitu kejam kepadaku?

*****

 

Otakku sudah rusak. Aku tidak tahu magnet apa yang menarikku hingga berada di sini. Berdiri seperti orang bodoh di depan pintu yang seharusnya tak pernah kudekati lagi. Tapi setan itu begitu kuat di dalam hatiku. Setan itu seakan ingin menyiksaku lebih jauh dengan menuntunku hingga berada tepat di depan pintu apartemennya.

Air mataku kembali menggenang mengingat bagaimana pertama kali aku menginjakkan kakiku di sini dan mendapatkan fakta baru yang membuatku berpikir untuk benar-benar menatapnya. Fakta bahwa dirinya mengenalku jauh sebelum rasa benci itu menyelimuti hatiku terhadap keluarganya akibat ulah kakaknya. Fakta, bahwa untuk pertama kalinya aku melupakan egoku dan justru berbalik untuk merangkulnya lebih erat.

Tanganku terangkat begitu saja menyentuh ukiran-ukiran halus di pintu itu. Menatapnya, seolah pintu besar yang terlihat angkuh itu adalah sebuah kaca yang menampakkan diriku beberapa bulan lalu yang begitu menyedihkan dan mengenaskan terduduk di sofanya, menunggunya hampir di setiap hari. Menunggunya berharap pintu ini akan terbuka dan menampakkan senyum hangatnya. Tapi dua tahun berlalu, dirinya tak juga kembali. Dan tepat disaat aku memutuskan untuk melupakannya, dengan kurang ajarnya pria itu kembali menampakkan wajahnya di hadapanku.

Kugigit bibir bawahku, melampiaskan rasa perih yang tak peduli dengan keadaan tubuhku saat ini yang tak mampu lagi menyanggah kakiku sendiri. Kau akan menjadi masa laluku. Takdir hanya mencoba untuk mengujiku saat ini. Kehadiranmu kembali saat ini, tak berarti apa-apa untukku. Semuanya berakhir. Benarkan, semuanya sudah berakhir?

Air mataku jatuh begitu saja disaat pintu yang tanpa kuduga terbuka dengan pelan. Mataku melebar karena ekspresi datar yang kulihat saat ini. Tubuhku mengejang dengan seketika. Kembali, angin seakan menarik pusaran hidupku. Dunia berhenti berputar dan menghentikan perputaran hidupku.

“Akhh..”

Jeritan tertahanku meluncur sempurna seiring dengan tangannya yang begitu cepat menyambar lenganku, menyentak nyawaku dengan cara menarik tubuhku kasar ke dalam apartemennya dan kembali membuat napasku tercekat akibat bantingan kasarnya pada pintu. Aku meringis nyeri saat tanpa ampun tangannya menyudutkanku, mendorong tubuhku kasar pada dinding yang ada di samping pintu apartemennya.

Dadaku menggeram parah. Teriakkanku tersangkut di tenggorokanku. Nyawaku lepas seiring dengan tanganku yang sudah tak mampu menggenggam tasku dan membiarkannya jatuh begitu saja ketika bibir itu mengejarku dengan gila. Isak tangisku tertahan dengan bibirku yang terus mengatup. Bahkan dirinya tak peduli dengan kepalaku yang terus bergerak menghindari bibirnya.

“Lepaskan..!!” sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya, tapi dada itu terus menghimpit tubuhku. Tanganku yang memukuli dadanya begitu mudah dikendalikannya dan membuatku merasakan tubuhku remuk ketika tangannya meremas erat pergelangan tangan kananku, sedangkan tangannya yang bebas menarik leherku semakin mendekat.

Aku meringis merasakan lumatan kasar di bibirku. Bahkan rasa perih itu mulai membuat tubuhku bergetar akibat ulah giginya yang berusaha menekan bibirku. Dan.. PLAKKK.

Tanganku dengan kasar mendorong tubuhnya yang termangu di hadapanku akibat tamparan keras yang berhasil mengenai pipinya. Dadaku naik turun akibat napasku yang memburu. Kutatap nanar wajahnya yang terus menunduk dengan tatapan menerawang yang mengarah pada lantai. Air mataku tak bisa kubendung lagi. Rasa marah itu memuncak di dalam dadaku. Rasa sakit itu terasa berkali-kali lipat menyiksaku menyadari ulah gilanya.

Kesalahan besarku.. kesalahan besarku kembali mendekati tempat ini. Aku seharusnya tak boleh melihat wajahnya lagi. Aku tidak boleh mengikuti magnet yang kembali menarikku ke arahnya. Lee Donghae sudah pergi. Lee Donghae sudah membuang kesempatannya. Lee Donghae sudah mencampakkanku. Aku sudah memiliki Lee Hyukjae. Lee Donghae adalah masa laluku.

Kusambar cepat tasku yang tergeletak di atas lantai dan membalikkan tubuhku segera. Kutarik kenop pintunya dengan sisa-sisa tenagaku. Tapi suara rendah itu seakan tak puas menyiksaku. Membuatku semakin hanyut pada perasaan sakit dan pengharapan yang sudah berakhir. Harapan itu terlambat. Harapan itu sudah menjadi angan yang tak kan pernah terwujud.

“Aku kembali untukmu.. Hanya untukmu, Cho Gaeul.”

 

*****

“Kenapa pulang larut sekali Gaeul~a? Hyukjae tidak mengantarmu pulang? Bukankah tadi dia menjemputmu di Choi Corporation?”

Aku tak menyahuti ucapan Chaerin yang memburuku. Kakiku melangkah semakin cepat saat dirinya mulai mendekatiku. Sungguh.. aku ingin meledak saat ini. Dua tahun aku menahannya dan pertahananku runtuh begitu saja hanya karena melihat wajahnya kembali. Kubanting pelan pintu kamarku dan segera menguncinya.

Suara ketukan di pintu kamarku mulai bersahut-sahutan. Tapi telingaku tuli. Telingaku tuli dengan semua suara di sekitarku. Tidak, bukannya aku tak bisa mendengarnya. Aku hanya tidak mau mendengar apa pun lagi. Dadaku sesak. Teramat sesak. Dan kekuatanku untuk berdiri di kakiku sendiri mulai runtuh. Aku sungguh tak sanggup menyanggah beban tak kasat mata yang ada di pundakku saat ini.

Kusandarkan tubuhku pada pintu kamar. Kugigit bibir bawahku. Dan saat itu aku tidak sanggup menahannya lagi. Air mataku menetes begitu saja. Begitu pedih. Begitu menyakitkan. Bibir itu begitu dingin dan seolah menyayat bibirku. Aku merasakan sakit di tengah kebutuhanku akan dirinya yang begitu mendesak. Aku tidak bisa seperti ini. Tidak bisa.

Kusapu kasar air mata di pipiku. Kepalaku menggeleng pelan sedangkan tanganku bergerak cepat membongkar semua isi tasku. Kuraih ponselku dan menekan dial satu lalu tanpa membuang waktu segera menempelkannya di telingaku.

“Gaeul`a, kau belum tidur?”

“Aku ingin pernikahan kita dilaksanakan secepatnya,” sambarku. Aku tak peduli dengan sapaannya. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. “Aku ingin kita menikah minggu depan.”

“Bagaimana kalau besok saja?”

“AKU TIDAK BERCANDA, LEE HYUKJAE!!” bentakku. Dadaku kembali naik turun tak beraturan meskipun nyatanya aku tetap tak bisa bernapas saat ini. Air mata itu mulai menggenang kembali di pelupuk mataku. Perasaanku kalut. Aku takut. Perasaan takut itu sama besarnya dengan rasa sakitku.

Tak ada jawaban yang kudengar dari bibirnya. Bahkan deru napasnya pun juga tak terdengar di telingaku. Aku tahu, pria itu pasti begitu shock dengan nada tinggiku. Ditambah dengan permintaanku yang tiba-tiba dan tak terduga. “Aku ingin kita menikah secepatnya,” akhirnya nada putus asa itu yang hanya bisa kubeokan. Tenggorokanku sakit menahan isak tangis yang sudah berada di ujungnya.

“Gaeul~a..” nada itu begitu pelan dan menenangkan diiringi dengan hembusan napasnya. “Aku juga ingin menikah secepatnya denganmu. Tapi, sungguh tidak mungkin jika dilakukan minggu depan. Aku baru saja menerima kabar, perusahaan di Jepang dalam masalah yang cukup serius. Aku harus pergi ke sana besok lusa. Dan aku tidak tahu itu akan memakan waktu berapa lama.”

Kupejamkan mataku. Kepalaku mulai menyiksa dengan rasa yang menyakitkan dan berputar-putar.

“Kau kenapa, hmm?” Aku menggeleng pelan mendengar suara lembutnya yang sudah pasti tak pernah bisa dilihatnya. Lagi, air mataku kembali meleleh dan aku terpaksa menggigit bibir bawahku untuk menahan isak tangis yang sejak tadi kutahan mati-matian. “Dengarkan aku, semuanya pasti akan berjalan lancar. Aku akan menyelesaikan semua masalahku secepatnya dan kembali sebelum hari pernikahan kita. Kau tidak marah kan?”

Tanganku lunglai. Terasa tak bertulang. Ponselku menjauh dengan sendirinya dari telingaku dan meluncur menuju dadaku. Aku takut. Aku takut semuanya kembali berubah, Lee Hyukjae.

 

*****

 

Donghae’s POV

“Semuanya sudah terlambat..”

Kalimat itu terus berdengung di telingaku. Suara bergetar yang kudengar beberapa waktu lalu membuatku membeku hingga detik ini. Kalimat yang begitu tajam dan memusnahkan semua harapan yang kubangun untuk bertahan selama ini. Terlambat? Aku tersenyum miris. Bahkan tamparan di pipiku tak berbekas apa pun jika dibandingkan tinjuannya di dadaku. Aku ingin tuli. Aku ingin buta. Aku ingin kehilangan semua indera perasaku hingga tak mampu membuatku merasakan apa pun lagi. Tidak dengan rasa sakit ini.

Ini hukuman untukku. Hukuman yang sampai kapan pun tak kan pernah sanggup untuk kuhadapi. Siksaan hidup yang tak pernah kusangka akan datang secara tiba-tiba dan memalukan untukku. Hanya karena kebodohan itu, kalian mewariskan penderitaan yang begitu menyakitkan untukku.

Rahasia hidupku, bagaikan lembaran kertas yang bersatu di dalam sebuah buku. Begitu mudah terbuka dan menjadi kotor karena debu yang menutupinya. Mengenaskan. Kebahagiaan sesaatku terenggut hanya karena lembaran kertas kotor. Impianku lenyap tak berbekas seiring dengan hancurnya kertas-kertas itu di tanganku.

Kulangkahkan kakiku gontai menuju kamar. Saat pintu itu terbuka, dadaku menghentak-hentak hebat. Kamar ini.. aku masih begitu mengharapkan aroma yang kurindukan untuk kembali menguar di ruang ini. Begitu menginginkan melihat tubuh mungilnya yang berlalu lalang mengganggu pemandanganku di kamar ini. Begitu berharap melihat sosoknya yang duduk di tepi ranjang dan mulai mengganggu jam santaiku di setiap hari libur. Aku begitu menginginkan kehadirannya bukan sekedar figura di atas nakas di samping ranjangku. Aku.. begitu merindukan kehadirannya di setiap jejak langkahku.

 

*****

“Yak, ireona!!!”

Aku mengernyitkan keningku seiring dengan sinar matahari yang langsung menerpa wajahku. Tarikan kasar pada selimutku membuatku semakin menempelkan figura itu di dadaku dengan erat. Mataku mengerjap pelan dan hanya bisa melenguh merasakan sakit yang mendera kepalaku. Aku kurang tidur. Semalaman aku tidak bisa tidur dan sibuk menyiksa bathinku sendiri dengan harapan bahwa figura ini akan berubah menjadi fisik nyata yang akan membalas dekapan rinduku.

“Cepat bangun, Lee Donghae. Sekarang sudah jam sepuluh. Astaga, perusahaan keluargamu bisa hancur memiliki penerus sepertimu. Di hari pertama bekerja, kau bahkan sudah tidak datang. Donghwa hyung sepertinya harus memikirkan kembali menarikmu ke LDH Enterprise.”

Aku bergerak sedikit, berbalik menghadap jendela kamarku yang sudah bebas dari tirai tipis yang biasa menutupinya setiap malam dan mendapati sosok Lee Hyukjae yang rapi dengan jas hitamnya tengah berdiri sembari menyingkap tirai jendelaku. Lagi-lagi aku melenguh pelan. Tanganku yang bebas dari figura itu bergerak menyentuh pelipisku, memijitnya pelan, berharap rasa sakit itu sedikit berkurang.

“Kau sendiri, untuk apa datang ke apartemenku pagi-pagi begini? Dan meskipun kau tau password pintu apartemenku, bukan berarti kau bisa keluar masuk seenaknya, Lee Hyukjae,” balasku dengan suara serak saat tubuh kurusnya mulai terhempas di sisi ranjangku yang kosong. Senyum gusinya kembali muncul seiring dengan tangannya yang dibiarkan menopang kepalanya yang menoleh ke arahku.

“Ini sudah siang, bodoh. Aku juga tidak mau repot-repot menunggumu membukakan pintu untukku. Ada yang ingin kubicarakan. Aku membutuhkan bantuanmu.”

Aku tak menyahuti ucapannya. Kusandarkan punggungku pada sandaran ranjang dan menarik selimut yang semula di singkapnya hingga kembali menutupi pinggangku. Untuk pertama kalinya, kehadiran sahabat baikku justru memberikan tekanan yang teramat besar di dalam hidupku.

“Mwoya? Kau tidur memeluk figura itu?”

Refleks tanganku menepis tangannya dengan cepat yang berusaha merebut figura itu dari dekapanku. Kujauhkan punggungku dari sandaran ranjang dan membalas tatapan bingungnya yang menerjang bola mataku. Ada raut shock dari wajahnya. Dan aku hanya bisa memompa jantungku untuk terus mengalirkan darah dan paru-paruku untuk terus menghirup udara yang terasa begitu sesak di dadaku.

“Foto siapa? Gadismu?”

Kualihkan pandanganku dari wajahnya, memandangi jendela kamar dan membiarkan sinar matahari menerpa wajahku dengan garang. Gadisku? Lebih dari itu. Dia harapanku. Dia impianku. Dan dia adalah hidupku. “Dia… alasan untukku kembali ke sini.”

“Baiklah jika aku tidak boleh melihatnya,” ada nada tak suka dari suaranya, tapi di sisi lain dia juga membiarkan privasiku. “Aku juga tidak begitu peduli, Cho Gaeul-ku pasti lebih cantik dari gadismu.” Perasaanku memberontak mendengar nada ringan yang diiringi kekehan pelan itu. Kata milik yang keluar dari mulutnya, seperti sebuah sayatan tajam di kulitku yang memang sudah berdarah sebelumnya. Menambah pedih. Dan menyiksa lukaku hingga bernanah. “Mandilah. Aku akan menunggumu di luar.”

“Bagaimana..” Suara serakku kembali lolos dengan cepat saat tubuh itu bersiap bangkit dari ranjangku. Kepalaku menoleh cepat ke arahnya dan mendapati tubuhnya yang sudah berada di tepi ranjang berbalik ikut memandangku. “Bagaimana bisa kau bertemu dengannya?”

Setiap aliran darahku memberontak, terasa begitu tajam seperti mata pisau yang menusuk-nusuk kulitku saat mata itu berbinar, menunjukkan antusiasnya membayangkan gadis yang begitu kubutuhkan di hidupku. Kuremas seprai di bawah tanganku. Lagi, rasa panas itu berkobar lebih luas hingga ingin membakar seluruh tubuhku.

“Gaeul-ku?? Hmm.. bagaimana jika aku mengatakan takdir yang begitu baik kepadaku? Takdir itu yang membawanya ke sisiku.”

“Tapi takdir tidak selalu berbuat baik pada manusia, Hyukjae~ya. Takdir hanya menjadikan manusia sebagai leluconnya. Membuaimu dengan kebahagiaan sesaat dan merampasnya lagi hingga tak bersisa. Jika ada yang paling jahat di dunia ini, maka takdirlah yang paling pantas mendapatkan predikat itu.”

“De?”

 

*****

2 Days Later, Gaeul’s POV

Kututup pintu kamar ayahku dan dengan tergesa-gesa menuju pintu utama rumah ini. Kulirik sesaat jam tanganku dan justru membuatku panik setengah mati. Rumah ini sudah sepi. Eunjoo dan Chaerin sudah keluar sejak beberapa waktu yang lalu. Dan aku? Benar-benar seperti orang bodoh saat Hyukjae meneleponku mengucapkan selamat pagi dari Jepang dan aku justru terpaku kemudian menjerit panik turun dari ranjangku. Aku melupakan bahwa tadi malam dirinya sudah pergi menuju negara itu. Ini juga kesalahannya yang selalu bersikap seperti supir pribadiku, membuatku selalu berleha-leha di pagi hari tanpa harus memikirkan bus atau taksi.

Dua puluh menit. Aku hanya memiliki waktu selama itu untuk harus tiba di Choi Corporation. Tanganku bergerak cepat menarik pintu rumahku hingga tertutup kembali. Saking cepatnya hingga menimbulkan suara bantingan pelan. Untuk saat ini aku tidak peduli. Kuturuni beberapa anak tangga yang ada di teras rumahku sedangkan tanganku terus memeriksa isi tasku. Aku mendesah lega melihat semua barang yang kubutuhkan tersimpan rapi di dalam tasku. Tapi sedetik kemudian rasa lega itu berubah menjadi terpaan angin kencang yang langsung menghantam tubuhku. Kakiku terhenti seketika dengan mata yang melebar saat melihat seorang pria berdiri bersandar pada pintu audi hitamnya. Mataku mengerjap pelan dan kembali memanas saat kepala itu secara perlahan menoleh ke arahku, menatapku datar dan tetap terpaku di tempatnya.

“Kau?!? Kenapa kau ada di depan rumahku?”

Nada sinis itu melayang dari bibirku tapi tetap tak ada jawaban darinya. Mataku menyipit begitu saja ketika tubuhnya bergerak mengelilingi mobilnya dan membuka pintu di samping kursi penumpang. Kekehan sinisku meluncur dengan begitu ringan sembari memalingkan wajahku darinya. Diam-diam kutarik napasku dan kembali menempatkan fokusku.

“Kau pikir kau siapa?” desisku tajam dan langsung berbalik, melangkahkan kakiku menjauhi mobilnya. Tapi cekalan di tanganku kembali membuat kakiku terhenti. Kutolehkan kepalaku dan langsung tertuju pada pergelangan tanganku. Tangan itu terlihat begitu kokoh melingkar di pergelanganku. Dan dadaku berdesir sakit ketika kepalaku nekat terangkat, mendapati wajah tanpa eskpresi itu berada tepat di depan wajahku dengan tatapan yang menerawang.

“Kau harus pergi denganku, Gaeul~a.”

 

*****

Kubanting pelan pintu mobilnya dan memasuki gedung menjulang tinggi di hadapanku. Pipiku bergetar pelan sedangkan mataku semakin panas. Napasku tetap saja sesak meskipun aku sudah turun dari mobilnya. Kulangkahkan kakiku semakin cepat dan tak berniat sedikit pun untuk menoleh ke belakang. Lee Hyukjae yang memintanya. Aku sungguh tak percaya dan itu membuat jiwaku kebas.

Aku bersusah payah memperkuat benteng hatiku, tapi Lee Hyukjae justru menyodorkannya dengan begitu baik. Seolah tanpa sadar mendorongku ke dalam api neraka. Panas dan menyakitkan. Lima belas menit yang kulewati bersama dengannya di dalam mobil itu bagaikan waktu yang lebih panjang dari dua tahun aku menunggunya. Hening dan menyesakkan. Ditambah dengan bibirnya yang terus tertutup rapat di tengah perperangan bathinku yang juga berharap ada alasan yang akan disampaikannya padaku. Tapi nyatanya, dia tetap bungkam dan memilih diam.

Kuabaikan teman-temanku yang menyapa diriku. Setengah berlari, kulangkahkan kakiku menuju toilet. Tanganku dengan cepat pula merogoh ponsel yang ada di dalam tasku. Kutekan tuts ponselku dan langsung menempelkannya pada telingaku. Kutatap pantulan wajahku di cermin, melihat wajah pucat dengan mata yang buram karena air yang mulai menggenang.

“Apa yang sudah kau lakukan?” gertakku saat nada sambungan itu hilang dan membuatku sadar dia sudah berada di ujung sana. “Apa kau sudah gila?”

“Gaeul~a, kau bicara apa? Aku tidak mengerti.”

Kugigit bibir bawahku dan berusaha menarik napas sepanjang mungkin di tengah gejolak dadaku yang menghentak-hentak. “Lee Donghae.. Kenapa kau menyuruh Donghae menggantikanmu untuk mengantarku pergi kemanapun?”

Helaan napasnya menghantam telingaku. “Aku tidak mungkin membiarkanmu sendirian. Terutama di malam hari. Kau selalu pulang kerja saat dunia sudah mengelam. Sangat berbahaya jika kau pulang sendirian.”

“Aku sudah terbiasa melakukan itu sebelum kau hadir di hidupku, Hyukjae~ssi”

“Tapi sekarang kau bersamaku. Aku ingin memastikan keselamatanmu di depan mataku. Tujuh bulan, aku melakukan semuanya. Aku tidak tenang jika harus pergi begitu saja tanpa mendapatkan seseorang yang bisa membantuku menjagamu.”

Kupejamkan mataku lelah, sedangkan tanganku menyentuh pelipisku. “Tapi kenapa harus dia? Aku masih memiliki Chaerin!!!”

“Dia sahabatku Gaeul~a. Dia seperti saudaraku sendiri. Tidak ada orang yang sangat kupercaya di dunia ini selain dia. Aku yakin dia bisa menjagamu dengan baik selama aku di sini, dan Dongahe juga tidak keberatan saat aku meminta bantuannya.”

Dan Chaerin juga sahabatku, Lee Hyukjae~ssi!!”

“Tapi sekarang dia sudah memiliki Kim Jongwoon, Gaeul~a. Chaerin mungkin tidak keberatan jika kau pulang bersamanya. Tapi bagaimana dengan kekasihnya? Kita tidak bisa seegois itu pada mereka ‘kan?”

Aku meringis nyeri mendengarnya. Isakan itu tertahan di tenggorokanku, menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Kucengkeram dengan erat pinggiran wastafel, menyalurkan rasa yang ingin meledak dari dalam tubuhku.

“Gaeul~a.. kau kenapa? Akhir-akhir ini emosimu benar-benar tidak stabil. Apa kau terkena sindrom prawedding?” kekehan geli itu tetap saja tak bisa memperbaiki suasana hatiku.

“Aku ingin kau pulang,” desahku lemah. Sungguh aku tak sanggup memikirkan apa pun lagi saat ini.

“Kau merindukanku ternyata. Ck, jika hanya karena itu tidak perlu marah-marah, calon nyonya Lee. Arasseo. aku akan berusaha menyelesaikan semua secepatnya. Jadi, aku bisa pulang dan bertemu denganmu. Kau sudah tenang?”

“Aku hanya ingin kau pulang.”

 

*****

BRAKKK..

Kepalaku menoleh cepat ke arah pintu kamar. Kusandarkan tubuhku di punggung ranjang dan menarik sebuah bantal ke atas perutku. Dahiku sedikit mengernyit melihat dirinya yang menghambur masuk seperti orang gila dan langsung naik ke atas ranjangku dengan posisi berlutut di hadapanku. Tangannya juga sembarangan melemparkan tasnya ke lantai.

“Kim Jongwoon melamarku. Dia melamarku.”

Lagi, dahiku mengkerut mendengar nada cepat dari suaranya. Ditambah dengan cengkeramannya di lenganku yang membuatku tersentak syok.

“Dia benar-benar melamarku, Gaeul~a..”

Aku mendesah berat dan melepas paksa cengkeramannya di lenganku. Kujauhkan punggungku dari sandaran ranjang, dan duduk bersila di hadapannya dengan bantal yang masih berada di atas pahaku. Kupeluk bantal itu dan membalas tatapan antusias dan berbinarnya.

“Lalu apa jawabanmu?”

Senyum itu lenyap dengan seketika dan berubah menjadi sungutan kecil di bibirnya. Mata gadis itu berputar tak tentu arah, hingga akhirnya terkekeh salah tingkah di hadapanku. “Aku tidak memberikan jawaban padanya. Aku meminta waktu tiga hari untuk memikirkannya.”

“Tiga hari? Cih!! Kau sungguh bermuka dua, Nona Shin. Melihat reaksimu saat ini, sungguh tidak pantas rasanya mendengar kau meminta tiga hari untuk memikirkannya. Aku rasa kau tidak memerlukan waktu untuk menjawab iya. Bahkan detik itu juga aku yakin kau ingin berteriak iya,” sindirku yang langsung dibalas pukulan pelannya di lenganku. Tangannya bergerak merebut bantal yang ada di pelukanku dan tanpa ragu menghempaskan tubuhnya di ranjang dengan menempelkan kepalanya pada bantal itu. Matanya menatap ke langit-langit kamarku dengan tatapan angkuh.

“Seorang wanita harus memiliki sikap di hadapan seorang pria.” Gadis itu mulai mengeluarkan kembali teorinya. Entahlah racun apa yang diberikan Direktur WhyStyle itu kepada sahabatku. Sejak lima bulan lalu menjalin hubungan, begitu banyak teori-teori aneh yang keluar dari mulutnya. “Saat wanita menunjukkan ketertarikan besar pada seorang pria, maka harga dirinya yang dipertaruhkan saat itu. Jika tidak mau harga dirimu diinjak olehnya, maka jangan berikan kesempatan untuknya mengendalikan harga dirimu, benar kan?” kepalanya menoleh ke arahku dan kubalas dengan mengangkat bahuku.

Kurebahkan tubuhku di sampingnya, dan mengikuti ulahnya yang semula memandangi langit-langit kamarku. “Berarti aku sudah tidak memiliki harga diri lagi.”

“Apa yang kau katakan?!”

Kutolehkan kepalaku ke arahnya dan langsung mendapatkan tatapan garangnya yang menerjang bola mataku. Kuhembuskan napasku panjang dan membiarkan bibirku tertarik ke belakang membentuk sebuah senyuman. “Aku hanya menarik kesimpulan berdasarkan teorimu. Aku tidak berpikir lama saat Hyukjae melamarku dan dengan mudah mengangguk setuju. Bukankah aku sudah menjatuhkan harga diriku di hadapannya?”

“Gaeul~a…”

“Terkadang… mempertahankan harga dirimu, justru akan membuatmu terluka lebih dalam. Hanya karena harga diri, manusia akan berubah menjadi begitu mengerikan. Hanya akan ada rasa sakit setiap manusia memikirkan harga dirinya.”

Dan aku sangat tahu bagaimana rasa sakit itu. Seolah seluruh awan gelap mengitari hatiku dan memuntahkan semua isinya begitu saja. Menenggelamkan hatiku hingga aku sudah mati rasa dan tak bisa menggunakan perasaanku lagi. Mengubahku menjadi begitu mengerikan bahkan tak peduli meskipun harus membalaskan dendamku pada orang yang salah. Benar, aku sangat tahu rasa itu. Hingga saat rasa itu terulang kembali, kau akan semakin jatuh dan memilih untuk menyerah dengan mudah.

Kuhembuskn napasku berat. Tak kupedulikan mata itu yang semakin membulat tak percaya dengan ucapanku. “Aku tidak berpikir lagi mengenai harga diri. Sekarang, aku hanya ingin bermain-main dengan takdir hidupku. Aku ingin tahu, sejauh mana takdir akan terus menemaniku bermain di hidup ini.”

“Gaeul~a, aku tidak bermaksud..”

“Aku tahu..” kusela cepat ucapannya. Kusunggingkan bibirku dengan tulus ke arahnya. Benar, aku tahu dia tidak bermaksud apa pun padaku. Aku juga tahu, dia tak mau menyinggung masalah hidup burukku lagi. “Aku tahu, kau memang selalu bicara tanpa otak,” kutunjukkan deretan gigiku. Kukeluarkan suara kekehanku, berusaha mengendurkan urat-urat di wajahnya yang tampak tegang, tapi sialnya gadis itu tetap tak bergeming dan justru menatapku sendu. “Hentikan. Aku tak suka melihat ekspresimu. Aku baik-baik saja. Jeongmal..”

“Gaeul~a..”

*****

Choi Corporation, 07.00 PM

Kulirik jam yang melingkar di tanganku dan membuatku mendesah dengan seketika. Kurebahkan kepalaku di sandaran kursiku. Kupejamkan mataku dan kupijit pelan pelipisku. Derap langkah itu begitu kukenal. Bahkan setiap helaan napas itu begitu kuhapal. Tanpa membuka mataku, aku sudah tahu siapa yang berdiri di sampingku saat ini, meskipun aku juga sempat shock menyadari dirinya yang begitu berani memasuki gedung tinggi ini, tidak seperti beberapa hari lalu yang hanya menunggu di depan pintu masuk.

“Jam pulangmu,” nada itu begitu datar meskipun terdengar penuh intimidasi di telingaku.

Kubuka perlahan mataku dan dengan ekor mataku melirik sepasang kaki yang sudah kutebak berdiri di samping meja kerjaku. Kujauhkan punggungku dari sandaran kursi, sedangkan tanganku bergerak mematikan layar komputer dan merapikan mejaku kembali. Kuraih tasku, memeriksa isinya dan  berpura-pura tak peduli dengan kehadirannya.

Lima hari.. pria itu berubah banyak dan seperti manusia yang tak pernah kukenal sebelumnya. Terlalu hening dan menimbulkan rasa sesak di dadaku setiap kali berharap akan ada sepatah kata yang bisa diucapkannya untuk menjelaskan semuanya padaku. Tapi nyatanya bibir itu tetap bungkam. Hanya benar-benar seperti supir pribadi yang dipekerjakan oleh calon suamiku. Tapi di sisi lain, aku juga tak mau mendengarkan apa pun darinya. Tidak, karena semuanya sudah terlambat. Suaranya hanya akan menyakitku. Apa pun alasannya, faktanya dia memang sudah membuang diriku.

“Gaeul~a, kau boleh..”

Kepalaku mendongak cepat menuju ruangan atasanku dan mendapati matanya yang langsung melebar dengan kata-kata yang tak sempat diselesaikannya. Mulutnya membuka, dengan gerakan tangannya yang terhenti di udara. Aku tahu, siapa yang menjadi fokusnya saat ini.

“Lee… Donghae??” desisan shock itu meluncur dari bibirnya. Kepalaku hanya tertunduk saat mata itu akhirnya mengarah kepadaku, menatapku tidak mengerti dan juga…. iba.

“Lama tidak bertemu, Siwon~a.”

*****

Kuabaikan tangannya yang bergerak pelan pada seatbelt-ku. Mataku masih tertuju pada gedung perkantoran dan tak berniat memandang ke arahnya. Kurebahkan kepalaku saat kakinya menginjak pedal gas dan membuat mobil ini berjalan dengan kecepatan normal.

Lagi, seperti biasa hanya keheningan yang tercipta. Hanya ada suara kendaraan lain yang juga berada di jalur yang sama. Kupejamkan mataku dan berharap waktu cepat berlalu. Sialnya, setelah itu aku justru mengutuk diriku sendiri. Semuanya berputar di otakku, bagaikan sebuah kilasan film yang kulihat di depan mata.

“Aku bahkan bisa memindahkan toko bunga ke meja kerjamu.”

“Satu minggu.. Aku sekarat.. Aku bersumpah, aku memang merasa tidak benar jika tidak ada kau di sisiku. Satu-satunya tempat yang paling benar untukku adalah di sampingmu.

Kurapatkan gigi atas dan bawahku, sedangkan tanganku mengepal kuat di sisi tubuhku. Ini tidak benar. Aku tidak bisa terpengaruh lagi dengan kisah masa lalu. Kubuka mataku. Dan sedetik kemudian kepalaku langsung menoleh ke arahnya mendapati mobilnya yang berbelok di persimpangan. Ini bukan jalan menuju rumahku.

“Kau mau membawaku kemana?!”

“Aku ingin bicara padamu.” Mata itu terus menatap lurus ke depannya, sedangkan wajahnya, baru kusadari ekspresi itu berubah. Tak ada lagi ekspresi datar seperti beberapa hari ini yang kulihat. Rahang itu berubah begitu tegang dan tangannya yang terlihat begitu erat mencengkeram setir mobilnya.

“Aku tidak mau,” putusku saat mobil ini mulai memasuki kawasan gedung mewah yang begitu kukenali, tempat yang selalu menjadi arah tujuan kakiku hingga beberapa waktu yang lalu, Apartemennya. Tidak. Aku tidak mau ke tempat itu lagi. Lee Hyukjae. Aku memiliki Lee Hyukjae. “Aku mau pulang.” Napasku mulai memburu saat pria itu tak menggubrisku. Justru mobil ini melaju semakin cepat dan membuatku mencengkeram erat seatbelt-ku. “Kubilang aku mau pulang. Hentikan mobilnya, Donghae~ssi atau aku akan turun dari mobil ini dengan caraku sendiri!!”

Seketika itu juga tubuhku terlonjak seiring dengan bunyi gesekan aspal dan ban mobilnya. Dadaku naik turun berusaha mengalirkan oksigen ke dalam paru-paruku. Kutatap nanar wajahnya, dan saat itu rasa sakitku semakin membuncah. Kulepas kasar seatbelt-ku dan mulai menyambar cepat tasku.

“Kau mau kemana Gaeul~a?” ada nada tak tenang dari suaranya dan itu tak berarti bagiku. Dengan cepat kubuka pintu mobilnya. Kuturunkan kakiku dan membanting pintu mobilnya dengan keras. “CHO GAEUL!!” kuabaikan teriakannya yang diiringi suara bantingan yang sama pula. Kulangkahkan kakiku cepat menjauhi mobilnya dengan langkahku yang sedikit terseok. Detak jantungku kembali berulah, menyiksaku semakin kejam, seolah tak pernah puas membuatku menyerah. “Dengarkan aku Cho Gaeul!!”

“Aku tak mau mendengarkan apa pun lagi darimu,” balasku garang, tubuhku mulai merasakan sakit dengan kakiku yang tersiksa oleh heels sepatu kerjaku. “Pergilah menjauh dari hidupku!! Lepaskan aku!!” gertakku saat tangan itu berhasil menarik tanganku dan detik berikutnya justru tubuhku mematung ketika tangannya melingkar di leherku, menahan tubuhku dari belakang diiringi dengan kalimat yang membuatku mengejang.

“AKU MENCARI WANITA ITU!!! AKU MENCARI DIA!!! DIA YANG MENINGGALKAN LUKA BEGITU PARAH DI DALAM HIDUPKU.”

Tubuhku mematung dengan mataku yang bahkan tak mampu lagi mengerjap. Rasa lemas mendera kakiku dengan seketika merasakan dada itu bergetar pelan di punggungku yang menempel padanya. Dan air mata mulai menggenang di sudut mataku mendengarkan isak kecil itu tepat di samping telingaku.

“Mereka…. begitu kejam padaku..”

 

*****

“Aku bukan anak ibuku. Dua puluh tujuh tahun mereka membohongiku. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Begitu menyakitkan. Mereka merahasiakan ini di seumur hidupku, bahkan mungkin sampai aku mati jika aku tak sengaja menemukan surat wanita itu untukku yang di simpan Lee Donghwa selama bertahun-tahun sejak kematian orang tuaku. Mereka begitu tega membawa rahasia itu hingga ke alam kubur.”

Dadaku menghentak-hentak menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Kakiku terasa begitu gontai hanya sekedar untuk melangkah. Bahkan pintu rumah yang sejak tadi kutatap terasa begitu jauh dan sulit untuk kugapai. Ini menyesakkan. Ini terlalu menyesakkan untuk hatiku.

“Aku berusaha mencarinya. Selama berbulan-bulan aku mencarinya dan saat aku menemukannya aku justru mendapatinya terbaring lemah tengah berjuang melawan kanker serviks-nya. Aku tidak bisa memikirkan apa pun lagi. Rasa benci dan amarah itu tak bisa kuhindari. Tapi aku juga tidak bisa melihat ibu kandungku terbaring tak berdaya. Aku tak bisa memikirkan hal yang lain selain berusaha memberikan perawatan apa pun untuk membuatnya bertahan hidup meskipun pada akhirnya tiga bulan yang lalu usahaku menjadi sia-sia. Wanita itu tetap meninggalkanku.”

Kutarik kenop pintu rumahku dan hanya bisa bersandar di balik pintu itu dengan lemah. Setiap isakan tangis yang kudengar beberapa waktu yang lalu seakan terus melekat di telingaku dan seolah menarik setiap energi yang ada di tubuhku hingga tak bersisa. Kenapa? Kenapa ini begitu menyakitkan?

“Kakakku meninggalkanmu karena menghamili gadis lain. Dan aku? Diriku justru lahir dari hubungan yang sama pula. Tanpa ikatan pernikahan. Aku hanya lahir dari rahim seorang wanita simpanan yang akhirnya menyerah karena ayahku lebih memilih kembali pada istrinya. Bahkan dirinya begitu tega melepaskanku saat istri ayahku memaksa untuk mengambilku dari wanita itu. Aku sudah tak memiliki wajah lagi, Gaeul~a. Aku tak memiliki wajah untuk bertemu denganmu dan ayahmu. Aku tersiksa. Aku begitu sakit menerima kenyataan hidup dari mereka. Aku tidak berniat membuangmu. Aku bahkan sekarat selama dua tahun ini dan membuatku nekat untuk kembali kepadamu.”

Tubuhku terhempas tak berdaya di atas sofa. Bahkan aku tak bisa merasakan lagi kapan kakiku melangkah. Aku juga tidak bisa merasakan apa pun lagi yang terjadi pada diriku. Otakku kosong. Pandanganku semakin mengabur dengan kepala yang bahkan tak sanggup untuk kusanggah lagi menggunakan leherku, hanya mampu tertunduk dengan tubuhku yang seolah mati rasa.

“Kau sudah pulang Gaeul~a?”

“Aku mencintaimu.. Aku sungguh mencintaimu.. Aku terlalu mencintaimu, Gaeul~a.. Sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu. Aku mencintaimu.. sungguh..”

Dia meninggalkanku hanya karena itu. Dia memilih menjauhiku hanya karena latar belakang dirinya yang tak sanggup di terimanya. Dan aku justru memutuskan menghapusnya dan menggantikannya dengan begitu mudah disaat dirinya berjuang bangkit untuk kembali pada kehidupannya dan melupakan fakta buruk mengenai kehidupannya.

“Gaeul~a..”

Hatiku sakit. Lee Hyukjae… ini sungguh menyakitiku. Apa yang harus aku lakukan?

 

*****

Author’s POV

“Gaeul~a…”

Panggilan pelan itu kembali keluar dari bibir Chaerin. Tubuhnya yang masih berdiri di samping meja sedikit tidak santai melihat sahabatnya yang terduduk di sofa dengan begitu mengerikan. Tertunduk begitu dalam dan tak bersuara sedikit pun.

Dengan tak sabar gadis itu ikut menghempaskan tubuhnya di sofa yang sama. Kepalanya bergerak cepat menoleh ke arah sahabatnya seiring dengan tangannya yang begitu gesit menyentak tangan Gaeul yang begitu lemah.

“Gaeul~a..”

Gadis itu menahan napas saat kepala itu dengan begitu pelan dan tak bertenaga akhirnya terangkat. Mata Chaerin membulat sempurna melihat wajah yang begitu datar ditambah dengan kepala Gaeul yang secara perlahan menoleh ke arahnya, menampakkan genangan air mata yang sudah penuh di pelupuk matanya.

“Ke-Kenapa?”

“Dia kembali..” sontak Chaerin mengerutkan dahinya mendengar desisan lemah itu. Matanya sedikit menyipit melihat wajah yang menghadap ke arahnya meskipun mata pemilik wajah itu menatap kosong dan tak menunjukkan raga yang memiliki jiwa lagi. “Dia kembali. Dia kembali. Dia kembali. Dia sahabat Hyukjae. Dia yang mengantar dan menjemputku selama beberapa hari ini. Dia kembali Chaerin~a. Dia kembali.”

Tangan Chaerin bergerak cepat menutupi mulutnya yang membuka lebar. Tanpa mendengar nama itu, gadis itu sudah cukup tahu siapa yang dimaksud sahabatnya. Kepalanya menggeleng pelan melihat air mata itu akhirnya jatuh di pipi sahabatnya.

“Gaeul~a..”

“Lupakan.” Nada datar dan tegas itu sontak menghentikan lidah Chaerin. Kepalanya menoleh ke belakang, mengikuti arah pandang Gaeul yang terlihat shock dan mendapati seorang pria tua berdiri di depan pintu dapur dengan tatapan yang sama menerawang dengan putrinya. “Lupakan dia,” tegasnya sekali lagi dan langsung menghilang di balik pintu kamarnya tanpa melihat wajah putrinya.

Kepala Chaerin kembali bergerak cepat. Tatapan sendunya tak bisa ditahannya melihat tubuh sahabatnya yang dengan seketika mengejang akibat ucapan ayahnya. Matanya terus membuka lebar dengan tatapan yang masih sama meskipun nyatanya air mata itu terus mengalir tanpa suara sedikit pun. Sekali lagi, gadis itu harus kembali melihat sahabatnya jatuh dalam kondisi yang sama.

*****

Gaeul terpaku di depan pintu rumahnya. Matanya tak berhenti memandang seorang pria yang berdiri beberapa meter di hadapannya yang juga membalas tatapan itu. Tubuhnya terasa kaku. Lagi, kakinya merasa lemas hingga tak sanggup menyanggah tubuhnya. Rasa itu kembali menghentak di dalam dadanya. Menyebarkan semua rasa sakit ke sekujur tubuhnya seiring dengan bergeraknya aliran darah di setiap pembuluhnya.

“Gaeul~a, kita pergi,” nada memperingatkan sekaligus cengkeraman di pergelangan tangannya tetap tak mampu mengalihkan fokusnya. Matanya seakan tak ingin beralih dari wajah dingin di depan mobil mewah itu. “Gaeul~a, kau sudah berjanji akan pulang dan pergi bersamaku tadi malam selama Hyukjae belum pulang.”

Seteguk ludah yang seolah menggumpal bagaikan bongkahan sebuah batu berhasil mencekik lehernya. Terasa begitu perih dan sesak. Napas beratnya lolos begitu saja. Nada peringatan itu seakan ultimatum begitu keras akan status dirinya saat ini. Perlahan kepalanya tertunduk tak berdaya, sebelum akhirnya menoleh sendu ke arah Chaerin yang menatapnya tegas saat ini sekaligus memberikan semangat untuknya tetap bertahan.

Kakinya bergerak pasrah saat Chaerin menarik tangannya. Kepalanya kembali menoleh kepada fokus yang begitu dirindukan sekaligus menyakitkan untuknya. Dadanya meradang melihat pria itu tetap berdiri di tempatnya dengan tatapan yang tak pernah lepas dari tubuhnya.

“Masuklah,” perintah Chaerin yang membuat Gaeul memutuskan kontak matanya. Lagi, tubuhnya begitu pasrah menunduk masuk ke dalam mobil dan hanya tertunduk menyadari mata sipit seorang pria yang sudah duduk lebih dulu di kursi pengemudi, di samping Chaerin itu memandangnya iba. “Kita pergi sekarang, Oppa.”

*****

“Aku kembali untukmu.. Hanya untukmu, Cho Gaeul.”

Tangannya semakin erat mencengkeram pembatas balkon kamarnya. Angin malam yang menerjang tubuhnya terasa tak begitu berarti untuknya saat ini. Bahkan, dirinya begitu berharap angin bisa menerbangkannya ke luar dari dunia ini atau menghancurkannya berkeping-keping. Perasaan lelah itu tak bisa berhenti sedikit pun menyerangnya. Hanya untuk menarik napas pun terasa memerlukan usaha yang begitu berat untuknya.

Diangkatnya dagu miliknya, menengadahkan wajahnya pada langit yang terlihat begitu kelam saat air mata itu mendesak keluar. Hanya mengingat wajah pria yang termangu di depan mobilnya saat di pagi hari atau pun di jam pulang kerjanya beberapa waktu yang lalu, seakan menjadi pengusik besar untuk ketenangan hidupnya. Tidak.. sampai kapan pun dirinya tak kan pernah tenang menghadapi masalah hidup yang begitu buruk.

“Kau mau jadi pacarku? Heiii Nona, bagaimana kalau jadi pacarku saja? Kau belum punya pacar kan? Ayolah.. Kau tidak akan bisa menemukan pria menyenagkan sepertiku di tempat lain. Sangat rugi jika kau mengabaikanku. Aku sedang tidak bercanda. Aku serius ingin kau menjadi kekasihku, Cho Gaeul. Jangan menolakku, oke?”

Gigi itu dengan cepat mengejar bibir bawahnya. Perasaan tersayat itu begitu nyata mencabik dadanya. Senyum sumringah itu tak mungkin bisa dilupakannya. Senyum seorang pria yang tanpa malu meneriaki dirinya di depan para pengunjung toko roti ibunya. Pria yang tanpa malu dan tanpa ragu terus berusaha mendapatkannya lalu mengubah penantiannya menjadi tawa di tengah lukanya.

“Aku sudah tak memiliki wajah lagi, Gaeul~a. Aku begitu sakit menerima kenyataan hidup dari mereka. Aku tidak berniat membuangmu. Aku bahkan sekarat selama dua tahun ini dan membuatku nekat untuk kembali kepadamu.”

Mulut gadis itu membuka lebar. Ada keinginan yang meledak di tenggorokannya, terasa panas dan menyakitkan. Tapi sialnya, erangan itu tetap terpendam dan menimbulkan rasa sesak yang semakin menjadi, membuatnya kembali tertunduk pasrah dengan dadanya yang terus naik-turun tak tenang.

“Eomma….” rintihan perih itu akhirnya lolos dari bibirnya. Setelah sekian lama, sapaan itu tak terucapkan oleh bibirnya, gadis itu kembali runtuh dan justru begitu memerlukan tangan ibunya saat ini. “Eomma, ini sungguh menyakitiku.”

*****

Hyukjae meletakkan kopernya sembarangan dan meloncat ke atas ranjangnya. Tangannya bergerak leluasa, diiringi dengan tubuhnya yang menggeliat letih. Satu minggu memfokuskan otaknya pada pekerjaan mendadaknya, membuatnya lelah luar dalam. Dan begitu nyaman bisa merasakan kembali ranjang empuknya.

Senyum gusinya merekah begitu saja saat kepala itu menoleh dan mendapatkan sebuah kalendar di atas nakas di samping ranjangnya. Ada binar antusias dari matanya melihat deretan angka. Merasa cukup puas dengan usahanya beberapa hari ini untuk menyelesaikan semua tugasnya dan akhirnya beberapa menit yang lalu kembali menginjakkan kaki di rumahnya.

“Hahhhh lima hari lagi,” desisnya senang. Tangannya bergerak cepat merogoh ponsel yang tersimpan di saku jaketnya. Dia butuh suara seseorang saat ini. Suara yang dirindukannya. Suara yang tak sempat di dengarnya hanya karena terlalu fokus bekerja dan pemilik suara itu juga tak mau repot-repot menghubunginya duluan. Tangannya menekan sederet angka di layar ponselnya. Sayangnya, sebuah panggilan lain justru menghentikan aktivitasnya. Dahinya sedikit mengernyit melihat nama pemanggil yang berkelap kelip di layar ponselnya. Dan akhirnya hanya mengedikkan bahunya acuh lalu menyentuh layar ponselnya.

“Yeoboseyo,” sahutnya setelah menempelkan ponsel itu ke telinganya. “Ada apa Chaerin~ssi?”

“Gaeul..” dahinya langsung berkerut mendengar nada panik itu. Tubuhnya yang semula berbaring di atas ranjang langsung berubah posisi menjadi terduduk dengan alisnya yang bertaut. “Apa Gaeul bersamamu?”

‘Tidak, dia tidak bersamaku. Aku baru pulang dari jepang.” Rasa panik itu langsnung menyerang dengan seketika. Matanya dengan cepat mengejar jam dinding kamarnya. Dan seketika itu juga dadanya langsung menghentak hebat. Ini sudah terlalu larut.

“Dia tidak bersamamu? Gaeul tidak ada di kamarnya. Atau jangan-jangan…”

 

*****

 

Mata Donghae tak mengerjap sedikit pun memandangi setiap lekuk wajah yang begitu dirindukannya. Terlalu diinginkan dan sangat dibutuhkannya. Tangannya menyusuri setiap sudut figura tanpa lelah dan tak berniat pula menjauhkan figura itu dari jangkauannya. Jika tidak bisa mendapatkan fisiknya, setidaknya foto itu masih bisa dimilikinya. Menyakitkan memang, tapi pria itu hanya bisa menerima rasa sakit yang telah dibuatnya sendiri. Sebesar apa pun dirinya berontak dan tak menerima takdir di depan matanya, pria itu juga tak kuasa memutar takdir yang memang tak bisa dikendalikannya. Hanya menyimpan luka. Menahan pedih. Dan merintih saat rasa itu tak tertahan lagi. Hanya itu. Hanya itu yang bisa dilakukannya.

Tapi sedetik kemudian akhirnya mata itu berhasil teralihkan dengan cepat. Kepalanya menoleh dengan seketika saat pintu kamarnya tiba-tiba berdecit terbuka secara perlahan. Refleks mata pria itu menyipit cepat yang detik berikutnya berubah menjadi terbuka lebar dengan detakan jantung yang membabi buta. Mulutnya menganga lebar mendapati seorang gadis yang berdiri di depan pintu kamarnya. Seorang gadis yang hanya berbalut gaun tidur berwarna putih dengan kepala tertunduk tak berdaya.

“Gaeul~a..” desisan itu melayang seiring dengan tubuhnya yang meloncat dari ranjangnya. Kakinya bergerak cepat menghampiri tubuh lemah yang terus mematung di tempatnya. Tak membutuhkan waktu lama, tangannya sudah berhasil meraih bahu gadis itu yang seolah akan remuk di tangannya. “Gaeul~a..” lagi, suara paniknya tak terjawab. Gadis itu tak memberikan respon apa pun meskipun kakinya ikut berjalan saat tangan Donghae menariknya masuk, mendudukkan tubuh kecil itu di ranjang, di sampingnya. Gadis itu seakan tak bernyawa. Hanya raga kosong yang terus diam namun tak menerima kehilangan jiwanya.

Tangan Donghae turun ke telapak tangan itu. Digosoknya pelan, berusaha mengalirkan kehangatan suhu tubuhnya pada tubuh yang masih membeku itu. Ditatapnya perih wajah pucat tanpa ekspresi yang masih menatap kosong lantai di bawahnya. Hidungnya memerah, menunjukkan betapa lelahnya gadis itu menahan isakan pedih yang mungkin terpendam di tenggorokannya.

“Gaeul~a,” pria itu mulai tak sabar sekaligus cemas melihat tubuh itu masih tak bergeming. Dingkatnya kedua tangannya, menyentuh pundak ringkih itu dan menarikya pelan hingga menghadap ke arahnya. Matanya tak lelah memperhatikan objek yang begitu haus untuk dilihatnya. “Gaeul~a, kau kenapa? Kau bisa dengar aku, hmm?” suara lembut itu berusaha membujuk lawan bicaranya. Dan berhasil. Secara perlahan kepala itu terangkat dan membalas tatapan menuntut dari Donghae yang hampir gila menunggu respon dari manusia yang seperti mayat hidup di hadapannya saat ini. Saat itu juga tamparan telak yang tak kasat mata langsung menghajarnya. Kulitnya bagaikan tercabik saat mata itu memandangnya dengan putus asa. Penuh luka. Penuh rasa sakit. Dan tersiksa begitu parah. “Gaeul~a…”

BRAKKKK…

Sontak tubuh Donghae terjatuh ke lantai. Tangannya tertempel begitu lemah di samping tubuhnya yang terduduk di atas lantai. Tangan itu begitu cepat dan tanpa ampun menyerang setiap jengkal tubuhnya. Pukulan-pukulan kecil dan lemah itu meninggalkan bekas yang teramat parah untuk dirinya. Bukan rasa sakit karena pukulan itu, tapi sakit melihat reaksi yang tak pernah diduganya. Napasnya tercekat sedangkan matanya menatap sendu pada seorang gadis yang juga terduduk di hadapannya dengan tangan yang tak berhenti menghujaninya dengan pukulan sarat emosi yang sudah tak bisa ditahannya lagi.

“Kenapa kau kembali? KENAPA KAU HARUS KEMBALI LEE DONGHAE?” pria itu tetap tak bergeming mendengar jeritan yang diiringi suara tangis yang pecah. Kamarnya yang semula terasa begitu hening, berubah menjadi begitu menyeramkan dan seperti neraka hidup untuknya. Terlalu menyakitkan mendengar suara tangis yang tak pernah di dengarnya sebelumnya. “Kenapa kau begitu egois? Kenapa kau harus menyiksaku hingga seperti ini? Kenapa kau terlalu kejam padaku? Kenapa kau harus kembali disaat aku menerima takdirku yang lain?” mulut Donghae tak membuka sedikit pun. Tubuhnya tetap pasrah menerima pukulan yang semakin lama tak menimbulkan rasa di tubuhnya. Hanya matanya yang mulai menggenang melihat wajah yang basah di hadapannya itu. Begitu menyakitkan sampai dirinya tak tahu rasa sakit bagaimana lagi yang bisa membunuhnya dan melemparnya ke luar dari dunia ini selain rasa sakit yang menyerangnya sekarang. “Bagaimana aku bisa menikah dengan pria lain disaat orang yang kucintai justru kembali ke dalam hidupku?”

Tidak. Pria itu sudah tak mampu lagi menahannya. Dengan cepat Donghae mencengkeram tangan yang terus bergerak itu dan dengan kilat menariknya ke dalam pelukannya. Tangannya mendekap erat punggung yang naik turun menahan isak tangisnya. Merasa begitu sakit saat dadanya basah karena air yang tak juga surut. Begitu sesak merasakan tangan itu justru membalas melingkar di pinggangnya begitu kuat.

“Apa yang harus aku lakukan, Oppa? Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Maafkan aku.. Maafkan aku.. Maafkan aku, Gaeul~a,” nada cepat itu langsung keluar dari bibirnya. Nada putus asa itu tak sanggup di dengarnya lagi. Begitu menekan dadanya, hingga sulit untuk bernapas. “Maafkan aku.”

“Hentikan!!”

Sontak Donghae melepaskan pelukannya saat suara berat dengan nada tajam itu menyahuti ucapannya. Matanya mendapati wajah pucat Gaeul yang semakin memutih dengan kedua matanya yang membuka lebar. Perlahan, kepala Donghae bergerak mengikuti arah pandang gadis yang masih terduduk shock di hadapannya. Dan benar saja, tebakannya tak meleset sedikit pun. Pemilik suara yang berdiri di depan pintu kamarnya itu menatap dingin ke arahnya.

“Hyukjae…”

*****

 

Tubuh Hyukjae tetap terpaku di tempatnya. Matanya tak mengerjap sedikit pun, meskipun faktanya dirinya sudah tak mampu lagi melihat. Kebahagiaannya hilang dalam seketika. Kerinduannya lenyap tak berbekas. Hanya ada rasa sakit. Terlalu sakit melihat kedua wajah yang terperangah memandangnya saat ini.

Detak cepat jantungnya masih terasa hingga detik ini. Sesak di dadanya terus bertambah sejak Chaerin menyebutkan nama itu. Benar-benar tak ingin percaya. Tapi fakta di depan matanya sudah cukup menyakitinya. Berharap ini hanya sebuah mimpi, tapi sialnya mimpi ini pun tak menghilang dengan segera.

Dilangkahkannya kakinya perlahan. Dan rasa itu kembali menghentak saat tubuh itu berdiri dan dengan beraninya menyentuh pundak calon istrinya untuk membantu gadis itu ikut berdiri. Dadanya naik turun tak terkendali, terasa begitu sakit saat gadis itu justru tertunduk dan memilih berlindung di balik punggung itu.

Ditatapnya nanar sepasang mata yang sudah berada tepat di depannya. Tatapan hangat yang justru sekarang ingin dimusnahkannya. “Apa kau tidak malu, membawa calon istri sahabatmu sendiri ke ruang pribadimu di malam hari, Donghae ~ssi?“ nada itu begitu tajam, seolah anak panah yang siap menusuk lawannya. Tapi Donghae tetap tak bergeming, justru hanya membalas tatapan sinis Hyukjae yang menyala panas. “Pulang Gaeul~a,” desisnya lagi tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Donghae. Matanya berusaha menguliti wajah sahabat yang sudah dikenalnya hampir di seumur hidupnya. “Aku bilang pulang Cho Gaeul!!” teriaknya sembari mendorong tubuh Donghae dan menaraik kasar tangan kecil itu hingga akhirnya tubuh itu berada di sampingnya. Emosi yang berusaha ditahannya, meledak parah melihat tubuh gadis itu yang semula tak bergeming dan justru menangis dengan semakin menyembunyikan wajahnya di balik punggung sahabatnya.

Ditatapnya kembali mata Donghae yang membuka lebar. Dan hanya ada kedutan perih di rahangnya yang semakin memancing emosinya.

“Akhhh..”

Erangan sakit dari mulut Gaeul diabaikannya begitu saja dan justru membalikkan tubuhnya dengan kasar. Melangkahkan kakinya cepat dengan tangannya yang menggenggam erat pergelangan kecil itu. Menyeret gadis itu menuju pintu kamar. Lagi-lagi ringisan itu lolos dari bibir Gaeul.

“Hyukjae!!”

Kaki Hyukjae terhenti dengan kaku. Tubuhnya kembali berbalik mendapati tangan Donghae yang juga melingkar di pergelangan tangan Gaeul yang bebas. “LEPASKAN!!” sentaknya kasar pada tangan Donghae dan menarik tubuh Gaeul kembali ke balik tubuhnya. Matanya berkilat memandang garang wajah di hadapannya. “Kesempatanmu sudah berakhir Lee Donghae. Kesempatanmu sudah berakhir sejak kau meninggalkannya dua tahun yang lalu. Jangan pernah berharap kesempatan kedua akan datang padamu. DIA CALON ISTRIKU!!!”

Dunia seakan berhenti berputar. Hanya deru napas gusar yang saling bersahut-sahutan. Dua pasang mata yang selalu menunjukkan keakraban berubah menjadi kilatan yang ingin menyambar lawannya masing-masing. “Dia milikku,” tegas Hyukjae kemudian kembali menyentak tangan Gaeul. Menyeret gadis yang sudah lusuh karena air mata dan bahkan tak sanggup berdiri pada kedua kakinya sendiri.

“CHO GAEUL DILAHIRKAN HANYA UNTUKKU, LEE HYUKJAE!!!!”

 

*****

“Cho Gaeul dilahirkan hanya untukku. Untukku..”

Desisan pelan itu kembali terucap oleh lidahnya. Entah berapa lama kalimat itu terus berdesis dari bibirnya. Nyawanya melayang melihat gadis itu dibawa paksa oleh sahabatnya sendiri. Bahkan teriakan nyaring sebelumnya yang menggema di apartemen mewahnya seolah berbalik justru menyakiti dirinya sendiri.

Kebas.. Jiwanya sudah melayang. Terlalu sakit melihat tangan itu terlepas dari genggamannya. Sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Kesakitan yang tak ada duanya.

Matanya tak teralihkan sedikit pun pada pintu apartemennya yang terbuka. Matanya menatap nanar pada angin tak kasat mata. Dan semua nyawanya seolah sudah tercabut hingga membuatnya tak sanggup untuk berdiri lagi. Lutut itu terhempas begitu saja menyentuh lantai dengan kepala yang langsung tertunduk dan jatuhnya air mata di pipinya.

“Dia untukku, Hyukjae~ya. Untukku.. Gaeul untukku, Hyukjae~ya..”

 

*****

“Oppa…”

Desisan itu terhenti dan tergantikan dengan kepalanya yang mendongak shock saat tangan Hyukjae membuka pintu mobilnya lalu membantingnya kasar. Gadis itu hanya meringis menahan sesak, menggigit bibir bawahnya mendapati Hyukjae yang sudah berada di sisi pintu mobil di sebelahnya. Kepalanya mengangkat, memandangi wajah dingin sarat amarah itu seakan menarik paksa nyawa yang bersarang di tubuhnya.

Lagi, gadis itu meringis merasakan Hyukjae kembali mencengkeram pergelangan tangannya, menariknya keluar dari mobil dan dengan cepat menyeret gadis itu menuju pintu rumahnya. Mata Gaeul terpejam begitu saja saat tangan Hyukjae menarik kenop pintu lalu mendorong kasar tubuh mungilnya hingga masuk ke dalam rumah.

“Oppa..” panggilan itu kembali mengalun dari bibirnya melihat kaki itu siap bergerak pergi. Matanya memandang sendu saat wajah itu secara perlahan menoleh dan menyiratkan kesakitan yang luar biasa.

“Aku tidak tahu bagaimana rasanya sakit di tinggalkan oleh seseorang. Terkecuali kau begitu ingin membagi rasa sakit itu kepadaku, Gaeul~a.”

Matanya terbelalak lebar dengan genangan air mata yang semakin mengumpul hingga akhinya hanya pintu yang kembali terutup itu yang sanggup di tangkapnya. Sekujur tubuhnya bergetar hebat menerima rasa sakit setelah apa yang di dengarnya. Kalimat itu…. bagaikan mata pisau yang menggores jantungnya saat ini.

”Gaeul~a..”

Mata Gaeul hanya mengerjap memandangi pintu mendengar panggilan pelan di balik tubuhnya. Air itu mulai meluap dan membuat Gaeul terduduk di lantai. Kepalanya menatap kedua telapak tangannya yang menempel pada lantai. Membiarkan air mata itu jatuh membasahi apa yang ada di bawahnya.

“Gaeul~a.. maafkan aku. Aku tidak bermaksud memberi tahu Hyukjae. Aku hanya panik tak mendapatimu di kamar. Maafkan aku..”

Perlahan kepalanya mulai terangkat mendengar isak tangis dari gadis yang juga berlutut di hadapannya. Di tatapnya gadis itu sekaligus seorang pria tua yang berdiri tak jauh darinya dengan genangan yang masih mengaburkan daya pandangnya. Kepalanya bergerak pelan dan saat itu juga tangisnya pecah tak terkendali membuat Chaerin menariknya ke dalam dekapannya. Begitu menyesakkan untuknya.

“Aku menyakitinya, Chaerin~a… Aku menyaikitinya disaat aku juga tak bisa melepaskan orang itu. Dadaku sakit. Aku menyakitinya, Chaerin~a..”

 

*****

Hyukjae termangu dan tak berniat beranjak sedikit pun dari tempatnya berada. Tiga puluh menit pria itu berdiam diri di dalam mobilnya tak membuatnya bosan memandangi bangunan di hadapannya dengan pandangan memburam. Mata Hyukjae tak berkedip sedikit pun memandangi jendela rumah yang tertutup itu. Kakinya berkali-kali menginjak pedal gas mobilnya yang dalam keadaan mati. Bahkan tangannya juga tak berniat bergerak memutar kunci mobilnya.

Hembusan napas berat itu bebas dari hidungnya, setelah sebelumnya pria itu bahkan seolah tak memiliki organ paru-paru lagi. Terlalu menyesakkan dan tak tertahankan. Begitu sulit menerima kenyataan yang baru didapatkannya. Begitu sakit menemukan calon istrinya justru berlari menangis di dalam pelukan pria lain. Dan parahnya itu adalah sahabatnya sendiri.

“Bagaimana aku harus menikah dengan orang lain disaat orang yang kucintai justru kembali ke dalam hidupku?”

Sontak mulutnya membuka lebar, berusaha menarik napas sebanyaknya seiring air mata yang langsung jatuh tak tertahankan. Dadanya mengerang parah diiringi dengan suara isakan yang akhirnya lolos dari bibirnya. Dihempaskannya kepalanya pada punggung kursi mobilnya, sedangkan tangan kanannya terus menutupi dahinya yang mulai mengeluarkan urat-urat tegang dari wajah putihnya dan tangan kirirnya mencenkeram setir mobil dengan erat, menyalurkan emosinya yang tak terkendali. Rasa sesak itu kembali menguasainya. Denyutan sakit menghentak-hentak organ vitalnya mengingat kembali bagaimana suara putus asa itu menyakiti inderanya.

“Kenapa harus dia? Kenapa harus Lee Donghae?”

*****

2 Days Later

Hyukjae menatap diam tubuh sesorang yang tengah duduk di salah satu kursi taman yang ada di dekat kantornya. Matanya menyelidik tajam wajah seseorang yang hanya dilihatnya dari samping. Sejenak, pria itu menghembuskan napasnya panjang sebelum akhirnya melangkahkan kakinya mendekat dengan tangannya yang terselip di saku celananya.

Tanpa suara, pria itu duduk di kursi yang sama. Tangannya melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya kemudian melepaskan beberapa kancing jas hitamnya dari lubangnya. Tak berniat menoleh dan juga tak mendapatkan pandangan dari pria di sampingnya. Hyukjae atau pun pria itu tetap menatap lurus ke depan.

“Aku tak peduli dengan kisahmu atau pun kisah dirinya bersamamu,” tukasnya pelan. Dan lagi tak memancing pria di sampingnya untuk menoleh. Sejenak Hyukjae menarik napasnya. Akhirnya pria itu menyerah. Ditolehkannya kepalanya dan mendapati garis rahang lembut dari wajah itu dengan ekspresi datar. Hembusan napas pria itu juga tak terdengar olehnya, membuat Hyukjae menarik kesimpulan, pria itu sama dengan dirinya, tercekat, terlalu sulit untuk sekedar bernapas dengan normal. Selalu saja tertahan di tenggorokan dan menimbulkan rasa sakit yang teramat. “Dia akan menjadi istriku. Itu yang akan menjadi hidupnya sekarang dan nanti, Donghae~ssi. Kuharap kau bisa mengerti,” cetusnya cepat dan langsung bangkit dari duduknya, bersiap melangkah menjauhi pria yang tak sanggup dilihatnya saat ini. Bagaimana pun kuatnya ikatan mereka selama ini, tetap saja rasa sakit itu membutakan dan berusaha menghapus memori lama yang selalu dikenangnya.

“Dia mencintaiku..” Sontak kaki Hyukjae terhenti seketika. Rahangnya mengeras dengan pacuan darah yang berdesir cepat melewati setiap pembuluh darahnya. “Dia masih mencintaiku sampai detik ini.”

BUGGGG

Tangan Hyukjae begitu cepat menyambar kerah kemeja Donghae yang sudah tersungkur di atas rumput, membuat kepala sahabatnya sedikit mendongak meskipun tatapannya tetap menunduk tak berniat menatap Hyukjae. Pria itu juga tak peduli dengan darah yang mulai merembes di sudut bibir sahabatnya. Matanya berkilat marah dengan api yang menyala semakin besar. Tak peduli pula dengan dirinya yang hampir menduduki perut Donghae yang berada di bawah selangkangannya.

“Aku tak peduli siapa yang dicintainya!! Aku tak peduli siapa yang memiliki hatinya!! Aku tak peduli sekalipun dia akan mati jika tanpa dirimu, Lee Donghae!!” Desisan amarah bersahut-sahutan di lidahnya. Begitu ingin mengeluarkan semua kata kasarnya untuk pria yang terus saja diam dan tak berusaha membalas. “Kau yang melepaskannya. Kau yang menyia-nyiakannya. Setelah kau meninggalkannya dan sekarang kau kembali dengan harapan untuk memilikinya lagi. Jangan berpikir takdir berada di dalam genggamanmu, Donghae~ssi,” lanjutnya kemudian menghempaskan tubuh Donghae begitu saja hingga punggung itu menghantam rumput di bawahnya.

“Aku tidak pernah melepaskannya. Sedetik pun.. aku tidak pernah berpikir untuk melepaskannya.”

Mulut Hyukjae menganga sudah saat kepala itu secara perlahan terangkat, membalas tatapan yang sejak tadi memang dituntutnya. Tapi setelah detik itu, Hyukjae justru mengejang melihat tatapan sayu itu. Tatapan yang begitu dikenalnya. Tatapan yang selalu dilihatnya disetiap sahabatnya itu terluka parah. Bahkan tatapan itu lebih parah dari pada yang pernah dilihatnya sewaktu kematian ayahnya dulu. Hyukjae menggertakkan giginya, mengepal erat jemarinya, berusaha menahan laju emosi yang sudah berada di ujung-ujung sarapnya.

“Aku tidak peduli apa pun alasanmu. Sebaiknya kau tidak perlu datang ke pernikahanku. Atau kau akan menangis darah setelah melihatnya,” Desis Hyukjae cepat dan langsung membalikkan tubuhnya. Mengikuti gerak langkahnya yang sama cepatnya dengan setiap tarikan napas memburunya. Selalu yang disesalkannya, kenapa harus pria itu? Kenapa harus sahabatnya?

 

*****

Wedding’s Day

“Gaeul~a…”

Kepalanya yang sejak semula tertunduk akhirnya terangkat mendengar suara lembut itu. Matanya langsung mendapati bayangan dirinya sendiri yang terpantul dari cermin di hadapannya. Gaun putih dengan punggung terbuka, warna tipis di wajahnya dan rambut yang ditata begitu rapi. Memancarkan wajah anggunnya yang tak merona sama sekali.

Gaeul memejamkan matanya sesaat, berusaha mengalihkan bayangan dari cermin itu meskipun gagal, karena bayangan itu tak kan pernah menghilang selama dirinya duduk di sana. Dialihkannya matanya pada bayangan lain yang ada di cermin itu dan hanya bisa diam melihat tatapan sendu yang terarah padanya.

“Apa waktunya aku keluar?”

Suara pelan yang nyaris bagai bisikan itu tak digubris oleh Chaerin. Kakinya justru melangkah mendekat, menempelkan lututnya pada lantai ketika berada tepat di samping sahabatnya itu. Diraihnya tangan Gaeul yang meremas gaun putihnya dan tak segan menggenggamnya dengan erat seiring dengan kepalanya yang terangkat, memandangi wajah Gaeul dengan pandangan yang mulai mengabur.

“Jangan menyiksa dirimu lagi,” ucapnya samar tanpa melepaskan fokusnya pada mata kering yang juga tengah memandangnya. Tak ada genangan sedikit pun di dua bola mata sayu itu. Tapi tetap saja tak bisa menutupi keterpurukannya sejauh Chaerin memandang dalam ke dalam bola mata itu. Hanya tatapan kosong dan putus asa yang dia sendiri tak bisa menggambarkannya. Sudah cukup dirinya melihat ekspresi buruk itu selama beberapa hari ini. Dan dia tak sanggup lagi jika pada akhirnya ekspresi itu akan mengambil alih wajah sahabatnya di seumur hidupnya. “Jangan sakiti dirimu dengan keputusanmu, Gaeul~a. Ikuti apa kata hatimu. Jika kau menginginkan Lee Donghae, katakan pada Hyukjae.”

Sontak Chaerin meringis melihat kepala itu yang menggeleng lemah. Air mata yang semula ditahannya akhirnya berteriak menang dan menetes dengan riang di pipinya melihat bibir sahabatnya yang bergetar saat membuka. “Aku tidak bisa menyakitinya. Aku tidak bisa seegois itu padanya.”

“Tapi kau menyakiti dirimu sendiri.”

“Bukankah aku sudah terbiasa dengan rasa sakit? Bukankah hidupku memang selalu menyakitkan, Chaerin~a?”

Kalah. Kepala Chaerin tertunduk lemah tak sanggup lagi meihat wajah itu. Telinganya juga tak sanggup mendengarkan apa pun lagi dari suara bergetar itu. Ditolehkannya kepalanya ke arah pintu ruang tunggu ini dan semakin meringis melihat pria paruh baya yang juga mematung menatap lantai. Terlalu menyakitkan. Kenapa dirinya harus selalu melihat kesakitan yang selalu sama di kehidupan keluarga sahabatnya?

*****

Memasuki gerbang baru dan meninggalkan pintu masa lalunya. Gaeul hanya menatap pintu besar yang masih tertutup di hadapannya dengan tatapan kosong. Tangannya yang melingkar di lengan seorang pria paruh baya di sampingnya seolah menjadi sandaran untuknya berdiri saat ini. Matanya mengerjap pelan menahan rasa panas yang berkedut parah di sudut matanya saat pintu besar itu secara perlahan terbuka lebar.

Matanya menatap lurus suasana putih yang menghiasi ruang besar itu. Matanya menerawang kosong seiring dengan langkah yang dipaksanya untuk melangkah. Matanya tetap tertuju pada sosok seseorang lengkap dengan tuxedo putihnya yang berdiri di depan altar dengan tatapan yang melesat cepat ke arahnya.

Gadis itu berusaha sekuat tenaga memompa paru-parunya. Ditegakkannya dagunya, memaksa lehernya untuk terus menahan kepalanya untuk terus tegak dengan benar. Kalah, sialnya rasa yang menghentak di dadanya justru membuat kepalanya tertunduk tak berdaya. Tulang lehernya mulai bermunculan memperlihatkan gadis itu yang mati-matian menahan rasa sesak di rongga dadanya. Ditariknya napasnya dalam, dan berusaha menegakkan kembali kepalanya lalu menoleh ke arah Chaerin yang berdiri di kursi tamu barisan depan. Tapi sedetik kemudian, napasnya tercekat dengan cepat di tenggorokannya seiring dengan langkah kakinya yang langsung terhenti melihat kursi tamu yang kosong. Tak ada manusia manapun selain keluarga Hyukjae dan Chaerin yang berdiri memandang ke arahnya. Matanya terbelalak shock dengan genangan air mata yang semakin banyak mengumpul di matanya. Bahkan kakinya tak sengaja bergerak mundur melihat langkah tegas dan kasar Hyukjae yang tiba-tiba melesat cepat ke arahnya. Tangannya yang semula tersangkut di lengan ayahnya dengan seketika terlepas dan menatap takut pria berekspresi dingin di hadapannya saat ini.

“O-Oppa…” desisnya sesak, melihat mata yang berkilat. Bibir itu tak membuka sedikit pun, hanya memberikan tatapan tajam yang semakin membuat Gaeul meremas erat gaun putih panjangnya. Dadanya seakan runtuh. Jantungnya seolah tak berfungsi lagi saat gigi itu mengejar bibir bawah Hyukjae yang juga ikut bergetar. Refleks tangan Gaeul terulur, berusa menyentuh tangan yang terkepal di kedua sisi tubuhnya. Tapi setelahnya matanya justru terbelalak lebar melihat tangan itu menghindar dari sentuhan lemahnya.

“Pergilah..”

Air mata itu tumpah sudah di pipi Gaeul. Kepalanya bergerak pelan menghalau rasa sakit yang semakin menjadi. Pandangannya yang kabur membuatnya tak bisa lagi melihat wajah itu dengan jelas. Hanya isakan pelan yang tak sanggup lagi ditahannya hingga akhirnya lolos dari bibirnya. Sekabur apa pun wajah itu di pandangannya, gadis itu tak berniat sedikit pun untuk mengerjapkan matanya. Bahkan tubuhnya juga tak bergeming sedikit pun. Hanya terus memandang sakit pria yang tertunduk tanpa ekspresi di hadapannya.

“Oppa..”

“Pergilah… Gaeul~a.. Pergilah…”

*****

“Donghae~ya, kau dimana? Katakan pada hyung, kau dimana Lee Donghae?”

Ponsel itu masih menempel di telinganya, tapi tak ada satu kata pun yang ingin diucapkannya untuk menjawab seruan panik itu, hingga berakhir dengan memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celananya. Matanya tetap memandang kosong angin tak kasat mata yang berkeliaran di sekitar tubuhnya. Kakinya bergerak gontai berusaha mencapai ujung koridor yang panjang ini. Berkali-kali helaan napas berat itu lolos dari hidungnya seiring tangannya yang memutar kenop pintu apartemennya.

Didongakkannya kepalanya menatap langit-langit apartemennya ketika pintu itu kembali tertutup. Suara detak jarum jam yang berbunyi sesuai irama itu bertolak belakang dengan detak jantungnya yang bekerja begitu lemah. Tangan kanannya bergerak begitu saja melemparkan jas hitamnya ke atas sofa, sedangkan tangannya yang bebas berusaha menarik dasi yang terasa semakin mencekik lehernya.

Digigitnya bibir bawahnya, menyalurkan rasa sakit yang tak bisa ditahannya lagi. Seolah begitu banyak mata pisau yang bermain-main di kulitnya saat ini. Kepalanya seakan hancur dan berserakan mengingat hari terburuk di dalam hidupnya ini. Sungguh pria itu berharap dunia berhenti berputar, hingga dia tidak perlu memikirkan bagaimana dirinya akan hidup di esok hari.

Tangannya bergerak cepat mengejar rambutnya, ketika luapan itu mulai datang lagi. Semakin mendorong untuk keluar. Bersusah payah dirinya menghindari hari ini, tapi nyatanya hari ini tetap datang dan seolah mematikan seluruh organ vitalnya. Hidupnya terasa begitu gelap dan kelam.

“Kau tidak bisa menahannya, Lee Donghae. Kau tidak bisa egois untuk mengubah keputusannya,” desis putus asa yang nyaris bagaikan bisikan samar itu lolos dari bibirnya, menciptakan dentuman keterlaluan pada jantungnya.

Diletakkannya lemah tangannya pada dadanya, berusaha merasakan detak yang semakin tak normal. Dilangkahkannya cepat kakinya menuju kamarnya dan menarik pasrah pintu ruangan yang selalu mengingatkannya pada aroma yang begitu ingin dihirupnya. Tapi sedetik kemudian, kakinya terhenti seketika dengan mata yang melebar tak percaya melihat ranjang besarnya. Tubuhnya mematung dengan aliran darah yang justru berdesir tak terkendali. Napasnya yang semula tercekat di tenggorokan lolos shock seiring dengan suara serak yang melantun dari pita suaranya.

“K-kau?” Matanya mengerjap sakit, takut apa yang dilihatnya saat ini hanyalah halusinasi yang pada akhirnya akan membuat nyawanya akan semakin tercabik. Rahangnya bergerak pelan seiring dengan gertakan gigi-giginya dan kepalan tangannya yang berada di kedua sisi tubuhnya. Parahnya, gadis yang duduk bersandar di atas ranjangnya itu begitu terlihat nyata. Tatapan itu juga tak bisa membuktikan bahwa ini hanya sebagai halusinasinya. Sesaat Donghae memejamkan matanya diiringi dengan napas tertahannya, sialnya sosok itu masih terlihat begitu nyata di matanya. “Apa.. Apa yang kau lakukan di kamarku? Suamimu akan kalap melihat istrinya justru berada di kamar pria lain di saat malam pengantinnya.” Ada perasaan nyeri saat lidahnya bergerak begitu lincah menyatakan kata kepemilikan lain yang sudah dimiliki oleh gadis yang begitu dibutuhkannya di dalam hidupnya, ditambah dengan bibir gadis itu yang tak bergerak sedikitpun, hanya memandangnya datar.

“Hyukjae akan…”

“Aku memang akan kalap, bahkan tak ragu membunuhmu jika kau berani meninggalkannya lagi..”

Sontak lidah Donghae terhenti dan langsung menolehkan kepalanya dalam sekali gerakan. Mulutnya menganga dengan mata yang sedikit menyipit melihat tubuh seseorang berdiri bersandar pada pintu kamarnya dengan segelas air mineral di tangannya. Seorang pria yang hanya berbalut kemeja putih yang terlihat sedikit berantakan. Kemeja itu mulai keluar dari selipan celananya, sedangkan beberapa kancing teratasnya juga mulai terbuka.

Donghae menahan napasnya melihat dua sosok itu secara bergantian. Dahinya berkerut pedih melihat dua orang itu tiba-tiba berada di dalam apartemennya, ditambah dengan tatapan Hyukjae yang justru menatapnya santai.

“Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau menyakitinya lagi, Donghae~ya.” Nada itu terdengar terlalu ringan tapi justru menimbulkan pergolakan yang begitu hebat di dalam dada Donghae. Matanya tak lepas memandangi wajah Hyukjae yang menatapnya dengan pandangan meremehkan.

“Hyukjae~ya..”

“Sudahlah, aku mau pulang. Dasar pasangan bodoh dan menyedihkan. Aku tidak mau bergabung diantara pasangan seperti kalian. Tapi kau berhutang satu hal padaku, Lee Donghae. Kau harus mencari pengganti Gaeul untukku. Aku tidak mau tahu, gadis itu harus lebih cantik dari Gaeul, arasseo?”

Tubuh Donghae tak bergeming, justru secara perlahan genangan di sudut matanya mulai terisi penuh melihat Hyukjae tersenyum ke arahnya sebelum akhirnya melangkah menuju pintu apartemen.

“Berhentilah menjadi pria bodoh, Lee Donghae!! Menjadi tampan saja tidak cukup di dunia ini jika kau tak memiliki otak!!!”

Kekehan lelah itu langsung lolos dari bibir Donghae mendengar teriakkan seiring suara pintu yang kembali tertutup, meskipun nyatanya genangan itu belum juga surut. Tapi sedetik kemudian napasnya kembali tercekat saat kepalanya bergerak cepat memperhtaikan sosok gadis yang masih bersandar di punggung ranjangnya, gadis dengan pakaian casual yang terus menatap dingin ke arahnya.

“Gaeul~a…”

 

*****

Gaeul’s POV

Bagaikan angin segar langsung menerpa tubuhku saat bibir itu begitu lembut menyebut namaku. Nada yang begitu kurindukan. Suara lembut yang begitu membuaikan. Ini yang ingin ku dengar. Suara seperti ini yang selalu kuharapkan kembali mengalun di telingaku, bukan isak tangis menyedihkan dari bibirnya yang meratapi fakta menyakitkan yang baru di dapatkannya mengenai kehidupannya.

Diam-diam kutarik napasku lega. Kuangkat daguku, berusaha menciptakan ekspresi angkuh yang ingin kutunjukkan padanya. Kupandangi wajah itu dengan tajam, berbanding terbalik dengan tatapan hangat sekaligus sendu yang kudapat dari sorot mata favoritku di tengah tubuhnya yang tetap saja tak bergeming. Hanya terus berdiam diri di tempatnya dengan pandangannya yang seakan menyusuri setiap inch kulit wajahku.

“Kemari..” tukasku pelan sembari membalas tatapan hangatnya dengan nada perintahku. Tapi pria itu seolah tetap tak benyawa dan tak bergerak selangkah pun dari tempatnya. Hanya kepalanya yang sedikit bergerak miring, seolah mencari kenyamanan lain dari apa yang sudah didapatkannya. Seolah merasa tak puas dan ingin mencari kenikmatan lebih yang ingin di dapatkannya hanya dengan memandang wajahku intens melalui tatapan nanarnya. “Kemari!!” desisku lagi dengan nada sedikit tinggi untuk memerintahnya.

Mataku bergerak mengikuti kakinya yang akhirnya melangkah pelan. Kususuri langkahnya dengan mataku dan kembali memandang wajahnya saat tubuh itu duduk di tepi ranjang memunggungiku dengan kepala tertunduk menatap lantai kamarnya.

“Berbaringlah.” Tak ada pergerakan dari tubuhnya atas ucapanku. Hanya punggung itu yang terus terlihat naik turun seolah berusaha memancing paru-parunya untuk bekerja lebih baik lagi. “Aku bilang berbaring, Lee Donghae!!” Kepala itu bergerak pelan menoleh ke arahku. Kusipitkan mataku, dan memiringkan sedikit kepalaku untuk memandang wajah datar tanpa ekspresi itu. “Apa kau tidak mendengar ucapanku?”

Seperti robot, secara perlahan tubuh itu mematuhi perintahku. Kakinya mulai naik ke atas ranjang dan membuatku memejamkan mata menahan luapan di dadaku saat punggung itu benar-benar menyentuh ranjang. Wajah ini.. wajah seseorang yang berbaring di sampingku ini bukan mimpi yang kuharapkan. Ini kenyataan. Kenyataan yang kutunggu selama dua tahun.

Kususuri kembali secara perlahan wajah itu dengan mataku. Dan saat itu juga aliran darahku membawa semua luapan rindu yang tak tertahan itu disetiap ujung saraf tubuhku. Kujauhkan punggungku dari sandaran ranjang dan dengan cepat merosot hingga ikut berbaring di atas ranjang, di sampingnya dan langsnung merebahkan kepalaku di dadanya. Tanganku bergerak sendiri meraih pinggang itu dan napas lega meluncur begitu sempurna saat tangan itu mendekap punggungku begitu erat, menarikku lebih dalam, membuatku hanyut akan aroma yang tak tercium olehku sejak lama. Kupejamkan mataku, merasakan kehangatan yang begitu menyenangkan. Merasakan damai dari setiap sentuhan protektifnya yang seolah tak ingin melepaskanku lagi.

“Maafkan aku.”

Kubuka mataku dan hanya bisa tersenyum mendengar nada yang begitu lelah itu. Kumainkan tanganku pada kancing kemeja birunya, dan kembali menggerakkan kepalaku mencari posisi yang lebih nyaman di atas dadanya. Merasa lebih lepas saat tangannya membelai lembut rambutku. “Kau dan kakakmu sama saja. Kalian selalu memiliki alasan untuk meninggalkanku.”

“Tapi Lee Donghwa tidak memiliki alasan untuk kembali. Kami berbeda.”

“Memangnya apa alasanmu?”

Hembusan napas hangat itu menyentuh langsung kulit kepalaku. “Kau dilahirkan untukku.”

“Benarkah?” sahutku dengan nada sedikit mencibir dan langsung dibalas dengan gumaman yakinnya, seolah tak peduli dengan cibiran yang terlantun begitu lancar di bibirku. Kutarik napasku dalam-dalam, menghirup aroma yang seperti heroin untukku, berusaha memuaskan kebutuhan diriku akan aroma segar yang menguar dari tubuhnya. “Kenapa hidupku harus selalu dikelilingi oleh pria bermarga Lee?” desahku pelan yang langsung menerima belaian hangatnya di punggungku.

“Pria bermarga Lee lainnya hanya sebagai jalan untuk membawamu ke dalam dekapan Lee Donghae.” Jawaban bodoh yang justru malah membuatku merasa sangat puas. Benar.. aku hanya butuh pria bernama Lee Donghae, bukan pria bermarga Lee lainnya yang selalu berkeliaran di hidupku. Sebanyak apa pun pria bermarga Lee yang mengusik hidupku, tetap saja aku ingin kembali hanya pada Lee Donghae. “Aku mencintaimu. Sungguh, Aku benar-benar mencintaimu.. Aku..”

“Hentikan!!” sambarku cepat. Kuangkat kepalaku, menempelkan daguku pada dadanya, memandangi wajah yang ikut menunduk akibat gerakan tiba-tibaku. “Aku tidak mau mendengar pernyataan cintamu lagi. Aku tidak mau terbuai dengan kata-kata manismu dan besok pagi kau akan kembali menghilang seperti dulu.”

Mata itu terpejam sesaat diiringi dengan helaan napas panjangnya. Tangannya yang semula di punggungku, mulai bergerak naik menuju wajahku, menyentuhkan jari-jarinya, berusaha melukis setiap garis wajahku dengan begitu lembut. “Tidak akan pernah lagi.”

“Aku sudah tidak percaya padamu. Kau sudah mengkhianati kepercayaanku.”

“Kalau begitu, aku akan berusaha dari awal lagi untuk membuatmu kembali percaya padaku.”

Lagi-lagi cibiranku melayang tanpa bisa kutahan. Kurebahkan kembali kepalaku di dadanya. Melingkarkan tanganku dengan erat di pinggangnya. “Semoga berhasil.”

“Pasti berhasil.”

Satu hal yang kutahu di dalam hidupku. Aku tetap bisa hidup tanpa meraih keinginanku. Tapi aku tidak bisa hidup tanpa mendapatkan kebutuhanku. Dan dia.. dia yang kubtuhkan di dalam hidupku. Hanya pria bodoh bernama Lee Donghae.

*****

Donghae’s POV

Kepalaku tetap tertunduk memandnagi lantai. Tidak hanya itu saja, sejujurnya mataku mengarah pada sepasang kaki dengan sebuah tongkat di sampingnya. Leherku terasa begitu lemah dan tak sanggup hanya sekedar menyanggah kepalaku untuk tegak, memandang wajah seorang pria paruh baya yang duduk tepat di hadapanku. Untuk saat ini, aku sudah tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya. Tapi aku tidak bisa mendapatkan apa yang kubutuhkan jika tanpa ijin darinya.

“Aku tidak menyangka kau sepengecut ini.” Aku memejamkan mataku nyeri mendengarnya. Ada rasa yang seolah langsung jatuh ke mata kakiku saat suara beratnya menghantam telingaku. Tapi di sisi lain ada rasa lega mendengar suara itu yang begitu mulus mengalun, tidak seperti dua tahun yang lalu saat aku masih sering bersenda gurau dengannya.

“Maafkan aku abeonim..” hanya kalimat itu yang sanggup kuucapkan. Seolah itu adalah kata mati yang kukenal di duniaku.

“Jika aku mempermasalahkan latar belakang hidupmu, sejak awal aku tidak mungkin membiarkanmu memberikan harapan lebih pada putriku saat kutahu dalam tubuhmu mengalir darah yang sama dengan pria yang sudah mempermainkan hidup putriku. tapi nyatanya, aku tetap membiarkan putriku menggantungkan hidupnya padamu. Dan justru kau menghilang hanya karena alasan bodoh seperti itu.”

Kutundukkan kepalaku semakin dalam. Lidahku kaku hanya sekedar menimpali ucapannya. Benar, aku memang pria paling pengecut di dunia ini.

“Aku tidak peduli darah apa yang mengalir di tubuhmu. Aku tidak peduli, bagaimana kau bisa lahir ke dunia ini. Aku hanya peduli, apa yang dibutuhkan oleh putriku untuk hidupnya.”

Sontak kuangkat kepalaku dan langsung mendapati tatapan tenang itu menerjang wajahku. Tatapan itu tidak berubah. Masih sama dengan tatapan yang begitu bersahabat dari pria tua yang ku kenal dulu. Pria tua yang dengan senang hati mendengarkan ceritaku. Pria tua yang justru selalu senantiasa mendukung apa pun yang kulakukan meskipun itu bertentangan dengan persetujuan putrinya.

“Abeonim..”

Bahu itu bergerak pelan, menunjukkan napas panjang yang baru saja dilepaskannya. Kepalaku ikut terangkat saat tubuh itu berdiri, memandang sejenak ke arahku sebelum mengalihkan fokusnya pada pintu kamarnya. “Berhenti menguping, Gaeul~a.”

Kutolehkan kepalaku seiring dengan decitan pelan dari pintu kamarnya yang terbuka. Kepalaku sedikit bergerak miring melihat gadis itu berdiri di depan pintu dengan mata yang tak fokus dan tangan yang bergerak di atas kepalanya.

“Lakukan dengan segera jika kau masih menginginkan putriku, atau jangan pernah berharap lagi untuk memilikinya.”

Napas legaku meluncur begitu saja seiring dengan tubuh itu berjalan pelan menuju pintu kamarnya. Sontak tubuhku berdiri cepat dan langsung membungkuk ke arahnya meskipun kepala itu tidak menoleh lagi ke arahku, justru berjalan santai melewati tubuh putrinya yang berdiri salah tingkah di depan pintu karena mata pria tua itu sempat menatapnya sesaat sebelum kembali melangkah keluar hingga menghilang dari pandangan.

Kusunggingkan senyumku pada gadis itu saat matanya mengarah padaku. Ada cibiran tidak puas dari bibirnya dilengkapi dengan tangannya yang bersedekap angkuh di depan dada. “Kenapa kau selalu begitu mudah untuk mendapatkan apa pun yang kau inginkan? Bahkan dari ayahku.”

“Mungkin karena abeonim terlalu menyukaiku,” balasku yang langsung membuatnya membelalakkan mata tak terima.

*****

3 Weeks Later

“Kau tahu? Kau adalah sahabat yang paling jahat di dunia ini.”

Kuhentikan mataku yang bergerak liar memandangi setiap sudut ruangan ini yang penuh dengan nuansa putih. Kulirik sejenak seorang pria bertuxedo hitam di sampingku. Tangannya bergerak malas memegangi kotak kecil yang bermain-main di setiap jarinya. Kutolehkan kepalaku dan mendapatkan ekspresi sebalnya yang terlihat begitu lucu.

“Kau mengambil pengantin wanitaku, dan sekarang kau memintaku menjadi temanmu di sini, memegangi cincin pernikahanmu. Tidak sadar kau begitu kejam padaku? Hahh!!!” dengusnya yang membuatku terkekeh pelan.

“Siapa suruh kau begitu baik memberikan pengantin wanitamu padaku,” sergahku dan langsung ditanggapi dengan ekspresi shock khas seorang Lee Hyukjae, dengan bibir terbuka dan menatap tak terima. Bukannya takut, justru aku ingin tertawa melihat ekspresinya yang malah terlihat sedikit jenaka.

“Heii bodoh!!! Aku hanya tidak mau menemukan kabar seorang pria bodoh mati bunuh diri di kamarnya hanya karena mantan kekasihnya menikah dengan sahabatnya sendiri. Seharusnya kau berterima kasih padaku,” balasnya sembari memukul-mukul dadaku pelan dengan punggung tangannya.

“Oke,” sambarku cepat. “Gomawo, Hyukjae~ssi.”

“Ck, kau memang tidak pantas untuk diperlakukan baik,” decaknya. Aku masih terkekeh saat tangan kanannya tersampir di punggungku. Ada helaan napas panjang dan desisan pelan yang langsung menghentikan kekehanku. Kutolehkan kepalaku ke arahnya dan mendapatinya memadanng lurus dengan alis yang bertaut seolah sedang berpikir keras. “Aku sempat memikirkan apa katamu waktu itu. Takdir adalah yang paling jahat di dunia ini. Saat mengetahui fakta pahit itu, aku juga berpikir sama denganmu. Tapi setelahnya aku justru berpikir sebaliknya. Takdir manusia akan terasa buruk jika manusia itu belum menemukan takdir hidupnya yang tepat.” Aku tak menjawab ucapannya. Aku juga tak berniat memotong ucapannya. Kualihkan pandanganku seiring dengan kepalanya yang bergerak kembali ke arahku. Kubalas tatapannya dan mengerutkan dahi bingung saat seringaian halus itu menghiasi wajah putihnya. “Jangan lupa dengan hutangmu. Kau harus mencarikan penggantinya untukku.”

Kusingkirkan tangannya yang melingkar di bahuku dan langsung membalikkan tubuhku. “Tidak ada wanita yang lebih cantik di dunia ini selain calon istriku. Setidaknya, itu yang ditangkap oleh mataku. Jadi, lebih baik kau cari saja sendiri gadismu itu jika kau ingin yang lebih cantik dari Gaeul-ku.”

“Yak, kau..”

Kubekap mulutnya segera dengan tanganku saat secara perlahan pintu besar itu terbuka. Kudorong pelan tubuhnya hingga bergeser ke belakang tubuhku. Aku tak peduli lagi dengan dengusan bibirnya. Yang kutahu saat ini gerbang kehidupan baruku mulai terbuka dan akan membawanya secara pasti ke dalam kehidupanku.

Tanpa sadar kakiku bergerak selangkah saat derap kaki itu mulai terdengar. Aku mengutuk diriku sendiri ketika tubuh itu dengan anggunnya berjalan bersama pria paruh baya di sampingnya. Bagaimana bisa.. bagaimana bisa aku membiarkan kecantikan sesempurna ini dulu berjalan ke altar untuk pria lainnya?

Kuulurkan tanganku saat tubuh itu berdiri tepat di hadapanku. Dan saat jemarinya menempel padaku, aku seperti menggenggam dunia di dalam tanganku. Bibirku tertarik begitu saja melihat rona merah yang secara perlahan menghiasi pipinya. Cantik dan menyegarkan.

“Aku tidak tahu, apa daftar undanganmu, Lee Donghwa, dan Lee Hyukjae itu adalah orang-orang yang sama,” desisnya pelan, membuatku sedikit memelankan langkahku yang berusaha menariknya ke altar menuju pendeta yang sudah berdiri di sana. “Jika iya, kalian bertiga sudah sukses memalukan diriku. Astaga, bagaimana nama seorang wanita bisa berada di berbagai undangan dengan pria yang berbeda-beda pula? Aku akan malu jika menceritakan kisah cintaku pada anakku nantinya.”

Aku tersenyum mendengar gerutuannya. Gadis ini.. bagaimana bisa memikirkan hal seperti itu di upacara pernikahannya? “Baguslah jika begitu. Kau cukup menceritakan kisah cintamu hanya denganku pada anak kita nantinya.’

“Dan akan membuat anakmu langsung membenci ayahnya karena tega meninggalkan ibunya begitu saja.”

“Hmmmm mungkin. Atau justru anakku akan bangga karena ayahnya terlihat begitu keren. Kembali hanya untuk ibunya. Terdengar mengagumkan ‘kan?”

“Mwo?”

“Yak hentikan!!” aku langsung tersentak pelan mendengar desisan lain dari belakang tubuhku. Aku sedikit melirik ke arah Gaeul dan sama, eskpresi gadis itu juga terlihat salah tingkah. “Jika kalian masih ingin mengobrol di sini, lebih baik kubuang cincin ini. Atau aku yang akan langsung menggantikanmu untuk mengucap sumpah padanya, Donghae~ssi.”

“Tutup mulutmu, Lee Hyukjae!!” gertakku dan langsung menarik napas sebelum memandang pendeta dengan dahi yang sudah berkerut menatapku.

“Sudah bisa dimulai, Tuan Lee?” ucap pendeta itu datar tapi sarat dengan intimidasi.

“Oh, tentu.”

*****

4 Year’s Later, Gaeul’s POV

“Selamat pagi.”

Aku melenguh pelan mendengar bisikan serak di telingaku. Dengan berat kubuka mataku merasakan sinar matahari pagi yang begitu berkuasa memancarkan sinarnya. Tubuhku menggeliat bebas, meregangkan otot, tanpa mempedulikan tangannya yang semakin erat melingkar di pinggangku. Kutarik napasku dalam dan menghelanya panjang. Nyawaku masih melayang, dan mataku masih setengah terbuka menunggu nyawa itu berkumpul.

“Mimpi indah?” Suara serak itu menginterupsi lagi diiringi dengan kecupan di lenganku yang terbuka.

Kutolehkan kepalaku tanpa mengubah posisi tidurku ke arahnya yang  masih betah memeluk tubuhku dari belakang. Senyum andalannya serta tatapan hangat itu langsung menyerangku. Kepalanya sedikit terangkat dan wajahnya semakin maju seakan sangat mengerti tujuanku. Kukecup bibirnya singkat dan kembali menghempaskan kepalaku di atas bantal. Rutinitas bodoh yang harus kulakukan karena tuntutannya. Memberikan ciuman di bibirnya setiap pagi meskipun dirinya yang bangun lebih dulu. Peraturan yang benar-benar tidak masuk akal dan kekanakkan.

Empat tahun berlalu dan menjalani kehidupan baru bersamanya. Beberapa tahun yang lalu, mungkin adalah takdir terburuk di dalam hidupku. Kehidupan yang begitu kelam untuk duniaku. Tapi sekarang, takdir itu berubah menjadi begitu manis dan memabukkan. Begitu bersinar hingga menyilaukan mataku. Aku tak pernah berharap hidup yang berlebihan, hanya membutuhkan dirinya di sisiku. Hanya itu saja. Tapi kehadirannya di dalam hidupku, memang tidak biasa sejak awal. Dia mengubahnya dan menjadikan hidupku terlalu berlebihan. Sangat berlebihan. Dia memang manusia yang tak bisa kukategorikan sebagai pria biasa untuk hidupku.

 “Memimpikanku?”

Lagi, aku kembali menggeliat diiringi dengan tanganku yang bergerak menutup mulutku yang terbuka akibat rasa kantuk yang belum menghilang sepenuhnya. Tangannya sedikit melonggar saat tubuhku bergerak, berbalik ke arahnya dan kubalas pelukannya sembari menempelkan kepalaku di dadanya.

“Aku tidak pernah memimpikanmu di dalam tidurku,” balasku serak dan malas. Benar, sekali pun aku tidak pernah memimpikannya. Lagi pula, aku juga tidak mau memimpikannya. Untuk apa aku memimpikan pria yang jelas-jelas tidur di sebelahku dan tak melepaskan tangannya sedetik pun dari pinggangku. Dan aku memang tidak mau dia hadir di mimpiku. Aku hanya mau dia selalu berada di dunia nyataku.

“Jawaban yang tidak romantis.”

“Nyawaku saja belum berkumpul sepenuhnya, bagaimana bisa otakku memikirkan kata-kata bohong untuk menyenangkan hatimu.”

“Kau terlalu jujur. Dan membuatku ingin menelanmu hidup-hidup.”

Aku terkekeh pelan mendengar geramannya sembari mendorong pelan tubuhnya untuk menjauh dariku. Kulepaskan tangannya dari pinggangku dan bersiap untuk bangun. Tapi tangannya dengan cepat mencekal pergelangan tanganku dan membuatku kembali terhempas di tempat tidurku semula. Ditopangnya kepalanya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya dengan gesit menempel di tubuhku, menahanku dengan sebagian tubuhnya yang sudah menindih separuh tubuhku. Bahkan kakinya mulai naik ke atas tubuhku, memelukku seperti sebuah guling.

“Ige mwoya?”

“Berikan sarapan untukku dulu.”

Aku memutar bola mataku saat bibir itu tersenyum menjijikkan. “Bagaimana aku bisa menyiapkan sarapanmu jika kau terus memelukku, oppa?”

“Aku butuh sarapan yang lain, Nyonya Lee.”

Mataku mendelik mendengar ucapannya. Dan saat itu juga dengusan tak percayaku lolos begitu saja menyadari apa yang ada di otak bodohnya. Lagi, aku berusaha mendorong tubuhnya, tapi pria itu tetap tak bergeming dan justru menggeleng senang, menunjukkan keinginannya yang tak bisa kubantah.

“Ini sudah cukup siang.”

“Ini masih pagi,” balasnya keras kepala dan seenaknya mulai memainkan jemarinya di daguku. Aku sedikit bergidik melihat ekspresinya yang entah kenapa berubah menjadi begitu menggelikan. Bagaimana pun dia berusaha menggodaku dengan sentuhannya tetap saja hatiku ingin tertawa melihat senyumnya yang justru terlihat seperti anak kecil. Dasar bodoh.

“EOMMAAAA!!!”

Teriakan dan suara decitan pintu kamar yang terbuka sontak membuat kepalaku dan dia menoleh secara bersamaan. Senyumku langsung lepas melihat dirinya mendesah sebal sembari melepaskan pelukannya dan kemudian menghempaskan tubuhnya di sampingku, menarik bantal lalu meletakkan di wajahnya dengan erangan frustasi.

Kulirik sejenak wajahnya yang masih ditutupi bantal dan kembali mengalihkan pandanganku pada bocah laki-laki berusia tiga tahun yang berlari kecil menuju ranjang. Setelah itu dengan kaki pendeknya bocah itu berusaha menaiki ranjang dan langsung mengundang kekehku saat dengan tidak pedulinya bocah itu melangkahi tubuh ayahnya lalu menyelip di antara tubuhku dan Lee Donghae. Tubuh kecilnya bergerak pelan, mencari posisi yang nyaman hingga akhirnya tangan mungilnya memelukku setelah memberikan kecupan ringan di bibirku.

“Kau sudah bangun, Hyukie?” Dan kepala itu mengangguk pelan memberikan jawaban. Tanganku bergerak lembut mengelus kepala dan pundaknya. Wajah ini.. bagaikan duplikat ayahnya. “Sudah memberikan kecupan untuk kakek?” lagi, kepala itu mengangguk. Hal ini yang sering kali memicu perdebatanku dan ayahnya. Lee Donghae sungguh tidak menyukai sikap yang paling dibencinya dariku justru turun kepada putranya. Sifat yang malas berbicara dan menjawab pertanyaan orang lain. Bahkan lebih parah dari sikapku sendiri. Pria itu takut putranya akan menjadi bisu. Ketakutan yang beralasan tapi bodoh bagiku. Jelas-jelas dia sudah sering mendengar putranya berceloteh, meskipun masih dengan lidah pendeknya. Itu membuktikan bahwa anakku tidak bisu. Dia hanya menyeleksi kapan waktu yang penting untuknya berbicara. Bukan seperti ayahnya yang terus mengoceh tak penting.

“Appa..”

Nada bicaranya yang menggemaskan mengalun saat dirinya menoleh menghadap ke arah ayahnya. Tubuhnya yang tengkurap dengan kepala yang sedikit terangkat semakin membuat tangannya bebas menyentuh bahu ayahnya. Tapi pria itu tetap tak bergeming dan semakin menekan bantal yang menempel di wajahnya itu dengan kuat.

“Appa..”

Aku hanya bisa tersenyum melihat tubuh mungilnya mulai bangkit karena tak mendapatkan respon dari ayahnya. Sepertinya bocah itu mulai tak terima diabaikan hingga akhirnya tubuh itu mulai naik di atas tubuh ayahnya. Tangannya berkali-kali menarik bantal yang menempel di wajah ayahnya tapi tetap saja tak berhasil.

“Appaaaaaaaaaaaaa…”

PLAKKK

“Akhh!!”

Jurus terakhir bocah itu yang membuatku mati-matian menahan tawa. Tangan mungilnya tanpa ragu memukul bantal di wajah ayahnya, membuat Lee Donghae memekik tertahan dan melemparkan bantal itu sembarangan ke lantai lalu langsung merengkuh putranya ke dalam pelukannya dengan gemas. Menurunkan tubuh anaknya dari tubuhnya sendiri kemudian menempatkannya di tengah-tengah ranjang, memeluknya erat seperti sebuah guling, sedangkan kekehannya terdengar begitu menyenangkan di telingaku. Ini yang selalu kubanggakan di dalam hidupku. Memiliki dua pria luar biasa.

“Heii anakmu bisa mati jika kau mendekapnya seperti itu,” ucapku saat pria itu tak kunjung juga mempedulikan tangan mungil putranya yang meraba-raba lengan besar ayahnya itu. Pria ini sungguh bodoh. Apa dia ingin meremukkan tubuh putranya?

“Apa kau tidur yang nyenyak?” suaranya akhirnya keluar juga setelah melepaskan pelukannya dan mendapatkan kecupan dari putranya, meskipun lagi bocah itu tak menjawab justru terus memainkan lengan ayahnya. “Hyukie..” suara lembutnya kembali memanggil nama yang dulu tak disetujuinya. “Kau ingin teman bermain yang baru?” Dahiku sedikit berkerut mendengar pertanyaannya di tambah dengan kerlingan singkatnya padaku. Aku bisa melihat kepala anakku terangkat, menunggu mainan baru yang dijanjikan olehnya. “Adik perempuan yang cantik, bagaimana?”

Sontak mataku mendelik ke arahnya. Tapi sialnya pria itu terlanjur senang melihat ekspresi antusias dari putranya hingga begitu mudahnya mengabaikan reaksiku. Sungguh keterlaluan. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu di hadapan anaknya?

“Secantik Hyunwa Noona dan Cheonsa?” lidah pendeknya menimpali ucapan bodoh ayahnya. Ditambah dengan dirinya yang begitu terobsesi dengan kakak sepupunya, putri Lee Donghwa dan adik yang di dapatkannya dua tahun lalu dari Shin Chaerin dan Kim Jongwoon.

“Jauhhhhhh lebih cantik dari mereka.” Aku menggeleng pusing melihat dua bocah yang tengah berbicara. Hanya saja, satu bocah itu memiliki otak yang sudah rusak dan sekarang berusaha meracuni otak bersih yang belum ternoda. “Bagaimana, kau mau?”

Anakku sungguh polos. Dan sialnya begitu mudah dimanfaatkan oleh ayahnya. Aku mendesah geram saat kepalanya mengangguk setuju yang tentu saja disambut dengan begitu senang oleh ayahnya. Aku hanya bisa diam dan membulatkan mataku saat tubuh Lee Donghae bangkit dari ranjang. Dengan senyum sumringah meraih tubuh kecil putranya ke dalam gendongannya lalu membawanya menuju pintu kamar.

“Sekarang, Hyukie bermain dulu dengan kakek, arachie?”

Mulutku menganga lebar saat tangannya menurunkan Hyukie dari gendongannya ketika sudah berada di ambang pintu dan setelah itu mengunci pintu kamar dengan cepat. Aku hanya bisa tersenyum sinis saat tubuhnya berbalik menghadapku. Tangannya bergerak ringan, menimbulkan bunyi tepukan pelan, seolah dia baru saja menyelesaikan masalah yang besar lengkap dengan senyum puasnya.

“Seharusnya aku memepertahankan keinginanku waktu itu dan menolak ide gilamu untuk memberi nama Lee Hyukjae pada bocah itu. Sekarang lihat kan, dia menjadi pengganggu sama seperti pemilik asli nama itu. Mungkin aku suami yang paling bodoh membiarkan anaknya bernama sama dengan mantan kekasih istrinya.”

Aku hanya mengangkat bahuku tak peduli dan menatap datar pada kakinya yang terus melangkah pelan menuju ranjang. Kumiringkan tubuhku, lalu membiarkan tangan kananku yang menopang kepalaku.

“Aku ayahnya. Lalu kenapa aku harus membiarkan nama pria lain yang menjadi nama putraku. Parahnya pria itu adalah mantan kekasih istriku. Cih, jangan bercanda Gaeul~a. Ini tidak lucu.”

Benar, aku masih ingat bagaimana dirinya memprotes keras nama itu. Membayangkan ekspresi tak terima dari wajahnya ditambah dengan sungutan sebal di bibirnya waktu itu, membuatku kembali ingin tertawa. Meskipun dia tidak suka, tapi tetap saja akhirnya dia begitu patuh padaku dan membiarkan nama itu melekat pada putranya.

“Dia sahabatmu..”

“Lupakan sahabatku..” sambarnya cepat. Seringaian itu kembali muncul di bibirnya saat lututnya menyentuh ranjang. “Aku tidak ingin membicarakan sahabatku sekarang. Aku Cuma ingin sarapanku,” lanjutnya lagi dan terus merangkak mendekatiku. Dan..

BUGGG…

Bantal itu tepat mengenai wajahnya. Kekehanku tak bisa kutahan lagi seiring dengan tubuhku yang bergerak cepat menuruni ranjang, kemudian melangkahkan kakiku menuju pintu kamar.

“Yak, Lee Gaeul!!”

Langkah kakiku terhenti begitu saja mendengar desisan tak terimanya. Kekehanku juga lenyap dengan seketika dan hanya meninggalkan senyum yang tertahan di bibirku. Kulipat kedua tanganku di depan dada dan setelahnya membalikkan tubuhku kembali ke arahnya. Matanya terlihat menuntut menatapku dengan eskpresi yang begitu lucu di mataku saat ini.

“Kita buat kesepakatan, bagaimana?”

“Kesepakatan apa?” keningnya sedikit berkerut saat menyuarakan isi otaknya.

Aku menghela napasku panjang. Kutegakkan tubuhku dengan benar dan memiringkan kepalaku memandanginya. “Kau bisa mendapatkannya, tapi setelah itu kita akan pergi ke Jepang akhir minggu ini, Eotte?.”

“Jepang?” ulangnya dan kujawab dengan anggukan kepalaku. Dengan seketika warna wajah itu berubah cepat. Ada binar atusias dari sorot matanya yang membuatku penasaran dengan isi otaknya saat ini. “Kau ingin kita berbulan madu untuk yang kedua kalinya?”

Tubuhku bergidik pelan mendengar ucapannya. Aku tak menyangka pikiran seperti itu yang terlintas di otaknya. Pria ini benar-benar…

“Mengunjungi Hyukjae oppa.”

“MWO?” Aku mengangguk seperti manusia tak berdosa, tak peduli dengan ekspresinya yang berubah menjadi kelam dan mata yang terbelalak shock. “Kau memintaku membawamu menemui mantan calon suamimu?”

Itu alasan yang sama sekali tidak benar. Kenapa dia terus mengungkit masalah itu? Lagi pula, salah siapa yang membuatku hampir menikah dengan sahabatnya itu? Siapa suruh dia meninggalkanku begitu saja?

“Aku hanya ingin tahu kabarnya. Sudah empat tahun kita tidak melihatnya.” Tidak lama setelah hari pernikahanku, pria itu memutuskan untuk pergi ke Jepang dan mengurusi perusahaan keluarganya yang ada di sana.

“Dia baru meneleponmu dua hari yang lalu, Gaeul~a. Kalian cukup intens berkomunikasi. Kabar apa lagi yang ingin kau tahu, huh? Tidak perlu mengkhawatirkannya. Dia sudah bersenang-senang dengan perburuannya pada gadis-gadis Jepang.”

“Tapi kan kita tidak melihat wajahnya.”

“Cih, istriku memintaku membuang uangku hanya untuk menemui mantan kekasihnya?! Aku tidak mau.”

“Sejak kapan kau jadi sepelit ini?”

“Sejak istriku mulai memanfaatkan nafsu suaminya.”

“Ya sudah kalau kau tidak mau,” balasku dan membalikkan tubuhku. Hatiku mulai menghitung mundur, dan tepat saat mencapai posisi akhir, tebakanku benar, membuatku tak kuasa menahan senyum puas mendengar suara itu.

“Yak arasseo!! Kita akan ke Jepang.”

Kubalikkan lagi tubuhku dan wajah itu bertekuk dengan begitu banyak lipatan. Tangannya bertengger di pinggangnya dengan mulut terbuka yang berkali-kali menghembuskan napas beratnya. Kakinya mulai beranjak menginjak lantai dan langsung membuatku tersenyum menang saat langkah itu membawanya semakin mendekatiku.

“Sejak kapan seorang suami harus mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk meniduri istrinya?” Kuangkat kepalaku dan menatapnya dengan senyum simpul saat tubuh itu sudah berdiri tepat di depanku. Kudiamkan saja tangannya yang mulai merengkuh pinggangku dan justru merasa begitu nyaman merasakan keningnya yang menempel pada keningku. “Kenapa aku memiliki istri yang begitu keras kepala dan seenaknya saja?”

“Siapa suruh kau memiliki keinginan besar untuk menikahiku.”

“Heiiii siapa yang tiba-tiba datang ke apartemenku di malam hari seperti orang yang sekarat dan menangis di dalam kamarku karena takut dinikahi oleh pria lain, hmm?” balasnya seiring dengan tangannya yang menarik pinggangku lebih rapat dengan tubuhnya.

Sesaat kukerutkan dahiku, berpura-pura menciptakan ekspresi yang sedang berpikir yang berakhir dengan kekehan gelinya. Kuangkat tanganku yang semula bersedekap di depan dada dan membiarkannya bergerak menuju lehernya, melingkarkannya dengan kuat di sana. “Saat itu pikiranku sedang tidak baik. Jika dalam keadaan tenang, aku tidak mungkin bertindak bodoh seperti itu.”

“Kau pembohong yang buruk, istriku sayang,” timpalnya dan setelah itu aku hanya bisa tersenyum tertahan akibat bibirnya yang menempel di bibirku, memberikan lumatan lembut di tengah rengkuhan erat tangannya pada tubuhku. Bunyi kecapannya justru memperparah dadaku yang berdetak cepat seiring dengan aliran darahku yang berdesir hebat. Selalu seperti ini. Selalu membuatku seperti orang bodoh dan begitu menikmati aroma tubuhnya yang menguar begitu jelas di hidungku. Merasa nyaman dengan setiap hembusan napas hangatnya di wajahku.

“Eomma!!” Tanganku langsung menahan dadanya dan melepaskan lumatan bibirnya mendengar teriakan manja yang diiringi dengan debuman pelan di pintu kamar. “Eomma, buka pintunya. Sarapan..”

Hembusan napas itu langsung menerjang wajahku. Kepalanya mendongak segera menatapi langit-langit kamar dilengkapi dengan umpatan tak jelas di bibirnya. Kupandangi wajahnya dengan tatapan yang berpura-pura iba saat kepalanya kembali menunduk dan menunjukkan eskpresi tak sukanya padaku.

“Ayolah, mungkin Hyukjae sudah terlalu lapar. Ini juga sudah lewat dari jam sarapan biasanya.”

“Apa kita terlalu cepat memiliki anak?”

“Mungkin. Tapi kau sendiri yang memang menginginkannya sejak di awal pernikahan.”

“Mungkin di kehidupan mendatang, jika kita dilahirkan kembali aku harus memikirkan waktu yang tepat untuk memiliki anak.”

Kuletakkan kedua telapak tanganku pada wajahnya. Kukecup bibirnya gemas. Terkadang pikiran bodohnya sungguh tak pernah terbaca olehku. “Hentikan. Pikiranmu sungguh tak masuk akal. Sudahlah, jangan bersikap seperti anak kecil. Jika kau begini terus, apa tidak lebih baik kau menjadi anakku saja? Bahkan kau tidak jauh berbeda dengan Hyukie.”

“Arasseo,” jawabnya pasrah. “Aku akan selalu mengalah untuk anakmu.”

“Anak kita, oppa.”

Kulepaskan tangannya dari pinggangku dan kemudian mendorong tubuhnya berbalik menuju pintu kamar. Kuselipkan tanganku di antara jemarinya dan membuatnya ikut berjalan saat kakiku melangkah.

Kuputar kunci pintu dan kemudian menarik kenopnya. Tatapanku langsung menunduk mendapati putraku yang masih berdiri di depan pintu. Ada sungutan kecil di bibirnya. Dan tiba-tiba saja tangannya sudah dengan lincah melepaskan tautan jemari ayahnya di tanganku, menimbulkan reaksi yang kembali memuncak dari ayahnya. Emosi yang semula sudah berhasil surut berubah menjadi tatapan garang pada putranya yang tak peduli dan justru menggantikan tautan itu dengan jari-jari mungilnya, membawaku menjauh dari tubuh ayahnya yang masih terpaku di depan pintu kamar dengan mulut membuka.

“Aku lapar, eomma.”

Aku menolehkan kepalaku sesaat pada Lee Donghae. Dan lagi melemparkan senyum bersalahku padanya.

“Ne Hyukjae~ya, kau ingin makan apa?”

“Aku sungguh ingin memakan bocah menyebalkan. Tidak akan ada yang pergi ke Jepang. KESEPAKATAN KITA BATAL..”

BRAKKK..

Kepalaku menoleh cepat mendengar teriakan bodoh yang diakhiri dengan bantingan pada pintu kamar. Pria itu.. hah sungguh aku tidak bisa berkata-kata lagi. Pria itu bagaimana bisa bersikap seperti itu di saat ini? Apa dia tidak melihat ayahku yang sudah duduk di kursi makan dan menatap pintu kamar dengan shock?

“Bukankah menantumu memang seperti itu, appa?” ucapku salah tingkah yang akhirnya membuat ayahku merasakan hal yang sama juga. Kepalanya langsung menunduk dan segera mengalihkan pandangannya dari pintu kamar.

“Gaeul~aaaaaaaa….”

“Berhenti merengek Lee Donghae!!!!”

THE END

 

Kali ini benar-benar  End.. gak bakal ada sequel atau cerita tambahan lainnya. Ini juga gak keduga bagi aku untuk bikinsequel ini. Dan idenya dari mana? Gara-gara aku nonton Inuyasha.. wkwkwk.. Sedih aja waktu liat Permata shikon hancur dan akhirnya sumur yang menghubungkan dunia kagome dan inuyasha tertutup. Mereka memutuskan pisah, meskipun sama-sama berat  tapi tetap berusaha rela dan berpikir itu yang terbaik di masing-masing mereka. Waktu itu aku mikir, berusaha mengeyahkan perasaan sendiri dan memilih untuk berpisah secara baik-baik dengan alasan untuk kebaikan hidup pasangannya, tetap saja terlalu menyakitkan.  Apa lagi berpisah secara tiba-tiba setelah sebelumnya memberikan kesan yang begitu menenangkan. Menghilang begitu saja tanpa mengetahui alasannya dan keputusan sepihak.

Sebenarnya dari awal waktu bikin Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl itu gak kepikiran sama sekali untuk bikin sequelnya. Cerita ini juga awalnya aku mau bikin terpisah dan gak ada hubungannya sama sekali dengan ff itu. Tapi setelah idenya rampung di otakku, ternyata konfliknya itu nyaris sama. Aku jadi mikir, kalo aku bikin cerita dengan situasi yang berbeda, tanpa menghubungkan dengan ff sebelumnya, rasanya janggal banget, karena readers akan menemukan beberapa bagian yang  akan mengingatkan lagi ke ff itu. Jadi, ide dasarnya aku ubah lagi dan aku putuskan untuk jadi sequel aja.

Jujur aja, ini ff udah selesai dari bberepa hari kemarin dan sebenarnya aku ragu untuk publish ff ini. Saat ceritanya jadi, aku justru parno dan nanya sama diri aku sendiri. Banyak banget keraguan yang muncul, seperti, apa idenya udah cukup matang untuk dijadikan sequel? Apa feelnya gak bakal kebanting sama ff induknya? Inilah yang membuat aku selalu nolak untuk bikin ff sequel. Terlalu banyak yang dipertanyakan. Ff induknya itu terus terang aja jadi tekanan untuk aku saat bikin ff ini. Aku juga shock liat respon yang wah menurut aku terhadap ff itu. Aku juga sempat nanya ke diri aku sendiri apa yang bisa bikin tuh ff responnya membludak gitu. Pas aku baca ulang, ah aku tahu. Dan itu jadi ketakutan aku untuk ff ini. Ragu apa yang di dapat di ff induknya tidak di dapatkan di sequelnya. Tapi, aku sudah menghabiskan waktu untuk bikin ff ini. Kalo aku simpan aja, berarti waktuku terbuang sia-sia dan capek otakku juga gak ada gunanya. Jadi yahhhhh nekat aja lah. Anggap aja aku nyampah di rumah aku sendiri.

Oke, sekarang lupain soal Inuyasha atau keparnoan diri aku sama ff ini. Ada beberapa hal penting yang ingin aku bilang ke kalian. Juga keluar dari tema ff ini. Sekali lagi aku kasih peringatan ke kalian. TOLONG PERHATIKAN setiap postingan yang aku bikin, TERUTAMA semua WARNING di blog ini, bukan Cuma datang terus baca postingan ff saja. Jujur aku udah gerah setiap kalian nanya sesuatu yang udah aku jelasin di beberapa postingan selain ff. Aku juga gerah kasih peringatan ke kalian untuk TIDAK SHARE SEMUA KARYAKU DI MANA PUN DAN DENGAN ALASAN APA PUN. Aku gak tahu lagi gimana caranya untuk bikin kalian ngerti. Apa aku harus BERMULUT SAMPAH supaya kalian bisa paham? Apa aku harus ngeluarin kata-kata kasar? Ini dunia maya, rasanya gak etis menghancurkan nama orang lain yang tidak dikenal sekalipun orang itu salah. Aku juga gak mau cari ribut sama orang yang aku sendiri juga gak tahu.

Tepat seminggu yang lalu karena laporan dari reader aku nemuin Sequel FLR There’s No Special Reason to Love U dishare sembarangan di akun fb seseorang tanpa ijin dan tanpa Credit. Alasannya, dia baca di hp, dan kalo di hp-nya ff itu jadi kepotong. Makanya dia copast untuk konsumsi pribadi. Dia gak cantumin nama aku karena gak nemu nama authornya, gak bisa ngasih link blog ini karena baca di hp. Jujur aku shock dan marah. Baca karya aku tapi gak berusaha cari tahu siapa authornya. Gak nemu? Astaga ini blog pribadi!!! apa perlu aku cantumin nama aku di setiap ff yang aku publish? Soal  link, tulis nama blog aku aja aku rasa sudah lebih dari cukup kalo memang tidak punya niat buruk. Untuk konsumsi pribadi? Kenapa harus di posting di jejaring sosial?

Aku berusaha ngontrol emosi aku. Aku juga punya niat baik untuk mendengarkan alasan dan penjelasan dia. Aku juga berusaha ngelindungi nama dia. Aku juga minta sama si pelapor itu untuk tidak macam2in dia dulu. Tapi tolong jangan mempermainkan niat baik aku. Oke, aku memang gak terima dengan tindakan dan alasan dia, tapi aku coba terima niat baik dan pengakuan salahnya. Dan setelah aku anggap semuanya beres, setelah dia mengakui kesalahannya, tanpa diduga sorenya dia kembali inbox aku dan mengucapkan permohonan maaf dengan alasan yang sangat jauh berbeda. Dia minta maaf karena tidak bisa menjaga akunnya dengan baik. Dia juga bilang gak tahu siapa yang share dan ngebales message aku ke dia karena bukan dia yang bales. Intinya dia mau bilang akunnya di Hack. Astaga, aku bukan orang bodoh yang bisa di bego2in. Apa yang dia bilang itu semuanya gak masuk akal dengan pengakuan salahnya yang sebelumnya. Semuanya bertolak belakang dengan fakta yang aku dapat. Padahal hanya dengan kejujuran dia sebelumnya udah bikin aku maafin dia dan ngelupain ini. Tapi ternyata dia memutar cerita dan mempermainkan emosi aku. Aku ngerasa niat baik aku disalah artikan. Aku suka nulis. Aku juga suka berkhayal dan mengarang cerita untuk ff-ku. Jadi anda tidak perlu menunjukkan kemampuan anda untuk membuat sebuah cerita.

Aku gak minta kalian untuk berkomentar mengenai ‘orang itu’. Aku juga gak mau kalian ngeluarin kalimat-kalimat sampah di rumah aku untuk dia. Kalian tidak perlu berkomentar apa pun tentang tindakan dia. Aku Cuma mau kalian baca baik-baik semua peringatan aku. Aku juga udah pernah bilang, saat bertamu ke rumah orang, kita harus mengetuk pintu terlebih dulu kan, harus tahu siapa pemilik rumah itu. Jadi tolong jangan abaikan postingan-postingan yang mungkin bagi kalian tidak penting itu, karena dari postingan-postingan yang tidak penting itu justru ada beberapa hal yang harus kalian tahu. Soal nama, aku juga udah gerah setiap ada yang nanya siapa aku, akun twitter atau FB. Kalian bisa lihat sendiri di halaman ‘About Me’. Aku gak mau lagi dengar alasan2 bodoh seperti itu. Gak cantumin nama karena gak tahu nama authornya, padahal jelas2 ngaku copast dari blog ini. Kita hidup di dunia ini gak sendiri. Kita juga tidak saling kenal. Dari kalian semua di sini juga mungkin Cuma beberapa orang yang berinteraksi dengan aku di akun yang lain semacam FB dan Twitter. Selebihnya aku gak tahu. Dan itu menjadikan kesempatan besar kalo kalian mau bermain di belakang aku. Tapi yah itulah, sekali pun tidak mengenal secara langsung, tetap saja terlalu banyak mata yang memperhatikan kita. Terbukti, meskipun aku gak tahu dan bahkan juga gak temenan sama orang itu di fb, nyatanya hanya 1 jam setelah dia posting aku udah dapat laporan dari orang lain. Jadi, jangan ngerasa bisa selalu menang dan membodohi orang lain.

Mungkin kalian gak nyaman dengan omonganku kali ini. Noteku juga kepanjangan. Tapi aku Cuma mau kalian tahu. Dan sengaja aku satuin dengan ff karena kayaknya ini jalan yang lebih baik daripada aku posting terpisah yang kemungkinan besar tidak akan dilirik. Maaf kalau kalian tidak suka dengan ini. Tapi sekali lagi aku bilang jangan mengabaikan warning-ku. Ini peringatan keras untuk kalian jika masih mau berkunjung ke blog ini.

Untuk selanjutnya, Imaginary husband dan Love contract menyusul. Tapi gak tahu kapan. Jadi jangan tanya kapan. Aku lagi usaha ngerjain Imaginary husband.

 

About these ads

Author: SexyNemo (HaeGa)

Mrs. Simple..

322 thoughts on “[Sequel Mr. Lovely Boy For Spiteful Girl] She Was Born For Me

  1. First kah ????

    Cri lapak dlu,,, :-)

  2. Eonnie,ffmu akhrnya muncul jga…neomu” daebakkk,.bca part awl smp tengah nyeseek bgtt,aplgi wkt mw nikah sm hyukie..tp bgmanapun gaeul hnya mlik lee donghae seorang…bgmna nsib hyuki??dganku saja ya hyuki..

  3. Hai ho, jd critany trinspirasi inuyasha-kagome y? Hehe,, kpn y trakir kali aq liat inuyasha,, o.o
    Btw crt ny keren,, awalny tu bner2 pnasaran sbnrny donghae tu ksambet ap mpe ninggal gaeul.. trnyataaa..sedih dh kalo dh mulai mkir bibit bebet bobot gt..
    Untungny gaeul slalu untuk donghae., bkn untuk marga lee yg laen :D
    Ya,, dtggu aja ff laen ny.. smangat + sabaaar..

    • iya, soalnya aku suka bgt sm anime itu.. sih anjing besar.. kekeke
      apa ya, soalnya kan pasti bakal ttp ada rasa malu kl menyangkut latar belakang diri dan kelauarga, ditambah dengan konflik kakaknya yang sebelumnya. jd menurutku, tekanan berat untuk donghae yang kena imbas dari semua masalah keluarga dia.. kakaknya ngehamilin cewe lain, lah dia lahir dari hubungan seperti itu jg.. psti beban bgt buat dia..

  4. Astaga… Baca tengah malam di saat lg menggalau gara2 mubank trus baca ini jadinya, nangis deh… Makin galauuuu….
    Itu donghae tega banget sih ninggalin gaeul. T_T
    Yak! Lee Donghae, apa pun alasannya, jgn prnh ninggalin org yg kmu cintai tanpa kabar! Jadinya gitu kan?! Mana sahabatan pula sm hukjae!! Aisshhh…
    Untung aja ini oneshoot jd bs tw endingnya, klo ga bs2 aku ga bs tdr nyenyak tiap malam nungguin kelanjutannya :(
    Tp miapa thor, aku sakit hati juga sm si donghae, ninggalinnya lama banget, jd rada ga rela pas hyukjae batalin pernikahannya. Di situ yg bikin nangis n wktu hyukjae nyari gaeul d apartemen donghae. Sayang banget sm hyukjae nya..
    Tp stlh baca endingnya, sdkt trobati akibat kelakuan kekanak2an si ikan :D
    Great job thor… GomaWON ThanKYU thor.. *bow*
    Hwaiting buat next ff nya.. ^^ Love Contract *__*
    Btw, gara2 baca author note saiia jd pnsrn sama film inuyasha -__-
    Dan soal copas, ya ampunnn… Ga bs blg apa2, cmn bs blg sbr aja yah thor, nti mereka juga bakalan kena batunya :) hwaiting! ^^9
    Mian, commentnya kepanjangan ^^v

    • sm, aku juga galau.. cm berharap ditayangin live jg di KBS World..
      kalo perginya cuma bentar, yah gak kerasa donk konfliknya.. dan jujur aja aku juga mau nangis waktu bikin scene di kamar donghae, terus scene mereka yang nangis masing2 setelah di kamar donghae.. dan akhhhh aku cinta banget sama hyukjae di sini.. muka eunhyuk sih terlihat selalu pantas untuk dianiaya.. tapi tenang oppa *elus2 kepala monyet* kali ini situ gak menderita sendiri, semuanya menderita.. hahaha

  5. Tinggalin jejak duluuuuuu… Yuuhuuu!!
    Ak baca dlu yaaahhh..^^

    • Huwaaaaaaaaaaaaaaaa!
      Malangnya nasib mu gaeul aaaaaaaah~
      Udh jatuh ketimpa tangga.. Sedh bgt sumpah… TT.TT
      Jujur, aku nangis lho pas bagian gaeul ke apart. Donghae yang pake gaun boboboo…
      Haeppaaa.. Haeppaaa, haeppa kaciaannn *pukpukpuk
      Sedih bgt pas tau latar blkgnya si Haeppa..
      Utung aja dia di terima di keluarga istri pertama papanya haeppa..
      Kalo ga, gmn nasib diaaa? Kkkk, jadi inget FLR,
      Flr sedih bgt pas liat nasib haeppa gitu.. *btw, knp jdi FLR? -__-
      Hhehhehehhe^^
      Haeppa hwaiting!! Tpi sedih yaahh huhuhuhu
      Aku ngebayangin gmn rasanya di gituin..huhuuhuhuu
      Trs gmn ekspresinya si gaeul pas jalan ke altar.. Huwaaa! Sedih bgt…
      SedihhhhTT.TT

      Dan kenapa bisa tiba2 muncul seorang monyet yang bernama lee hyukjae dan menjadi nama anak Haega?
      OMG!! Bagaimana bisaaaaa? Gaeul eonni di sogok apa sama hyukkie oppa? Hahahahah^^
      peace ^^v

      Gaeul, hyukjae = hyukga… Gaeul, Donghae = Haega, nah! Ini baru cocok! Hahhahahha ^0^
      Gaeul sama Donghae oppaaa ajaa yaaahhh… Jgn sama yang lain… Gaeul sama Haeppaaaa!! Yuuhuuu! Woooohoooww!

      Cuiitt cuitt! Hyukppa baik bgt mameenn.. Hhhah
      Tpi serem bener yg pas di marah ke Haeppaaa…
      Tawa gusi dan tingkah konyol, monyet sejati.. Hahahahahah^^ peace ^^v

      Kiyaaaaaa! Mrk punya anak! Tambah lagi duaa(?)
      Hahahahaahhah happy ending emg yang paling seru…!
      Seru bgt crta yg pas 4 thn kmudian, seru bgt!

      Hahahahhhahahha
      Sukses chingu!!
      Dapet feelnya kok, dapet bgt malah, sampe nangis tadi,
      Nyesek ngebaca nasibnya si gaeul, ikutan sakit hati jugaaaa
      Ff yg utamanya ga ketutupan kok chinguu, pas, mantab!
      d^^b

      okeee okeee~
      Imaginary husband!
      Aku siap menunggu~~~^0^
      Hahahhahaha^^

      semangat buat FFnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~
      Chingu hwaiting!!
      Semangaaaattt!!
      Jiayou!!

      ^0^9. d^0^b

      • jujur aja, di ff ini aku paling suka karakter Hyukjae.. gila nemu manusia yang begitu.. aku aja sampe kebawa emosi setiap scene sedih yang melibatkan hyukjae. kyk di apartemen donghae, terus di mobil hyuk.. waktu hyuk berantem sam hae juga. terus waktu di altar dia jalan deketin gaeul, dibayangan aku, mukanya serius abis, ekspresi marah tapi keliatan keren n gentle abis.. hahaha
        soal hidup gaeul yang mengenaskan, gpp yang pentingkan berakhir dengan sangat manis.. hahaha dan yang bikin aku mesem2 kayak orang bego waktu bikin scene haega di kamar apartemen donghae yang tidur bareng itu stlh hyuk pulang ninggalin mereka berdua.. huaaaaa jadi pengen bobo bareng hae #plakkk
        nama anaknya, gimana yah, susah banget rasanya mau jauh2in nama itu dari donghae dan sebaliknya.. tuh dua manusia kenapa ngasih efek begitu banget buat orang2 macem saya. dan kayaknya seru aja ngasih nama anak sama dengan nama mantan pacar.. kekeeke dengan syarat suaminya semacam donghae juga.. kl suaminya otoriter dan jealous yang mengerikan, bisa2 langsung ditalak. seneng aja bisa ngebayangin ada keluarga gila macam mereka dan persahabatan seperti eunhae di ff ini..

      • iyaiyaaaa~ bener tuh~ haeppa cocok sih buat d bully wkwkwkkwkw, dengan syarat suami kyk haeppa, kalo haeppa ngerajuk kan lucuuuu >……<

        lgi sibuk yah???

      • udh 1 thn lamanyaaa >..<
        TT.TT TT.TT TT.TT

  6. liat postingan d FB mu eon, aq lngsng ngebut ke Blog…. Wooowww banget ceritanya…. sukses ngaduk2 emosi qu….. mata qu juga ikut basah…. 2 kali gagal nikah dengan maraga yg sama LEE… keluarga LEE emng trlalu menyesatkan ya #di cincang LEE bersaudara

    … ck….. ga nyangka bakalan ada sequel…
    waktu baca updatean stts eonni y ttg marga lee itu, aq kira bakalan ada cerita baru… trnyata sequel….

    n Gaeul bener2 milih mmbagi rasa sakit’a untuk hyuk…… hyuk blm dpat pengganti gaeul kan…. aq SIAP eonn….. hahahah

    daeebaaakkkkk ;lah eonn…

    SANGAT DITUNGGU IH na.. keep writing

    • seperti yag aku bilang awalnya juga gak minat dan gak niat untuk bikin sequel, tapi tag gra2 konfliknya hampir sama jadi dijadiin sequel aja daripada ntar reader pada teriak ‘koq ceritanya mirip’ kekeke.

  7. tragis bnget perjalanan cinta gaeul….
    Knp hae g brubah ya??g malu apa sama anak end ayah mertua? Nasib gaeul mendpatkan donghae…

  8. Baru selesai bacaaaaa ^^…..
    Ǧªª’ nyangka banget klo bakal Åϑå sekuel..kirain oneshoot ajah…makanya td pas dpt news baru di email…lgsung meluncur kesini..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ….
    Niat awal baca utk ngilangin galau krn MusicBank besok..tp setelah baca malah nambah parah…krn oppadeul Åϑå dijakarta sekarang. Apa daya ǧªª’ bisa ketemu :(
    Dian ntn ǧªª’ MuBank bsk di GBK ??

    Udh nebak dr pertengahan..pasti Gaeul bakal balik ke Lee DongHae ^^ ǧªª’ peduli walaupun dgn cara yg berputar-putar sekalipun..pada akhirnya Lee DongHae tetap menjadi tujuan akhir seorg Gaeul ^^
    Hwaitttiingg !!!!!
    •⌣˚Ʈ♓ªƞƘ ♧ ƔoƱ˚⌣•‎​ dian for this FF, cute sekuel, cute donghae^^

    • gak.. makanya sekarang juga galau.. cuma berharap ada tayangan live-nya di KBS World.. kl ditayangin saya gak galau lagi #maunya..

      harus donk, tapi tetep untuk mencapai tujuan akhir, lebih asyik kalo digunain buat ngelirik2 yang lain juga #plakkkk

  9. Yaaaak, akhirx slesei baca juga,,,,
    wah ga nyangka nih bisa comment di awal2, biasax di ujung bawah sono,,
    ,,kirain yg kluar bulan ini imaginary husband, ternyata lanjutan mr.lovely boy for spiteful girl, ga nyesel koq bacax, tetep smangat,,,,
    ga maksud muji ni thor, tapi ni asli daebak, ga nyangka MLBFSG mau di lanjutin, ada aja idex,,,*gumawo, aq suka critax
    Buat hyukjae, haduuuuhh,,,,gampang bgd sih ngasih calon istrix ke orang lain,
    “Takdir manusia akan buruk jika manusia itu belum mndpatkan takdir hidupx dengan tepat”,
    heh hyukjae, kata2mu yg ini tepat,,,,,slamat berjuang mncari takdirmu,,,,,

    • sebenarnya kmrn2 aku justru lagi ngerjain imaginaru husband,udah dpt bbrp halaman dan dengan tidak sopannya nih ide lewat begitu aja tanpa permisi, akhirnya imaginary husband aku pending dulu.. wkwkwk
      gampang buat hyuk lepasan calon bini, karena aku yang bikinnya.. cb di dunia nyata, aku sendiri pun gak yakin kalo emang ada cowo begini.. dimana2 manusia itu tetep aja egois, gak mau ngelepasin apa yang udah jadi milik dia..

  10. akh,akhirnya posting epep jg :)

    crtnya sukses bqn aq nahan nafas #halah
    suka…bgt sama endingnya

  11. Sumpah!!!
    Bacanya ampe nangis kejer.
    Andai aja hyukjae oppa ngga sebaik itu..
    Masih tetep kekeh mempertahanin gaeul..
    Pasti gaeul makin galau deh
    Harus milih siapa…
    Hyukjae oppa emang paling baik :)

    Di tunggu kelanjutan ff nya ya

  12. horeeeeee,, jam segini kebangun,, niatnya cuman mau ngambil minum tp ternyata pas buka fb ada hidangan tengah malam.. Eh??
    Ahhhhh eonni,, tengah malam aku nagis gara” baca ff ini,, sumpah lah feel’a dapet banget,, ngebayangin jd Gaeul yg tiba” d tinggal hae setelah ditinggalin kesan yg manis dan dgn enteng’a dia kembali tanpa menjelaskan alasan kepergiannya,, asli nangis pas hae bilang alasan’a pergi,, pas hyukjae bilang ‘ aku tidak tau rasa’a sakit ditinggal seseorang. Terkecuali kau begitu ingin membagi rasa sakit itu kepadaku Gaeul~a’ sumpah nyesek bgt,, ok, hyukjae biar sm aku aja.. Eh?? #ditabokKyu
    Ahh iya,, aku bangga sm eon,, disaat author lain bikin malu orang yg udh share/copy karya’a sembarangan, tp eon mau maafin dia secepat itu.. bahkan sehari setalah’a aku rasa eon adem” aja kyk gk terjadi apa”.. eon juga gk ngasih tau sm reader eon siapa pelaku’a.. Padahal kalau d kasih tau k reader udh pasti itu orang bakal dibikin malu.. Aku gk bakal nanya kapan eon publish ff lg,, krna menurut aku karya eon pantas ko bwat d tunggu,, so, aku tunggu kpanpun ff eon beres,, HWAITING^^

    • ngapain situ bangun tengah malam? habis mimpi jorok yah? #plakkk gyahhaha
      situ nangis? terus salah gw? salah temen2 gw? salah keluarga gw? #mulai gila..
      syukur deh kalo dpt feelnya, karena aku sendiri aja ragu. sedikit bosen juga waktu bikinnya…

  13. akhirnya muncul juga,,,,

    eonni love contractnya di post duluan y besokkk,,, udah g’ sbar baca x,,,

  14. huh mncul jga…..
    eonn ffny sngat pnjang…………..
    but mmbuat q ngis…hiks..hiks……
    q tnggu ff yg lainy eonn…

  15. Siksaan batinnya gaeul sadis banget T.T
    donghae dengan bodohnya ninggalin gaeul cuma karena masalah itu, masih beruntung hyukjae mau ngalah buat donghae…
    Sifatnya donghae… Manis, romantis, tapi childish xD

  16. snng bgt akhirnya ada postingan baru dr kamu chingu.. q slalu nunggu ff kamu, secara q jg cinta mati bgt sm abang ikan XD.. sprti biasa ff yg kamu slalu berhasil memporak-porandakan emosi q, deabaklah pkknya chingu.. jd ga sbr pngn tau lanjutan love contract sm imaginary husbandnya.. ditunggu lanjutannya, fighting ^ ^..

  17. KASIANN HYUKJAE!!! *tabok

    Eon gak nyangka bakal ada sekuelnya xD
    Ini aku baca malam menjelang pagi dan sumpah eon, bikin aku gagap kehabisan kata2, Nyesekk deh. Kasian Hyuk untungnya dia baik, dia bisa relain Gaeul buat Donghae..
    Sempet diawal konflik tadi pengen kalau Gaeul sama Hyuk tapi karna sudah baca alasan Donghae mulai deh berubah pikiran, Gaeul hanya untuk Donghae. Feel nya dapet banget eon berasa ada gambar semacam pilem berputar dikepala aku.
    Okee, eon aku bakal nunggu Love Contract dan Imaginary Husband nya :-D

    Hmm.. Buat kasus itu eon yang soal plagiator itu sempet baca status eon di FB, Gak bisa komen2 apa soal ini, Eon harus sabar yaa!! Kagum sama sifat eon yang selalu bisa menghadapi masalah pake kepala dingin dan bijaksanaa gak sampe ngeluarin kata2 sampah yang malah bakal memperburuk keadaan.
    Mau dong belajar sama eon?? *plakk

    Fighting eon!!!

  18. donghae udah dapet gadis pengganti gaeul untuk hyukjae belum? haha.

    ffmu selalu keren oen:D
    ga sabar nunggu ff yang lain untuk di post:3

  19. nahan nafas bacanyaaaa,LEE DONGHAE,LEE DONGHAE!!KEMBALI UNTUKKU JUGAAAA ><,
    suka banget unni ceritanya,walau jarang komen tpi aku fans berat FF unnie.FIGHTING buat Love Contract sama Imaginary Husbandnyaa

  20. uwooo….
    ga nyangka ini ada sequelnya… >..<..

    Ditunggu ff lainnya onn, terserah dah apan publisnya, yang penting tetap berkarya….yeahhh.. Hwaiting onn.. #kecupBasah
    *saya juga penyuka inuyasah, dan rasanya mau lempar TV saat kagome dan inuyasah g bisa bersatu… . :(

    • kepotong komennya…

      uwooo….
      ga nyangka ini ada sequelnya… >….<)`

      Ditunggu ff lainnya onn, terserah dah kapan publisnya, yang penting tetap berkarya….ditunggu karya-karya selanjutnya..yeahhh.. Hwaiting onn.. #kecupBasah
      *saya juga penyuka inuyasah, dan rasanya mau lempar TV saat kagome dan inuyasah g bisa bersatu…

  21. wah ga nyangka bakal ada sequel’a loh
    tp daebak daebak oen
    dpt bngt ini ff bikin reader ikutan galau
    *halah
    prpisahan yg menyakitkan sampe nunggu brtaun2
    luar biasa
    aku tertarik bagian prnikahan’a gaeul oen
    3 undangan nama cowo’a beda2 tp nama cewe’a sama
    aku jd mikir tamu undangan’a jg sama apa ga?
    gimana komentar para tamu undangan?
    *plak..pemikiran yg brlebihan, haha
    sekali2 gitu oen gaeul’a blhlah ama hyuk
    jng digagalin, kasian hyuk
    tp bagian ahir itu lucu oen, hae yg ga mau kalah anak’a
    ayah macam apa dya
    ckckck
    tp ending’a taraaa happy ending
    baiklah aku akan selalu menanti ff karya eonni
    semangat oen

    • iya, gaeul kan gagalnya selalu di detik2 pernikahan, makanya aku selipin obrolan dia sm hae nanya tamu mereka bertiga itu sama atau gak, kl sama, yah udh gak punya muka lagi nama dia ada di tiga undangan berbeda dengan nama cowo yang beda pula..
      boleh hyuk sm gaeul, tp kl gak ad hae.. wkwkwkw

  22. Eonni!!!
    Yeahhh akhirnya publish jugaaa…
    Eonni,, waktu yg bagus eonn..
    Lagi galau mikirin mubank… Eonni hibur kita dgn ff mu…
    Thank eonn..
    Baca dulu eonn!!

  23. “Aku tidak tahu bagaimana rasanya sakit di tinggalkan oleh seseorang. Terkecuali kau begitu ingin membagi rasa sakit itu kepadaku, Gaeul~a.”

    astagaahh unniii baca part ituu bkin aku bneran tenggelam k critanya,ngeliat jlas wajah pesakitannya hyukkii *alaah apapula ini bhsaku* #plakk
    Bhsa unni mkin lama mkin daebak,bkin aku makin lope lope sm ff unni… :))

    Trus berkarya yaa unniii….
    Jgn gegara yg diatas unnii jd maless nuliss ff lg.. Eotte..?? ^.~

  24. awal baca sampe pertengahan nyesek banget, kasian gaeul ditinggal donghae tanpa alasan yang jelas. pas donghae kembali, galau lagi dech kirain bakalan sad ending. untung happy ending………………….

  25. huwaaaaa…………… squelnya keluar………… aye aye……

  26. Annyeong onnie :D
    Akhirnya onnie publish ff jg.. Haha tiap hari aku bukain blog ini lho sampean.. Haha
    Ceritanya daebak !! Aku suka.. Ga nyangka tau” keluar si hyukkie.. Wkwkwkwk
    Ditunggu love contractnya on..
    Fighting !! :D

  27. huaa aku nangis bacanya onnie,sedih banget untung aja happy ending:)
    ff onnie selalu keren,keep writing onnie

  28. Aaa eonni kece bangeeet ><
    feelnya gak kalah sama si ff induk kok.keep writing ya ^^9

  29. Knapa ada author sekeren kamu!
    Ahhhh!
    donghae kau membuatku makin gila
    untuk ni ff happy ending klo nga
    #tebas donghae
    aku nga tau harus koment ap lgi,hanya satu kata deh buat dian eonni
    DAEBAKKKKKKK

  30. Knapa ada author sekeren kamu!
    Ahhhh!
    donghae kau membuatku makin gila
    untung ni ff happy ending klo nga
    #tebas donghae
    aku nga tau harus koment ap lgi,hanya satu kata deh buat dian eonni
    DAEBAKKKKKKK

  31. Ditengah-tengah sibuk les bla bla buat UN ada penceraran buat mata, hahahha ada ff baru. Gak nyangka ada sequel..

    ohh ini yang marga lee itu, wkwkkw kirain FF lain ternyata sequel..
    jadi inget masa-masa ff i wanna love you, haega kecil jadi hyukjae, ketawa-ketawa baca part pas udah punya anak, berasa hyukjae yg menjelma jadi bocah ahhaha. Tapi salut buat hyukie yg mau ngasih Gaeul ke Donghae. Gaeul banyak di kelilingi pria2 ya? Tapi donghae cuma setia sama dia! ahhahaha dasar gaeul tukang selingkuh, Eh? mau kemana2 juga akhirnya sama donghae. Yesung, donghwa,hyukjae, ujung2nya hae. Tapi Gaeul di sini dewasa ya eon, gak kayak hae bocahnya minta ampun.

    “Sejak kapan seorang suami harus mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk meniduri istrinya?” paling suka kalimat itu aahahha. So Sweet, ff ini intinya pamungkas yang pertama. Konflik gk terlalu nyeremin tapi lumayan deg2 bacanya meskipun dugaan aku akhirnya bakal sama hae tetep aja masih deg2an..

    Masalah keraguan, aku pasti baca semua tulisan eonnie hahahah. Udah berani publish aja berarti udah jagoan, iya gak eon? Udah lawan ketakutan sendiri. wkkwkw
    Eonnie doain aku lulus UN ya! Sama lulus SNMPTN, amin! ahhahahaha

    Imaginary husband dan Love contract mau yg mana aja yg publish, hayulahh siap di babat habis!
    Fighting eonnie ^^

    • iya, marga lee yang itu dan berujung memilih hyukjae untuk menjadi manusia yang kembali pantas disiksa.. *digaruk monyet*
      kan asyik aja gitu punya anak yang namanya sama dengan mantan pacar, apalagi juga sahabat suami.. asal suaminya kyk donghae.. hihihih
      biarin tukang selingkuh.. mobil aja butuh ban serap.. manusia juga donk #plakkk

      itu mah bukan kalimat sweet, malah menjurus ke yadong

  32. wah ada sekuelnya ya cinggu ,joha..sneng dech sm ff ini haenya kren gila. tpi pas bca awal2 nyesek jga gaeul d tinggal lg,trus pria yg gantiin hyukppa lg akh..smpt sakt hti liat hyukppa g jd nkah,tpi gmana lg gaeul emg tercipta bt haeppa!! d tnggu love contracnya y cinggu!!

  33. maaf aku kurang bisa menikmati sequelnya..ntahlah menurutku cerita yg pertama lebih dapat feelnya ..
    dan aku nunggu banget imaginary husbandnya hehe jangan lama2 ya smangat :-D

  34. wah complex cinggu nich cerita. sdih jg liat hyukppa tega ya..tpi gmana lagi donk gaeul emg bt haeppa.. love contracnya d tnggu y

  35. nyessekkk nya dapet bgt..gakk kalah sama ff induknya..sama2 keren :) and chukkae gaeul akhirnya kisah cinta mu berakhir dgn happy ending :)

    eonni gak ada rencana buat side story ff ini kahh??yg nyeritain kisah cinta hyukjae setelah pisah dri gaeul??penasaran sama kisahnya hyuk…

  36. Kyaaaa ada sequelnya n lebih sru, mnyayat hati n lbih mnarik… Jga gokil buat kdua pria yg mermarga lee sperti donghae oppa n hyukjae oppa… daebak nan neomu choa…^^v

  37. FF nya bagus, mian aku baru komen skrg. Bikin nangis *hiks
    Untung Gaeul ga nikah sama Eunhyuk, aku kira nanti nikah sama Eunhyuk. But over all great. Jangan lupa sequel lagi ya… *haha

  38. bismilahirohmanirihim semoga kali ini bisa komen mengingat sebelumnya gak bisa-bisa.
    tiap hari bulak-balik kesini akhirnya nemuin postingan baru juga seneng seneng seneng sequel pula ahh keren banget eonn apa lagi sama ceritanya yang rumit tapi engga serumit sinetron tentunya hehe dan selalu enak buat dibaca aku sampai menitihkan air mata bacanya tapi sayang banget gak bakalan dibikin sequel lagi ya eonn tapi gak papa deh kan masih ada imaginary husband sama love contrak.
    mengenai yang ngeplagiatin ff eonn itu benar-benar gak bisa dikasih hati yang sabar ya eonn semoga dia sadar atas apa yg udah dia lakukan. :)

  39. Yeeeee…..onnie akhirnya da lg ffnya..#lempar ikan meokpo
    Emmmt onnie suka inuiyasa y??
    Crtanya keren….berhasil memprmainkan emosiku…#lebay tp jujur awalnya ni crta bkin nangis ehh scra ajaib onnie bkin ngekek saat sy bc crta ini di endingnya…hahahaha si donghae ky bocil (bocah cilik ) hehehe

    • suka banget.. itu slh satu anime favorit aku.. suka sama sih anjing besar dan seshomaru.. jg shipo.. pokoknya suka lah anime yang masih nyelipin kisah2 cintanya.. satu lg aku juga suka Conan.. tp udh lm gak update sm komik maupun movienya.. dulu jg suka Dr. rin..
      bocil? hahaha
      bocil yang juga udh bisa menghasilkan bocah.. hahahaa

  40. hueeee :'(
    sequel yang berhasil mengaduk-ngaduk emosi eonnie..
    rasanya pengen menitikkan air mata waktu baca ini,
    tapi di akhir-akhir malah ketawa liat tingkahnya donghae :D
    bener” mengaduk” emosi..
    daebak eonnie ^^

    untuk imaginary husband sama love contract tetep setia menanti kelanjutannya ^^
    fighting eonnie !! :))

  41. ya ampunnn aku pikir kemarin tu mereka langsung nikah ternyata ada cobaan lagi T___T
    kirain Hae punya penyakit parah ternyata masalah keluarga…
    agak2 kasian ama Hyukjae ><
    pelajaran paling penting disini adalah jodoh takkan kemana, walaupun begitu banyak masalah dan aral melintang kalau udah jodoh pasti bersatu :')
    Nice story eon ^^

  42. Baca ff ini jd inget kata orang tua “kalo emg udh jodoh ga akan lari kemana”
    Pas tau alesan donghae ninggalin gaeul cma gara2 status aku mrah bgt onnie..tp pas tau dia juga mnderita bru ngerasa stimpal..aku jahat ya?hehe
    Yg pling kasian d ff ini adlh hyukjae..sumpah dia saahbt terkeren yg aku tau..dan itu memang seharusnya sahabat
    Ff ini ngaduk perasaan bgt onnie, KEREN!!!!

    • jodoh emang gak akan kemana tp kalo diem aja gak usaha, gak jg dapet.. kkk~
      gimana yah? emang sih agak gak masuk akal, tp mau gmna pun status itu masalah yang cukup sensitif, apa lagi kalo berbanding terbalik dengan kehidupan yang dijalaninya selama ini.. kl berubah yang lebih baik gak masalah, nah kalo berubah jadi buruk udah gitu bikin malu pula, ditambah alasan donghwa ninggalin gaeul kan juga masalah gitu, jadi wajar kalo menurut aku dia sedikit ragu dan gak percaya diri dengan status itu untuk bilang ke gaeul dan keluaranya yang pasti..
      hyukjae? salah siapa punya muka yang pantes buat disiksa #plakkk

  43. waaaa… ada sekuel nya,
    cap 2 jempol dulu

  44. gomawo eon,jeongmal gomawo udah publish.in ini disaat yg tepat.pas galau fb n twt bhas mubank. u.u
    aku kira IH dlu yg publish.
    gak tau knapa diff ini aku kyk ngerasain skitnya hyuk wkwk #alayplak
    tapi aku tau akhirnya pasti gaeul sma hae kan ._.v
    kissing scanenya kurang eon :p wkwk
    knapa anaknya ga pake haega lg eon. bnyak comen ya hehe mian.
    lanjutkan karyamu eon. SARANGHAE

    • kemarin sih sebenarnya emang lagi ngerjain IH.. tp ada setan lewat eh maksudnya ide lewat, jadi yah IH-nya aku pending dulu dan malah ngerjain ff gak jelas ini..
      dasar.. itu aja udh kelewatan tau.. udah cukup lah kissing scene-nya, ntar malah kebablasan NC pula..
      Haega? masih koq.. cuma di ff ini lagi pengen nama Hyukjae aja.. soalnya pasti seru kalo punya anak yang namanya sama dengan mantan pacar.. biar ada lucunya aja sih..

  45. gomawo eon,jeongmal gomawo udah publish.in ini disaat yg tepat.pas galau fb n twt bhas mubank. u.u
    gak tau knapa diff ini aku kyk ngerasain skitnya hyuk wkwk #alayplak
    tapi aku tau akhirnya pasti gaeul sma hae kan ._.v
    kissing scanenya kurang eon :p wkwk
    knapa anaknya ga pake haega lg eon. bnyak comen ya hehe mian. SARANGHAE

  46. dan yap mengcopy paste tanpa credit emang lagi trend ya sekarang -_- , cobaan penulis yang bisa menghasilkan karya bagus :) . btw kata eunhyuk yang “Berhentilah menjadi pria bodoh, Lee Donghae!! Menjadi tampan saja tidak cukup di dunia ini jika kau tak memiliki otak!!!” bikin ketawa huahaha xD . btw love contract ~~~~ kapan publish lagi *muehehe :P

    • ini gara2 kyuhyun yang selalu ngatain Tuhan adil.. Donghae dikasih muka tampan, tapi bodoh.. sebenarnya gak terima juga Kyuhyun n member lain ngatain nemo bodoh..
      *Kyu : nah lu sendiri?*

  47. Gak perlu komen panjang2…air mataku tumpah2 dibantal akibat membaca ff ini..smpai skg msh gak bisa bicara n pikir apa2 masih sesak soalx #curhat…100 thumb’s for cho gaeul,,!!!

  48. kereeeeenn hyukjae
    da ya cwok speerti tu???
    susah deh nemuin cwok sperti tu di dunia nyata
    satu ge,,
    ya ampun, sanggup ya gaul nunggu donghae 2 thun
    WOW 2 thun bukan wktu yg singkat loh
    hufftt
    smangat deh tuk autornya
    semoga diberi jlan kluar tuk para plagiator di dunia ini
    biar jgan ngmbil karya org lain

    • ada atau ga, aku gak tahu juga, belum survey sih #plakkk
      kalo pun ada paling juga nyempil dan susah ditemui.. 1 : 1000
      sanggup2 aja selama di ff.. kl di dunia nyata bodo amat, kawin sama yang lain.. gyahaha

  49. waaahhh,, ada postingan baru nih, asyiiiikk :D
    kirain imaginary husband to love contract, ternyata sequel ff oneshoot toh, tp tetep daebaaak ko
    gtw knp ff bkinan eonni slalu ngena bgt feel.a,, hmpir nangis aq :'(
    dsni q ska bgt ma karakter.a hyuk oppa,, keren dh pokok.a, pa gy wkt d altar mlah nyuruh gaeul prgi..
    pdhal wktu d apartemen.a hae dy kyk.a g bkal ngelapasin gaeul.. :)
    TOP BGT SKL dh pokok.a… d tunggu lanjutan ff imaginary husband n love contract.a eonni ^^

    • IH sm LC menyusul..
      idenya hilang timbul..

      kl di apartemen kan dia-nya juga kaget.. jadi wajar kalo marah begitu.. dan kalo gak marah, hyuk gak keren #plakk
      aku malah yang paling suka waktu hyuk ninju donghae.. haha *istri sadis*

  50. ya ampuun un ngena banget sampek nangis gulung* ini,
    daebak pokoknya *ngakak waktu baca yang belakangan muahahah

  51. slalu nunggu ffmu dan ini bagus tp hyukjae kasian ditinggali gaeul…

  52. waaah eonni ff mu bagus.
    Sabar ya eonni terhadap masalah yang di atas #fighting

  53. Nyesek bgt bc’a,crta’a bnr miris untung hyuk baik hati jd happy ending deh
    Moga cpt dpt ide bwt lnjutin imaginari husband n love contrak

  54. akhirnya muncul ff baru. Mengharu biru deh ff ini .great friendship between the Lee. Suka. menyentuh. as always ff di blog ini bagus2. Two thumbs up

  55. annyeong eonnii..
    Udah lama aku nggak ngunjungin blog ini, kangen deh..:)
    oiya eon, sequelnya bagus bangeeet, feelnya dapet. Pas baca awalnya biasa aja, tapi pas udh nyampe konflik aku rasanya pengen marah, trus nangis.. Udh selesai konflik, aku seneeng banget karena akhirnya donghae sama gaeul juga.. DAEBAK!! (y)
    keep writing and fighting ya eon..
    I always waiting far your next fanfic..:)
    maaf kalau komen aku kepanjangan, hehehe..^^v

  56. huweeeee ada yg baruuu,, akhirnyaaa
    hehe belum bc gpp ya unn comment dulu,,

  57. Eonni tanggung jawab gak.
    Gara” kau aku nangis meneteskan air mata.
    *yaelah
    kenapa cobaan gaeul begitu menyakitkan.
    Hyukjae oppa belum dapet pasangan kan cukup dia pilih aku aja selesai kan .
    Wkwkw.
    Bibirku terukir menimbulkan sebuah lengkungan.
    Aku tersenyum bahagia akhirnya ff ini berakhir dengan happy ending . :D
    kasihan si donghae oppa gak di kasih jatah gara-gara anaknya.
    Terlalu cepet sih buat anak jadi waktu untuk berduaan di atas ranjang sangat minim.
    Kkk~

    • loh, kok aku yang tanggung jawab? OGAH.. siapa suruh nangis?

      gpp menyakitkan, yang penting kan endingnya menyenangkan.. pahit diawal tapi manis di akhir.. #halahhhh
      waktu berduaan di atas ranjang? wkwkkw gila..

  58. #Siapin tissue
    huaaahhh hiks” akhirnya squelnya kluar jg smpe kaget pas bk blog ad postingan baru.
    Chingu keren banget crtanya feelny dpt banget sampe mewek bacany dan aku sk banget endingnya bikin ngakak aplagi pas donghae ngerajuk gara” ggal bkin dede baru untuk hyukkie donghae emg gk bs brbh jadi pria klkuan ttep ky bocah 5 tahun suka suka suka
    Wow abis ini love contrack dan imaginary husband huah
    #loncat loncat kegirangan
    semmgat ia chingu nulisnya smpae kpanpun aku tggu lanjutannya

  59. annyeong gaeul eonni, aku readers yg cukup sering baca ff eon tpi gk berani ikut komen. Takut salah komen, maaf bgt sebelum2nya aku jdi siders *bow*. oh, iya aku berkesan bgt sama sequel ini. ku juga ngerasain ancurnya gaeul bener2 nyata sampe aku nangis…
    dan aku mau minta ijin pke nama eonn di ff aku boleh kah? 저성애요… 고마워… ^^

  60. ga sangka eonnie bikin sesosok gaeul yg menyedihkan lagi. dua kali ditinggalin tanpa alasan bener2 nguji gaeul bgt. dan disini sisi hyuk lagi2 muncul menjadi org yg punya sikap dewasa. dan busukknya donghae saat dia bilang “Pria bermarga Lee lainnya hanya
    sebagai jalan untuk membawamu
    ke dalam dekapan Lee Donghae.” dan aku suka ada cerita manis di semua jalan percintaan gaeul

  61. Pertama-tama terima kasih buat dibikin sequel nya, tapi agak dipaksakan nieh kebersamaaan mereka walaupun aku setuju karna aku ga suka sad ending..
    (>へ<) gaeul emang diciptakan buat donghae.

  62. oh my god gila parah kacau bikin dagdigdug seeeer nih ff yaampun kesian myeolchi kamu sm aku ajaaaa
    ceritanta seruuuu

  63. Ga Eul nya ngadain nikah 3 kali ? Wkwk semua pengantin pria saling berhubungan erat pula . Wkwk
    anak sama appa kok ga ada bedanya ya ? Wkwk
    jadi Eunhyuk belum nemu yang baru? Kasiaaaan Eunhyuknya . wkwk
    namaku livia, salam kenal . :)
    Keep writing .

    • belom nikah, rencana pernikahan.. kl nikah 3 kali, wahhhhh hebat Gaeul.. gyahaha
      kl beda, makin stress donghae. udah nama sama dengan nama mantan istri, masa sikapnya beda pl.. makin uring2an aja tuh ntar nemo..

  64. wahh ad sequel nya ^______^ baca dlu ya eonn ~~ kkkkk

  65. Hmm…ini longshot yang nyesek banget *lap ingus* gak nyangka bakal ada sequelnya ,kalo kata aku ini nyambung bnget,,perfect semua dr jln cerita sampai konflik2ny, greget bnget ! Dan yang aku baru ngeh dan lucu waktu gaeul bilang nama dia ada di 3 kartu undangan dengan 3 nama pria berbeda itu seakan menyambungkan cerita awal dan sequelnya ini,,,imaginary husbandnya aku tunggu,, FIGHTING,,,

    * Kapan ya kyuhyun ikutan ngrecokin HAEGA couple, tp pngen jd maincast utamanya *mimpi* hihihi…*

    • hahhaa sebenarnya mau sih nyelip2in kyuhyun.. yg pasti jd orang ketiga.. kalo main cast gak mungkin dy jd pairing gaeul kecuali otak aku lg eror kyk dulu.. nyelipin jadi pihak ketiga aja, aku mikir panjang.. bukannya apa2, marga Gaeul dan Kyuhyun kan sama2 Cho.. nah aku pernah denger dari temen onnieku *dan aku gak tahu itu bener atau gak* katanya kl di korea itu jarang banget seseorang yang bermarga sama menjalin hubungan yang spesial apa lagi sampe nikah.. makanya aku gak pernah jadiin Kyu orang ketiga diantara HaeGa

  66. ga nyangka kl ada sekuel.nya

    bagus bgddd..
    smp bisa ngerasain feel.nya gaeul wktu dihadepin sm kenyataan org yg kita sayang balik lagi.

    emm, wktu hyukjae ngerelain gaeul jadi keinget film kuch2 hotahai, hee

    semangat ya. 2 jempol bwt ide ceritanya :)

  67. uwaa nyesek waktu gaeul binggung milih hyuk apa hae… astagaaa gaeul gagal kawin2 kali kwkwk.. gue jadi kasian unn sama para terima undangan bkalan binggung nama gaeul terpampangmulu d undangan.. si gaeul gagal kawin mulu…
    ASTAGAA ABNG NEMO LO KEKANAKAN BNGT DI DEPAN ANAK LO. shock nemu donghae bersifat kekanakan merengek minta sesuatu.. wkwkwkwk
    tapi daebak unn gue readers setiaa tuap bulan selalu cek blog ini.. next ff yaa unn (khusus love contrac*

  68. huwaaaa ada sequel nya, seru euy tapi seperti biasa menguras emosi. daebak thor :D
    imaginary husband kapan publish thor?
    udh mulai lumutan nungguinnya nih hihi tapi penasaran

  69. anneyong onnie, gila pas tau donghae ninggalin gaeul udah parno duluan
    tapi endingnya puas banget, hyukjae keren abis dia dapet peran yg bener” penting diisni dan lee donghae seperti biasa xD
    dan yang parahnya lagi ini ff sukses buat aku nangis” dan melakukan pengurasan emosi haha
    dan onnie aku suka banget sama pemilihan kata-katanya alive banget sama penggambarannya :D

  70. Brp hari nggak buka blog ini, eh ternyata ada postingan baru. Telat deh, tp gk papa deh, dr pd nggak bc sm sekali :D

    Nggak tau mesti comment apa ttg ff mu! Good idea, karakter nya juga kuat, alur nya juga pas,, emm apa lg yaahh??
    Overall, good lah pokoknya :)

    Keep writing, di tunggu karya2 mu selanjutnya :)

  71. duh kirain beneran pingin ditinggal nikah ;;AA;; atau kirain pas di altar itu pengantin cowoknya berubah jd donghae o__o anaknya haega lucu bgttt. puaaaas sama sequelnya hihi. imaginary husband? yeayyyy fighting unnie!

  72. hey hey hey… sorry ive come so late ;( hahahhaha the nice ff girl.. really like your story…
    over all.. i cried again when scene gaeul must married with hyukjae… hikseu….

  73. annyeong~

    seperti biasa, ff buatan eonni emg daebak :D
    nggak tau kalo mlbfsg ada sequelnya. kirain sequelny bkal ttg haega yg sneng” brsama, g taunya mlh tmbh galau dr sbelumnya ._.
    sumpah. nyesek bacanya. g kuat aku kalo jd gaeul kya gtu. nangis terus T_T
    nggak nyangka lg trnyata inspirasinya dr inuyasha ya? beneran daebak XD

    Ah. kalo g slh ingt, kya.a eonni srg bkin hyukjae mngalah bwt gaeul ya? XD *pukpukhyuk

    eonni, fighting!!! :)
    ditnggu ff keren lainnya..

  74. lanjut thor~

    ikutan lomba nggombal yuk, ada voucher olshop, uang dan buku KC lho

    http://www.korean-chingu.com/2013/02/05/kc-event-korean-chingu-full-in-love/

    atau #KCGiveAway2 yang berhadiah 2 free tix nonton “A Werewolf Boy” di Blitz

    http://www.korean-chingu.com/2013/03/10/kc-event-koreanchingu-giveaway-2/

  75. astaga donghae…. disini aku galau mulu bacanya.. kasian hyukjae. kirain gaeul bakal nikah sm hyukjae dan ngelupain gaeul eh ternyata enggak. HaeGa tak pernah terpisahkan wkwkwk. itu jahat bgt fakta donghae anak hubungan gelap hmmm. oke cant wait imaginary husband.

    • yah gak mungkin donk Gaeul nikah sama Hyukjae selama di ff ini ada donghae, kecuali kl donghaenya aku bikin tewas.. hihihi
      terlalu kejamkah? habis kyknya seru aja kl konfliknya itu.. kyknya saya harus minta maaf banget sama abeonim *ayahnya donghae* krna bikin cerita keterlaluan

  76. Uhhhh.. Selalu Kalo baca FF dari non HaeGa hrs siap tisu..
    Feelnya selalu ngena.. G’ kalah kk ma ff induk.. Yang bikin tmbh sakit tuh si Eunhyuk yg perasaan selalu jadi korban d’antara kisah HaeGa…
    Cinta memang buta, bisa bengalahkan sgala ikatan didunia…

    Nice sequel.. D’tunggu FF yang lainnya.

  77. Aach akhrnya selesai jg bcanya..
    Aigoo ksh hyukie,.om nkahnya m aku z..jaah ngarep banget..
    Keren thor karya mu cetar membhana..hahaha
    dtnggu love contract ma imaginary husband nya thor^^

  78. donghae-ya ninggalin gaeul tanpa alasan setelah kembali ga lgsg ngasih penjelasan lagi, yah walopun akhir’y njelasin jg sih, aq jd gregetan lihat’y. jd org ko pengecut, akhir’y nyesel kan kehilangan gaeul, untung aja lee monyet berbaik hati mengembalikan gaeul.
    dua jempol buat hyukie junior yg udah nggemplak appa’y yg maen tuli. appa sm anak sm2 childis

  79. Huwaaa!! Pas balik ke dorm langsung baca ff yg baru dapet dan itu sukses buat aku banting barang pas baca ini ff
    Awalna kesel pas Hae ninggalin Gaeul. Apalagi pas kejadian di Apartemen.. Kasian ngebayangin Gaeul kyak gitu. Tp Hyuk untungnya punya kepribadian baik kyak gitu :D
    Daebak Eon! Dituggu ff lainnya :)

  80. kasian hyukie -_- sini aku pelukk #digampar jewelss
    keren eon, as always^^ keep writing, ditunggu lanjutan imaginary husband nya :D

  81. aihhh… donghae oppa itu bodoh ato jahat yaa… hehehe…
    ckckck, hyukie tragis sekali nasib mu nak.. cupcup
    eon, tau ga pas baca awal awal kirain si ikan pergi karena wamil. abis kan 2taunan dia ilang
    wkwkwkw *gw sotoy

  82. Terinspirasi dari serial inuyasa kyaa… Aku suka kartun itu. Pas baca di tengah part langsung nangis .

  83. fyuhhhh akhirnya selesai baca \^^/

    wah” keren bgt ini alurnya,feel nya dapet semua ><;;;;;; nyesekkkkkkkk idih si eonni pinter bgt bkin aq thn napas bc nih ff fyuhhh, smakin scroll k bwh smkin cap cip cup(?) jntg aq wkwkw maap ya eon redersmu yg 1 ini agak gila XD

    okey itu aj kali ya eon hihi

    next aq tunggu imaginary husband nya ^________^

  84. oh iya eonni klo aq ngshare link ff nya eonni d twitter gt boleh gak? biasanya sih aq suka share/promosiin ff”’ yg bgus ???

  85. woaaaaaaa selanjutnya IH hahaha tau aja aku nunggu bgt kelanjutan ff itu, mau lama mau bentar aku tetep tunggu IH kok :)
    sepertinya aku tau siapa yg kamu maksud, soalnya ada author yg kasusnya sama kaya kamu ffnya digituin terus alasannya sama bgtttttt, persis bgtttt

  86. wahhh 3 namja bermarga Lee!! daebak hohoho
    finally, happy ending:)) konfliknya dpt bgt eon. ga tau mau blg apa lg, bingung. bgus dah pokoke^^
    gambatte eon!!

  87. awal’a aku pikir hae sakit,eh trnyta eh trnyata,bnr2 ga kepikir bkln kya bgini,sejujur.a aku lbh dkng Hyuk,disini hyuk keren bgd,dan donghae jd smacam pecundang,ninggalin gaeul gtu aja,trus balik lg,bnr ga gentelman kau abang ikan >,<
    tp tetep aku padamu bang *loh* :)
    skali2 gaeul sama yg laen napa,kyu atau hyuk gtu,biar lbh variasi,kkk

  88. suka bgt…
    konfliknya top,aq kira gaul bklan nikah sm hyukjae…
    ternyata….
    bagussss….

  89. Ada sekuelnya ternyata,,,,,aigoooo diawal itu nyesek bgt,,,,malang sekali nasib gaeul,,,,huffffftttt,,,,kasian hyukie tp gpplah,,,krna bagaimanapun gaeul hanya tercipta untuk seorang lee donghae,,,,aiggooooo mr 5years old,,,,,merajuk segala,,,LOL,,,daebak saeng,,,kapan sih cerita kamu g super duper bagus,,,dtggu ff selanjutnya,,,,,gud job :DD

  90. nyesek donghae kenapa harus pergi tanpa bilang dulu :((
    dan eunhyuk, kau benar” sahabat terbaik donghae, ampe rela lepasin gaeul..

    eum emang cerita awalnya megang bgt unn, tp sekuelnya bagus kok ;)

  91. Kereeeeennn…
    Daebak. Gak nyangka banget bakal ada hyuk disini.
    Dan pas mereka pisah. Aku nangis!
    Speechless de. Bagus pokoknya

  92. cuma bisa ngomong
    “WOW!!!!!”
    SO FANTASTIC EONN XD
    *speechless*
    DITUNGGU FFMU YG LAIN EON..
    LOVE YOU :* XD

  93. Waktu dapat notice di email soal sequel ini, aku sempat mikir juga sih apa gak kebanting ntar ini sequel sama cerita induknya yg aku suka banget.
    Eh ternyata sequelnya juga keren dan feelnya dapet banget. Sumpah baru kali ini rasanya aku ga rela Gaeul balik lagi sama donghae dan lebih rela kalo dia sama hyukjae aja, rasanya disini donghae dan Gaeul terlalu egois Dan menusuk hyukie dari dua sisi yg berbeda secara bersamaan. Tapi yah finally happy ending juga *fiiuhh

  94. Ck,, y ampun hae,,
    tga sih ninggalin gaeul.. T kan akhrny ma hyukie..,
    ksian hyukie hiks TT.,,
    ma aq yuk*modus8-)
    onnie,, aq jg pggmar inuyasha.. Sygnya d indosi*r g’ d tnyangin lgi ;(,, trkhir pas inuyasha brtgkar dg kakaknya d mkam ayahny,,
    ok onn,, aq tggu ff onnie yg lain..

  95. Oh my god~ ini kayanya lebih nyesek dan tragis. punya pikiran2 sendiri kenapa donge tiba2 pergi. tapi asumsinya meleset semua xD
    dan bagaimana hyuk bisa dengan begitu mudahnya ya, tapi suka deh kata2 hyuk.
    dan endingnya memuaskan banget, donge tetep manja -_-
    feel dapet banget, pokonya aku suka, meski ada beberapa part yg kayanya kata2nya ilang jadi rancu. tapi semuanya ketutup ama jalan cerita yg bagus.
    mudah2an koment-an aku masuk.
    keep writing eonni~ buat yg copycat semoga dapet hidayah ^^

  96. huwaaaaaa…besok harus bangun pagi ehh…iseng main dimari disuguhin lanjutan yg kemaren,kkkk…tidurnya ditunda dulu.,kkk
    huweeeee…tragis amat yak nasibnya hyukjae..#tepuk2hyukie. busetdah baik banget si hyukie..masih mau jd bestman lagi..hohogo
    aku suka pas gaeul minta hyukie pulang..berasa meranaaa gitu gaeulnya..kkk…
    aku td malah mikir namanya si anak pasti haega eh ternyata malah lee hyukjae…kkk…itu satu hal yg amat sangat tdk terduga..
    fighting for love contract sama imaginary husband-nya eonniya…k(k

  97. Asik dibuat sequel, dan aku telat baca.
    Idenya bagus, feelnya tetep dapet ko, bikin nangis, emosi ga karuan.
    Hal yg diragukan saat itu ketika hyuk jae memukuli donghae, dan ketika pernikahan itu tiba, hyuk menyerahkan gaeul pada donghae. Sumpah baek.bangt hyuk
    Sampe di pernikahan donghae hyuk bagian yg megang cincinnya, aigoo, tabah banget hatinya.

    Oia eonni, lanjut love contract, ditunggu,,hhhehehe

  98. Iseng bukaaa kirain LoVe Contract udahhh ada lanjutannya….. ehhh malah nemu efef ini….
    Akuu juga ngga nyangka bal ada sequelnya dan wow ceritanya ngga jauh jauhh dari penderitaan ==m
    Ceritanya oke :)) tapi. Yg pertama jauhh lebih menyatat hati…
    Sumahh ituu dongeee kaya bocahh banget, sama anak aja ngga mau ngalah -.-

  99. Thor ff mu keren bgt…
    Bca nya bkin nyesek,,fell nya dpet bgt daebak deh pkok nya..
    Suka bgt sma ending nya,,ng’byangin muka k’kanakn nya donghae pzti imut bgt..:D

    oh iya imaginary husband nya d’tunggu yaa,,love contract nya juga udah penasaran bgt sma k’lanjutan nya..:)

  100. warning buat yang baca !!! hati2 bagi yang punya asma atau lemah jantung…

    Die…. idemu sungguh brilian…

    sesak napas dari pertama baca (bacanya sambil nahan nafas), huuuuffffff, pasokan oksigen seakan mhilang.

    pas terakhir malah ketawa ngakak,i aaisssshhhh si ikan bener2 dah…

    n guess, baca ini diiringi lagu2 sj yg bener2 ssuai, jd penuh phayatan, t’utama pas part si ikan….

    ga kbayang dgn 3 undangan yg ada nama mereka berempat… xixixi senyum dulu dah

  101. sedikit kaget eon ternyata ada sequel bwt ff ini…. antara kaget ama seneng sih…. hihihih

    tp yg bikin kaget tuh isi ceritanya eon gk nyangka bgt Lee Donghae bkal ninggalin gaeul… dan karna awal2 gk tw alesan nya knp jd sempet sebel…. dan aku jg kget ternyata hyuk yg jd pengganti sementara si hae… haduuuh eunhae bgt…. #plakk
    aku pikir alesan aal hae ninggalin gaeul itu gara2 hae mati kali tp nyatanya malah gara2 alesan anak haram… ya ampun hae…. *cium2 hae*
    tp seneng dgn ending yg bahagia apalg sampe pnya baby…. hadeuhhhh mana lucu lg anakknya….

    pkknya aku tunggu next ff eon… :-)

  102. eonni. . .ak than napas bca ff ni. Dsisi yg jd fokusq karakte hyukjae nya. .woaa jjang^^ sekali2 buat ff hyukjae sndiri donk. Dtggu love contract nya

  103. eonni. . .awalny ak gag brani baca ff ni pi karna diracuni tman jd baca dh :) . Dsini yg jd fokusq karakte hyukjae nya. .woaa jjang^^ sekali2 buat ff hyukjae sndiri donk. Dtggu love contract nya.

  104. salam kenal, risa imnida^^

  105. Aku baca sequelnya ini tetep dapet feelnya kok eonni… :)

    Kasihan Hyukjae tapi seneng HaeGanya bahagia haha

  106. wuaaa akhirnya ada sequelnyaa ><
    nyesekk pas baca part awal..
    hyukjae~aa kamu sama aku aja ^^ #diseret kyu
    tapiii ending nya lucuu, ahh lee donghae kau sama anak sendiri cemburuan banget sii #gemess

  107. MWOYA? INUYASHA? Yak onnie aku juga penggemar Inuyasha, iya sedih banget waktu sumur itu ketutup. Ah tauk dah Inuyasha itu gemes, kayak Donghae disini bikin gemes. Awalnya aku shock, loh kok Ga-Eul ditinggalin gitu aja sih, aku mikir si Ga-Eul ga trauma apa pacaran kalo sering ditinggalin gitu. Wkwk. Tapi pas aku baca ‘senyum gusi-nya’ wah ini pasti monyet itu. Dan taaaaraaaa udah mulai suka couple Ga-Eul sama Hyukjae, tapi pas Donghae balik lagi. Kerasa banget eon nyeseknya. Ngjleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeb dah, banyak dah tuh e-nya =_= Muahaha aku juga bisa ngerasain sakit-nya Hyukjae pas ngelepas Ga-eul, pokoknya situ hebat banget dah eon bikin konflik yg gemesin kayak gini ;AAAAA; itu Lee Hyukjae kecil ganggu aja, hahaha noh kan awalnya nyesek, terakhirnya bikin ngakak. FF onnie selalu bikin aku puas eon, seriusan. Di Onnie jjang!!!! Oh ya direktur WhyStyle nyelip itu ya wakakaka XD

    Ps : Hyukjae buat aku aja la eon, dia ceritanya ke Jepang terus ketemu sama aku, terus kawin dah. OTL

  108. Nyesek diawal happy d ending.
    aqu suka bgt ma jalan crtanya >.<
    hyukjae kasian bgt :'(
    chingu-ya, wlwpn dirimu updatenya lama tp aqu puas bgt tiap update pst long story (?)
    keep writing ya :)
    ajja ajja Fighting !!!

  109. Aaaarrgghhh..Udah nangis2 gaje di pertengahan tp ngakak diakhir liat donge oppa merengek pengen ehm…
    Aigo onnie,,ini cerite top markotop,aku setuju dgn percakapan tentang harga diri,“Terkadang… mempertahankan
    harga dirimu, justru akan
    membuatmu terluka lebih dalam.
    Hanya karena harga diri, manusia
    akan berubah menjadi begitu
    mengerikan. Hanya akan ada
    rasa sakit setiap manusia
    memikirkan harga dirinya.”
    Emg bener sh ya?Hanya akan ada sakit,coz aq jg pernah ngerasain#abaikan..
    Aihhh..Ngomong apa lg ya?Oh iy dipikir2 emang hidup gaeul dikelilingi pria bermarga lee yg slalu diikuti permainan takdirnya..Tp hanya satu orang yg tidak pernah membuatnya menangis?Ayo siapa?Yuppp,hyukjae,oh..Semoga oppa yg satu ini dapat yg terbaik..
    Pokoknya,DAEBAKKKK..
    Oh iy dtunggu love contraknya ya onn,fighting!^^9

  110. Aaaarrgghhh..Udah nangis2 gaje di pertengahan tp ngakak diakhir liat donge oppa merengek pengen ehm…..
    Aigo onnie,,ini cerite top markotop,aku setuju dgn percakapan tentang harga diri,“Terkadang… mempertahankan
    harga dirimu, justru akan
    membuatmu terluka lebih dalam.
    Hanya karena harga diri, manusia
    akan berubah menjadi begitu
    mengerikan. Hanya akan ada
    rasa sakit setiap manusia
    memikirkan harga dirinya.”
    Emg bener sh ya?Hanya akan ada sakit,coz aq jg pernah ngerasain#abaikan..
    Aihhh..Ngomong apa lg ya?Oh iy dipikir2 emang hidup gaeul dikelilingi pria bermarga lee yg slalu diikuti permainan takdirnya..Tp hanya satu orang yg tidak pernah membuatnya menangis?Ayo siapa?Yuppp,hyukjae,oh..Semoga oppa yg satu ini dapat yg terbaik..
    Pokoknya,DAEBAKKKK..
    Oh iy dtunggu love contraknya ya onn,fighting!^^9

  111. chingu..
    suka banget konflik nya
    keren!!!
    tapi dimana nasib hyukjae???
    hiks
    haega emg nggak bisa terpisah disini
    daebakk!!
    di tunggu love contract 7 nya
    fighting!!!

  112. eonni…kngen berat nich…^^
    krain g akn dbkin sequel,eh ternyata ada…^^
    kta siapa feelnya beda?bwt aq sich enjoy bgt bcanya dan emang mnrut aq sequel ni pas bgt bwt jdi endingnya.mngkin aq suka happy end jdi aq suka bgt sequel ni.critanya juga g kluar dri alur crita prtama.
    aq suka semangat hdup gaeul untuk memperbaiki takdirnya.mskpun tetep sulit nglupain org yg dcntainya.klo jdi gaeul mngkin aku g bsa sekuat dy yg ngalamin rasa skit yg sma smpai brkali kali.
    donghae sbenernya salah juga knpa dy ninggaln gaeul gtu za tnpa pnjelasan.aku pernh dnger kalo cnta bsa dtang,cinta bsa pergi tpi cnta tdak bsa menunggu.
    salut bgt bwt hyukjae yg berani mengorbnkan kebhgiaannya sndri untuk org2 yg dcntainya.
    yg jelas i love it so much…^^
    dtnggu ff yg lainnya eon..^_^

  113. kyyaa gak nyangka ada sequelnya >,<

    tp kok yah langsung konflik T_T
    padahal pengen haega moment yang banyak dulu baru deh hae pergi dan mereka kecepetan punya anaknya (di FLR malah kelamaan yah ahahahaa) pokoknya mau yg haega momennya banyak..
    jgn ada anak dulu.. orang ke 3 boleh deh tp yang cewe aja.. kasian hyuk jadi korban mulu wkwkwk

  114. Wawww…ga nyangka. Sekuel ini di awal nyesek bgt crtanya..
    But i love bcs donghae always have happy ending..kkk
    dtunggu nexxt story yah!apalgi love contract.
    author fighting!!

  115. keren – keren – keren – …
    selalu keren ff buatan kamu dian ^^
    kisah cinta segitiga yang selalu bikin aku nahan nafas bacanya ,,
    konflik yang hebat disetiap cerita2 kamu yg lain ,,
    kok kayaknya kisah cinta gaeul-donghae selalu menyesakkan dada yaah ,,
    butuh perjalanan dan siksaan panjang agar mereka berdua bisa menyatu ,,,

    di love contract sedih nyiksa menyayat hati ,,
    di a fregile heart sama yeye juga begituuh,,
    gaeul nya tegar bgt ngadepin kehidupan yg kamu bikin, hihihi

    seruu seruuu seruuu,,

    akkhhh hyukkie aku baik banget ngerelain gaeul buat sahabat baiknya ,,
    lucu amat cara hyukkie ngajak kamu pacaran ,,
    pas dia ngajak aku pacaran gk begitu
    #mimpi
    hahha

    hihihi gaeul-aa tenang ajaa kamu gak usah nyariin hyukkie pasangan,,
    karna hyukkie uda hidup bahagia sama aku di Jepang :D

    hyukkie kecil nya unyuuuu :*

  116. Daebak ! Jadi mewek bacanya:”
    tetap semangat buat ff yah (y)

  117. kya eonni aku ga cek cek blog nyaa.. taunya udah share yang baru ajaaa..
    baca dulu aaah ntar comment lagi hehe

  118. bru sempet bca nie epep…kkk
    haega couple yg bkin ngiri mo diapain aja ttp cinta mrk luar biasa^^
    abang hyukie baek bner ngrelain gdis yg dcintai dmi sg shbt salut dech bang^^
    well …great job chingu

  119. hhaha kasian si ikan
    d ganggu terus ma yang namanya hyukjae

  120. kalo ada yg marriage life seru tuh eon….. ^_^

  121. pheww!. . .pnjg bgt Eonn,, FF ini telah mengaduk-aduk emosiku (?). . .feelnya terasa bgt, suka bgt flashback kenangan HaeGa, btw salut bwt Hyukjae oppa kau berjiwa besar:-|
    Daebakk. .

  122. wah keren banget konfliknya bikin greget,,
    aku bner* bsa masuk kedalam cerita,,
    aq suka dicerita ni lebih mementingkan persahabatan dari pada ke egoisan diri pribadi,,,
    pokoknya keren,,

  123. Daebakk,,
    dikira jadi nikahnya sama hyukk,,
    ternyata hyuk baikk ya.. ^^
    merelakan orang yg dicintainya untuk sahabatnya.. :)

  124. Huuaaa akhirnya selesai juga bacanya,,, heheheh
    Sempat sebel, kesel, kecewa, marah sama donghae….. hiiiiiiiiii,,, pengen ku jambak2in…. jahat banget sih kamu oppa sama gaeul,,,,
    Saking gak ikhlasnya gaeul disakitin lagi,,, berharap banget hyukjae nikahin gauel,,, *esmosi-esmosi*

    Tapi mendengar pengakuannya yang menyedihkan plus mendramatisir itu,,,, huuuuuaaaa aku tersentuh,,,, jadinya ikut2an maafin dya deh,,, ckakakka #plak gak butuh juga donghaenya,,, hehehh

    Kakakkk,,,,, Seneng banget baca karya mu,,, PUAS,,,!! hkhkhkhk
    Ku tunggu lanjutan2 cerita yang lainnya,,, terutama LOVE COntract,,, ckakakak ^_^

  125. Hha diawal cerita udah yakin kalo cowonya itu si HyukJae ! Haha
    ih sumpah bacanya deg degan -.-
    diawal cerita aja udah menegangnkan banget , gada waktu untuk bernafas:(

    kasian hyukjae .. Gimana sh rasanya coba? Sakit ! Calon istrinya tak lain dan tak bukan pacar sahabatnya yang di ‘campakan’ . Adodooh ada Yesung pula disana ? Hha suamiku ikut”an aja

    keren ! Ceritanya selalu keren! Tapi buat reader nya bernafas dong eonni :D . Keren keren keren ! Bikin sequel nya lagi ya hehe
    gomawo

  126. aaa~~ eonni baca ff mu selalu buat reader kebawa emosi ><
    haega tak terpisahkan :p
    aku jd bayangin seberapa imutnya wajah polos si hyukie pas nyelip di antara haega ^^ yg buat bapaknya jd pengen makan anak sendiri LOL
    di tunggu ff lainya :)

  127. tes tes, akhirnya komen saya muncul juga, udah berapa hari habis baca tapi belum ngasih komentar kan gak keren hahhaha.
    hmmm
    seperti biasa kalau unn nulis ff pembaca pasti terbawa suasana, pertama2 saya sempet kesel sama hae, beranggapan kalauhae sama saja ma hyungnya’JAHAT’ tapi scroll kebawa ternyata hae punya alsan kenapa ninggalin gaeul itu buat aku terharu, langsung kasian gitu sama hae.
    dan lagi2 di buat mewek saat gaeul kabur ke apartement hae. hiks hiks ! GAEUL BIMBANG PEMIRSAH wkwkw. tapi saya sih yakin gaeul tetap sama hae, orang ini blog khusus couple haega wkwkwk.
    overall thankyu unn sudah bikin sequelnya, #chu

  128. di tunggu imaginary husban nya cepat post

  129. Aduhh… eonn, aku betul2 nggak duga bakalan dibuat sequel untuk ff nya..
    Kirain mereka bakalan hidup tenang dan berbahagia selanjutnya.. ehh, ternyata belum toh.. Ckckckckckck..
    Sumpah! Setiap scene disini aku suka. Apa lagi pas Hyukjae menyerahkan Gaeul ketika di altar dan di kamar Donghae… Aduhh, aku juga suka banget pas Hyukjae jadi pengiring pengantin Donghae.. Neomu johae karakter Hyukjae disini, ia sangat berbesar hati.
    Walaupun sempat merasa heran, kenapa Donghae meninggalkan Gaeul yang ternyata dengan alasan tak terduga, tapi tetap saja aku mendukung HaeGa couple.. Hehehehehehe…
    Sangat terhibur dengan sikap kekanak-kanakan Donghae di scene terakhir. Setelah menguras air mata di atas adanya scene terakhir itu membuatnya bertambah manis… 
    Pasti lucu tuh, pas pemberian nama anak HaeGa couple, apalagi melihat Donghae yang tak habis2nya mengungkit kejadian itu.. Hahahahahahaha.. nggak tahan deh pastinya. Tapi dasar Donghae! Nggak bisa kalah dari Gaeul.. Kasihan banget!! *elus kepala donghae*
    Oh, untuk penulisan FF, selamat berjuang Eonni!! Fighting!
    Pasti Eonni bisa!! :D
    See you eonni… ;)

  130. HYUKJAE……HYUKJAE…… HYUKJAE……
    Aigoooo…
    ituh gimana noh nasib selingkuhan saya???
    Ihh..
    disini yg mesti tanggung jawab siapa?
    Gaeul…?? Takdir..?? Apa authornya ini..
    ish, teganya menistakan enyuk ku..
    #peluk enyuk

  131. Envx bgt thor da seguel,a :) jd ga sabr wt love contrak,a nd I.H

  132. wahhhh.. bener” sukses buat mulutku menganga.. as always, speechless buat ffnya onni.. hhehehe
    dan itu, aigooo notes nya pnjang sekali..kita sebagai pembaca wajib terus diperingatkan biar kga nyusahin onni nantinya.. sabar yaaaa :D
    huwaiting !!

  133. aaaa.. Donghae, kau bner2 sulit d tebak.. Gaeul jg sih.. :)

    critanya bnar2, bikin nyesek, bikin ketawa2 sndri, bkin grgetan pngen jambak rmbut donghae *ooppss #ditendang eonni
    pkoknya nano2 deh.. Apa’an ngelantur bnget #plakk

    4 jempol deh buat eonni #lirik kyu, pinjem jempol

  134. reader baru di sini…
    ceritanya keren. triangle love, between love and friendship. sebenernya banyak cerita dg genre seperti ini, tapi yg bikin ff ini keren adalah gaya author nya yang mendsikripsikan setiap moment dg sangat baik. kata-kata yang digunakan juga mewakili sekali bagaimana perasaan gaeul and donghae.
    really like it ~~^^

  135. Woooww gak tau mesti ngm apa.
    Ff d sini emng gak ad yg bsa ngalahin deh.
    Dr cr nulis, feelnya, alurnya keren semua.
    Daebak!!! Aq suka bgt deh baca ff dr sini, gak bkn bosen dan malah nagih.
    Keep writing y.. Aq tgg ff brktnya :D

  136. Keluarga bahagia..
    Aq kira bakal gaeul ma hyukie..

    Kereenn..

  137. hwaaa….
    akhirnya ada lanjutan nya jga..
    keren eonni.
    jd ngga bsa komen apa2..
    keep writing eonni.
    FIGHTING!!
    ditunggu buat lanjutan love contract sama imaginary husband nya, secepatnya ya eonn :)

  138. ya ampun
    shock terapi bacanya
    tapi emang keren deh
    “Sudahlah, aku mau pulang. Dasar pasangan bodoh dan menyedihkan. Aku tidak mau bergabung diantara pasangan seperti kalian” wkwkwwkwk gimana g keren tuh omongan :D

  139. Wahhh…..neomu daebak onnie … !!! FF benar” keren … Bahkan air mata pun jatuh gara” baca FF onnie !! Sungguh sangat menyentuh sekali … Tp ada sedikit kejanggalan ,, aq ngarasa alur kecepatan onnie… Yahh mngkin cuman perasaan aq aja kalii yahh ?!?! *abaikan*
    Tapii d luar dr itu , cerita sgt bagus, keren, feel.a dapet, pokok.a double jempol dehh buat onnie…..!!!
    FF selanjut.a d tungguin yahh onnie ^^

  140. readers bru eon,, ^^

    suka!! hahaha
    nyesek ye kalo jadi eunhyuk, di love contract si eunhyuk uga kasian bngt wkawka

    aku sering bngt ni mampir blog ini, bwt lht love contract uda lnjut ato blum
    hehehe
    d tunggu yha eon love contract’y ,,
    fighting !!

  141. ah aku telat T.T
    ternyata ada sequelnya juga, makasih udah dibikinin sequelnya eonni :)
    gak yang pertama, gak yang sequel, dua duanya sukses bikin mata berair :”)
    feelnya dapat banget eonn, apalagi waktu Donghae cerita masalah keluarganya dan harus ninggalin Gaeul karena malu :”)
    Donghae bener tuh, Gaeul memang dilahirkan untuk Donghae, jadi hyuknya nyerah aja ya, hyukjae ke aku aja hehe
    anaknya lucu, nightmare banget tuh buat Donghae gak bisa bikin adik gara gara hyukkie XD lagian namanya lucu sih wkwk
    oke, kapanpun dipublishnya love contract bakal aku tunggu eonn
    fighting! ^^9

  142. dazzling ff.. Like it so much admin..

  143. aq suka bgt sm karakter’a hyukie diff ini gentle bgt..lgpl ngliat org yg qta cnta bhgia lbh pntg dbnding egois bwt jddin milik qta tp gak bkin bhagia #curcol..wkwkwk
    ditunggu jg iaa lanjutan LC n IH tp klo blh jujur aq lbh penasaran sm lnjutan IH nih saeng..hehe^^

  144. Wahh FF nya bnr” keren rasanya pas waktu baca ngaduk” perasaan dari deg2an, sedih, seneng smua. Smpet ngira jga sh endingnya gaeul bkl sma hyukjae tpi untungnya gaa. gaeul tetep sma hae. Yeee

  145. squelny daebak.gaeul dilahirkn untk lee donghae.ff yg MLBFSG d pubhlish d ff indo y

  146. Unnie aku kirain itu donghaenya kena penyakit trus pergi keluar negri buat berobat (sinetron banget imajinasku) hahaha
    eh ternyata bukan :D
    semua karya unnie daebak!!
    konsepnya kuat jd aku bacanya ga bingung ini maskud certanya gimana..
    Keep writting lah pokonya buat unnie ^^b

  147. akhrny kluar jg sequel ny
    critany daebak bgt . .
    kren bgt, ak ska bgt . .

  148. aahh sekian lama nggak buka blog ini akhirnya muncul juga artikel baru hahaha
    daebak banget deh~
    aku suka ama penggambaran situasinya walau masalah gaeulnya ditinggal ama donghae itu bikin gemes abis.
    hahaha keep writing yaaa^^

  149. hiks, kasian hyukkie kan kalo gini
    paling suka bagian donghae yang ngerengek-rengek
    kalo misalnya mau bikin sequel lagi, ceritain yang banyak soal anaknya ya, onn
    pengen tau lebih lanjut donghae vs hyukkie kecil

  150. Verry verry kereeeenn,,
    Eonni pnya akun twitter ga? Mnta dong uname.y!!
    Salam kenal, reader baru :)

  151. Feel nya bener-bener berasa banget.Aku penasaran bagaimana eon bisa buat kalimat yang begitu bagus banget,pendeskripsiannya itu bener-bener jelb banget eon.
    Tapi ngomong2 itu kasihan Hyukjae-nya T.T sama aku aja.
    Tetep nunggu karyamu eon.
    Soal karyamu yang di copas,aku gak mau koar2 juga,aku hargain peringatan eon tadi.Tetep semangat ♡

  152. Ya ampun~ kren bngt thor~ mengurz aer mta~hug hug

  153. wah baru baca tadi sampe part 2 ternyata udah ada sequelnya !! keren !! kasian ya gaeul.. smape gagal nikah 3x xD akhirnya sm donghae oppa juga.. kasian eunhyuk oppa.. T^T DAEBAAKK !!!! keep writing author

  154. aku baca dari sjff langsung terjun nyari blogmu kesini. dan… huwaaa berhasil bikin aku mewek di tengah malam yang sunyi #plak. suka bangettt ceritanyaaa naik turunin emosi . salam kenal ya. dina 18 y.o
    kayaknya bakal sering main kesini :D
    btw aku juga sukaaaa banget inuyasha.

  155. ffnya keren ><

    buat ff yang cast nya ryeowook dong xD

    kkkk~ fighting !!!! '-')9

  156. Kayanya aku bakal terus ngunjungin blog ini coz ff nya seru banget ^^

  157. ancungin jempol lagi buat eonie.
    ffnya jauh dri dugaan aku, penuh misteri. Kirain gaeul ama donghae udh happy. Eh, nggak taunya msih ada problem.
    Tapi, probelmnya asik loh.
    Ngomong” nggak tega juga sma eunhyuk oppa. Selalu aja dia yg berkorban. Hehehe.

    Eonie semangat yahh. Smoga imaginary husbandnya cepat kelar. Dan love contractnya bisa selesai. Amin :) hwaiting oenie :D

  158. suka bangen endingnya,.feelnya dpt bgt
    padahal awal awal aku nangis,eh mndekati ending bikin senyum senyum gaje,haha…authornya pinter banget mempermainkan(?) perasaanku nih,..suka suka suka ^^

  159. kerennnn chingu… aku kira… balaln sad ending…ternyata happy ending…keren…keren… dari awal aku ikutin jalan ceritanya emang keren ampe endingnya

  160. ceritanya keren bgt..
    cho gaeul emang diciptakan untuk lee donghae..
    sequel lg dong ttg hyukjae..
    pengen tau dy dapet cewek jepang g..
    hehehe

  161. hwaa keren eon !!!
    bner2 ngakak pas d bagian ending.a :D
    Keep writing ^^

  162. hwaa keren eon !!!
    bner2 ngakak pas d bagian ending.a :D
    Keep writing eon ^^
    Fighting !!

  163. wah sequelnya keren bgt,,akhirnya bersatu, kasian donghae oppa.

  164. Huaaaaaa akhirnya kelar bacanya dari jam 10 tadi kkkk
    itu kenapa hyuk harus di gituin ama dongee doh~ ga kuat ini
    keren eon,
    hehehehe konfliknya jg lumayan
    cuma gk dijelasin apa alesan hyuk ninggalin dongee itu aja
    selebihnya daebak

  165. DEMI APA???? AQ KETINGGALAN SEKUEL NYA KYAAAAAAAAAAAAAAAA >< *JAMBAK RAMBUT DONGE*
    padahal aq follow wp ini, tapi karna beberapa bulan ini aq selalu buka wp lewat hape jadi kadang suka ada yg keselip..
    sedih baru baca setelah berminggu2 ff ini publish T____T
    untung tiba2 kangen buat maen kesini :D

    sumpah ini ff gk beda sama ff induknya nyeseeeeeeeeeekkkkk..
    dan aq nangis sodara2 T_____T
    inget rasa sakitnya Gaeul pas ditinggal nikah sama Donghwa + dicuekin Donghae di ff awal…
    dan ini?? another Lee muncul sebagai pihak ketiga…
    *untung Lee yg laen gk muncul juga hihi*

    ceritanya bagus chingu, seperti biasa bikin galauuuu abis hehe ^^v
    btw ditunggu Love Contract nya :D

  166. (>̯┌┐<) bener2 deh kasian idup si gael disini.
    2x ditinggal, 2x di hadapin sama situasi yg sama..

    Daebak.. Bisa2nya bkin cerita begitu..^^

    Berharap deh lanjutan crtnya pas bagian kekanakan lee dong hae..LoL

    Keep writing^^

  167. gk bisa komentar ap2 gi…
    ff mu memang DAEBAK deh…

  168. Kyaaaa~ ff nya daebak! keren! Mian, baru komen, eon. Reader baru soalnya :D

  169. Annyeong ,,,,,
    aku reader baru.. #gak nanya
    wahh ,,, bikin hidung tersumbat gara2 nangis, cerita yg mengharukan *lap ingus,, takdir benar2 mempermainkan hidup..
    sequelnya baguuusss deehhhh,,
    kok di akhir menuju ending donghae nya jadi manja gitu ,,,,
    gak mau ngalah sama anak sendiri ,,
    hehehehehe…..
    mian nya unnie author, komen aku gak jelas banget, tapi hnya itu yang bisa aku ucapkan.
    dan satu lagi buat unnie author sabar ya ,,,,,
    ,,
    Gumawo :)

  170. Gyahahahahaaa… Donghae donghae, jealous kok sama anak sndri xD
    Asik asikk, enyuk jadi.a buat Na^^ hihii
    seru banget eon. Cerita.a gx kebanting kok sm ff induknya. Semua.a pas banget! Maaf ya Na komen.a sxan dsni. Soalnya Na baca.a ngebut. Hhee
    pas baca di ff sblm.a sumpah nyesek banget. Begitu jahat.a taktid mempermainkan hidup Gaeul. Tapi tapi tapi..akhir.a luluh jg sm donghae. Huh, pko.a pol nyeseknya!
    tp di sni lebih mendingan. Nyesek.a gk bgtu kerasa banget feelnya. Pko.a baguslah! n_n
    ditunggu ff menarik lain.a darimu, eon^^
    eniweys,, saengil chukae vo ma lovely terihyuki. Makin tuir makin kece! HAHA

  171. seneng bgt akhirnya bisa baca seQUeL nih..
    sungguh perjuangan cinta yg mengharukan.. HaeGa ga akan ngebosenin..*ciyus dehh*

    hoooaaaa…. Lee Donghae.. knp bisa jadi kekanakan githu stLah jadi ayah…??? ga maLu pa sama anak koe.. Ckckck
    GaeuL~a… knp donghaemu ituh bisa menggemaskan seperti itu sihhh!!!!!!! *@ahhhhhhhhhh… to tweetttttt*

    Daebakkkkkkkk^^

  172. hanya dua kata buat ff ini JEONGMAL DAEBAKNIKA!!
    Sumpah awal2ny nyesek bgt. Tapi di akhir bikin senyum2..
    G nyesel mampir di wp ini ^_^

  173. Annyeong thor aku reader baru disini. Aku tau blog pertama dari blog super junior fanfiction 2010. Pas lagi baca love contract aku jadi ngevisit blog author yang ini deh hehehehe. Aku suka banget sama ff2 yang author bikin semuanya seru2 banget. ^^
    Byw cerita ini sedih banget awal2nya sampe bikin aku nangis tapi syukurlah akhirnya happy ending. Baca cerita ini jadi inget sama lagunya eunhae – I wanna love u. Lagu itu juga soalnya tentang hyuk sama hae yang berantem ngerebutin cewe wkwkwkwk.
    Ok good luck ya buat author ^^

  174. Seruuu bikin gregetan campur deh pokoknya tapi bagus cerita nya,ditunggu ff seru lain nya.
    Dan ikut sakit pas blm tau karna apa hae ninggalin gaeul ternyta hae lebih sakit…haaa tragis bgt hae.

  175. Seruuu bikin gregetan campur deh pokoknya tapi bagus cerita nya,ditunggu ff seru lain nya.
    Dan ikut sakit pas blm tau karna apa hae ninggalin gaeul ternyta hae lebih sakit…haaa tragis bgt hae.dan hae jg tega hyuk suruh jd pendamping nya wkwk eunhae the best disini

  176. Lee hyuk jae lagi lee hyuk jae lagi *plak..
    Eonni sebener.a suka ma hyuk jae yah bukan ma donghae hahah…
    Oppss lupa eon pernah bilang dia gc suka donghae tapi cinta donghae *geleng” kepala..
    Aisshh.. Eonni kapan bikin hyuk jae tertawa riang bersama gaeul..?? Kasian pasti dia menahan persaan dan jadi korban wkwk..
    Eonni mana tissu..?? Aku nyesek baca.a… 2 kali mau nikah gagal.. 3 kali gagal.. Dan ke 4 kali berhasil hahha itu cewe waaaw bgt noh!.. Tapi memang line haega emang selalu lurus walaupun banyak rintangan keke *prok prok prok..
    Eon kuliah sastra tah?? Setiap penyambungan kalimat.a sangat menarik apa lagi saat menggit bibir bawah, menyeka air mata hufft itu kya nyata di rasakan amat sakit….
    Yah walaupun 3 orang ini yang sering merasakan sakit.. Gaeul, donghae, hyuk jae.. Setiap narasi cerita.a menimbulkan sensasi dada sesak.. Toh tetep az donghae bakal tersenyum sedangkan hyuk jae tersenyum menahan derita hahah.. Hyuk jae is mine bukan buat gaeul keke..

    HaeGaZONE

  177. wahhh…..greget aku bacanya
    keren eon~

  178. semuanya pas! pemilihan katanya, ceritanya… feelnya juga dapat. diawali dengan rasa kecewa dan sakit hati tetapi berakhir dengan bahagia. aaaa bagian akhir sedikit ehem ya. ah hyukie kecil, jangan menganggu orangtuamu, sayang. kkk~ terus berkarya ya eonni ^^ aku menunggu tulisanmu yang selanjutnya :D

  179. ga nyangka bgd itu crta sblm seq trnyata salam perpisahan donge,, shock pas bc awal part ini..bingung jg knp haega bisa pisah??
    tetep aja, eonni mempermainkan emosiku..hhh
    sempet ga terima gt wkt tau mrka pisah krna ikan itu tb2 ngilang
    tp akhirnya dy kmbli lg dan nikah sm gaeul
    hdp gaeul kasian amat, gagal nikah 2 kali eh 3 kali malah tp d pernikahan ke 4 itulah pernikahannya yg trakhr..

  180. Akhirnya happy endng. Thanks eonni
    Walaupun epsd sblumnya buat aku sesak tpi ada srkuelnya asyik bnget, ada rasa sefih n sesak jga awal critanya liatdonghae prgie,

    tpi skrang berahir bahagia.
    Ada eaegi hyukie lgi. Mntap eonnie. Gomawo …..

  181. Aihhh smpat deg”an pas gaeul mau nikah sama hyukjae, kiraiin endingnya bakalan sama eunhyuk, trnyata ttep sama donghae..
    Neomu neomu choaa.. :D

  182. eonni aq reader lma dsni, cman aq bru nongol buat ksih komenanya. hhe, slam knal ya !!

    smua FF d blog ini, jlan crita ‘n tkohnya daebak smua. aq ska, favorit sma couple HaeGa..
    aq ska krakter hae yg dngin tpi diam” pnuh prhatian, dan karakter gaeul yg blak”an tpi jaim” gtu .. he *curhat, wew @@ cntohnya kyak yg d ff fight, love and revange..

    emh, sgitu dlu aja deh. ini sdikit prkenalan dri aq ..
    eonni, trus brkarya ya. aq tnggu ff slanjutnya, apalagi trusannya love contrac d nantiii bnget..

  183. yahhhhhhh
    akhirnya slsai jga bcaya
    bnar2 daebak unnie..

    unnie bnar2 hbt bsa dpat insprasi sbnyak nie
    dan feelingnya bnar2 nyesek bgt..

    unnie dah co2k jdi novel nie ff.. :D

  184. awalnya ngga nyangka kalo donghae tega ninggalin gaeul
    trus malahan gaeul sama hyukjae, pabo. aku maunya emang gaeul sama donghae aja… x_x
    haega kerennn

  185. Apakah terlambat untukku berkomentar ??? Akhhhh kereeeeeeennn >_______<

  186. kereeeeeeeennnnnn …

    arrrrggghhh kenapa hyukjae manis sekali disini ><

    aku suka sama alur ceritanya …
    feelnya ngena bgt …
    kata2nya juga aku seneng,, enak(?) bgt dibacanya ..

    yg paling favorite yg adegan di kamar itu pas mereka udah nikah
    seneng bgt bayangin hae sama anaknya .. kekeke

  187. Iya ampun hyukjae dirimu terlihat keren banget disini, jangan sedih iya *peluk erat hyukjae*
    lee donghae bner2 kaya bocah banget deh pas cemburu sm anaknya sendiri, sampe mertuanya ikutan bengong gara2 kelakuannya si Hae..
    Suka sama sequelnya, makasih iya authornya udah bikinin seqeul yg keren kaya gini..
    Hwaiting ^ ^

  188. eonni aq reader lma dsni, cman aq bru nongol buat ksih komenanya. hhe, slam knal ya !!

    smua FF d blog ini, jlan crita ‘n tkohnya daebak smua. aq ska, favorit sma couple HaeGa..
    aq ska krakter hae yg dngin tpi diam” pnuh prhatian, dan karakter gaeul yg blak”an tpi jaim” gtu .. he *curhat, wew @@ cntohnya kyak yg d ff fight, love and revange..
    emh, sgitu dlu aja deh. ini sdikit prkenalan dri aq ..
    eonni, trus brkarya ya. aq tnggu ff slanjutnya, apalagi trusannya love contrac d nantiii bnget..

  189. ini ceritanya sumpah keren banget!
    aku udah baca yg pertama,tp g komen,baru yg kedua ini aku komen

    huwaaaa…kesian bgt si Gaeul nya,tp akhirnya tetep oke \^^/

  190. wwwwoooow………
    daebakk !!

    nyesek, seneng, lucu, pengen nangis jd satuuuu dahhh ..

    itu akhir’x bza nikah jga, si hyukjae udah dpet pnggnti belum ?? klo belum, gw bersedia jd istri’x bang monyet :)

  191. un, maaf blognya aku pasang di blogroll blog ku, kl unnie tidak berkenan unnie bisa mention aku di @alifasyp

  192. Dae dae dae dae daebakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    sepertinya rohku meninggalkan ragaku

  193. Seruuu, emosinya campur aduk, kena banget, daebakkk

  194. Eonni aku new reader disini, Kang Soo Hee imnida *bow*
    Baguuuuus banget eon :’) aku sampe menitikkan airmata lho eon :”)
    Daebak thor \(^^)/ terus berkarya yaa thor :D

  195. eonn, kenapa FF mu bagus buagus? iri deh u,u

  196. Ya ampun nyesek banget liat dua sahabat berantem begitu T.T
    Hyukjaenya baik banget,rela nglepasin gaeul demi sahabatnya huwa #cipokkyu xD

    Aigo~ anaknya ngegemesin wkwk mengganggu appa dan eommamu saja nak, jadi gagal kan membuat adik kecil untukmu wkwk

  197. Uwaaaa kerennn.. Aku suka cerita menjelang endingnya wkwk daebbak eon :D

  198. slesai juga,, setelah hampir satu jam baca’a…
    ga nyangka bakalan ada konflik spt itu, kirain sequel’a cm ttg kehidupan kluarg Haega yg bahagia..
    ternyata lika liku mereka utk bahagia begitu rumit,,,
    tp bener2 kerenn cerita’a,,,
    Hwaiting!!! teruslah berkarya,,,,,

  199. FF Keren ni! author, anda adalah salah satu author FF Favorit saya :D
    suka banget sama tulisan authornya, karena kalimatnya berat. dapet banget feel-nya..
    sukses terus ya? pengen dong diajarin bikin FF sama Author hehe
    Aku jatuh cinta sama Donghae gara-gara cerita Author yang Love Contract di Wattpad.. Donghae dan Gauel my favo couple..
    oh iya, Love Contract ditunggu di wattpad dan blog ya? walau LC lama banget di upload, tapi tetep seneng.. karena sekali upload panjang bangeeeeeeet ^^
    Kamsa Hamnida, Author :)
    ({})

  200. setelah 1tahun akhirnya berkunjung lagi kerumahmu !!!! author kyaaaaaa >..< over all dae to the bak thor !! *poppo author* ^

  201. setelah 1tahun akhirnya berkunjung lagi kerumahmu !!!! author kyaaaaaa >..< over all dae to the bak thor !! *poppo author* ^^

  202. sumpah kaget.. kaget kenapa takdir dengan seenaknya mainin kehidupan gaeul sampe parah gitu? itu gak kbayang gmana rasanya jadi gaeul,kalo aku mungkin udah mati pake gaya ‘standing’ kali yah wkwk
    pokoknya acungin jempol buat ide nya yg segila ini deh eon.. daebakk~

  203. aku bru sadar kalo ada sekuel.a, dari awal aku udah ga tega bca pas disni bwa2 hyukjae *ga sanggup liat donge ama hyukjae brtem wkwk, tpi ttp aku bca… aku sempet nangis…. tpi nth knpa kya.a feel.a krng dpt gtu eon??? ._.v

  204. krn jaringan signal ngajak ribut susah bgt buat komen, cerita sblmny aq komen cm gx tau deh msk ap gx.
    dan semoga kli ini komen q terpampang. :-)
    dan hai ud lm bgt aq gx berkunjung kesini.
    sebenerny hidup gaeul itu termasuk beruntung lho. 3 kali di sukain sm pria bermarga lee, tiga2ny cinta bgt sm dia sampe diajak nikah wlupun yg 2 gagal. trs antara pria yg satu sm yg laen gx butuh waktu lm dpt penggantiny. cm jarak satu tahun, gx terlalu lm.kkkkk
    cerita cinta tragis yg berujung manis. (ngomong ap si gue o_O)

  205. kereeeen dan selalu keren …

  206. onnie ff.a sukka deh..
    Bikin ak jdi ngbayangin kalo aku yg disitu..
    Gomawo onnie buat ff daebak,a..
    Emang ff klian tuh cetar2..(kyuna-haega)
    Btw onnie kan salah satu author yg ngposting ff di kyuna territory?
    Trus gaeul ini kan yg ada di ff 2060?
    Oh iya onn ak bsa mnta jdul film inuyasha yg jdi inspirasi onnie ngga nihh? Hehe..
    Sekali lgi, gomawo onnie, moga makin llanggeng haega.a..#bow

  207. Wow, makin seru deh ronni.
    Please, sequel lagi dong eonni.
    Kepp writing oke

  208. Wah keren banget thor/? Sumpah speechless ngebacanya =))

  209. kirain q gaeul mw m yesung eh pas baca `senyum gusi` q lgsung inget hyuk. . .hhehe
    »hyukjae kau baik skli. . .trmksih tlah mmberikan gaeul bwt donghae, . .
    sedih. .ngakak. .romantis. . akh smua.a ada
    *smua ff.mu bgus onnie . ..

  210. annyeong, aku readers baru d’blognya eonni.
    Huaaaaa,… suka bnget baca ff ini. hhah konflik’na itu lho yg bkin greget, slalu pnasaran akan sperti apa nntinya. tpi bersyukur akhir’na happy ending :)
    ah iya slam knal untuk eonni …….

  211. Big W.O.W !!!!
    Emosi ku terkuras bnget bca ff ini :D udh ngerasa berat wktu Hyukjae ngotot mau nikahi Gaeul, tpi dgn mudahny jg melepas Gaeul…it’s totally daebak :D

  212. anyong kak.. kak udh tau aku kn ~pd bgt~ he..
    tinggalin jejak dlu sblum bca ff daebak!.. kke~

  213. Sumpah keren banget. Aku suka jalan ceritanya. Awal yang begitu menyesakkan, ntah berapa liter air mataku yang keluar. Aigoo!!!!!!
    Ntah apa yang terjadi padaku seandainya aku yang berada di posisi Gaeul. Mungkin lebih buruk dari Gaeul.
    2 th bukanlah waktu yang singkat. Tersiksa selama itu, meskipun muncul laki laki lain yang baik tapi itu tetap saja sulit. Karena hati dan fikiran hanya tertuju pda pria laen.

    Aku paling suka scene pas Gaeul dan hyukjae berada di apartement donghae. Minta dicariin gadis pengganti gaeul yang lebih cantik dari gaeul. Perasaan hyukjae waktu berkata seperti itu pasti sakit. Dia mencoba menghibur diri dengan mengucapkan hal itu.

    Lee Donghae berterima kasihlah pada Lee Hyukjae. Jika saja dia bersikap egois belum tentu Gaeul akan bersama mu lagi.
    Konflik yang mengesankan.
    Pokoknya aku suka seluruhnya.
    Keren author!!!!!!!!!

  214. Sempet kaget,kq gaeul mesti ngalamin peristiwa yg sama.walaupun belum ampe nikah&sayang’nya pas dia dah nyoba bt move on.donghae muncul lagi =.=”

  215. Daebak…………keren……….

  216. Ya ampyuuun,…… kirain gak ada sequelnya. Yang pertama bikin aku nangis.. yang kedua ini sama ajah, bikin termewek-mewek….Kasihan Hyuk Jae. Padahal, tadinya aku pikir,udah sama Hyuk Jae aja, cintanya lebih tulus…ahay…..pikiranku…
    Ternyata lebih kasihan mbak Gaeul.
    Keren banget dah…. Sukses n bikin ff yang bagus terus… Pairingnya kapan-kapan suamiku ya…Eeteuk oppa n Kangin oppa….

  217. OMOOO eonnie-yaa… Speechless sumpah daebak banget! Badai deh cetar! -_-
    sampe nangis kejer liat perjuangan cast di ff ini huaaa

    daebak bgt deh eon sumpah aja (y) tetap berkarya ya eon ;-)

  218. haii chingu aku mo tanya kamu share ff ini di tempat lain ga?!! soal’a aku nemu ff kamu ada di sini http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/09/28/she-was-born-for-me/

  219. Ya Tuhan… Aku tdk mengerti imajinasinya author yg mampu mengobrak-abrik emosiku. Tp sungguh, I like this, Thor :)

  220. Hwoaaaa!!!!!!!!
    Eonnie aku ketinggalan ceritamu, hwee T.T
    Tau gak eon, aku itu udah 1thn terakhir ini keluar masuk blokmu nunggu up date-an ff mu yg ngangenin ini.
    #ih cubit hyukkie
    Aku jatuh cinta pada tiap epepmu eon karna baca FLR+squel, Love kontrac yg bikin aku galau sampe sekarang, trus yg ini dan aku baru nemu hari ini eon hari iniii~ padahal postny uda beberapa bulan yg lama.. Hehehe dan masih banyak ff.m lagi, maklum eon sekarang brosingny cuma pake hp, karna lepi d.sita Kyuhyun.
    Eonnnnniiiiiie,
    Efef.mu emang daebag d^^b, buat org yg baca gak kedip, tegang, geregetan, ketawa2 sendiri dan banyaklah pokokny.
    favorit dah kalo nemu kata “BRAKKK””PLAKKK”
    Eon saranghae
    #popo donghae
    #d.getok eonnie
    #ngadu k.kyuhyun
    Eon keep writting n faighting ne.
    See u..
    #lambai2 sambil gandeng tangan jongwoon

  221. Uwaaa . . .bc ff ini bnr2 ikutan nyesek!
    Authorny jempolan bgt bs bkin emosi readers ikut dipermainkan!
    Daebaakk!!

    “Berhentilah jd pria bodoh,Lee Donghae!Krn jd tampan saja tdk cukup kalo kau tdk pny otak”

    hahahaha,aq ngakak bca yg itu!
    Uhh . . .speechless,ga tau mzti komen ap lg!*plak*

    Buat authornya,jgn brhnti brkarya y chingu?mskpn aq bkn writer,pzt rasanya nyesek bgt kalo karyanya d plagiat!
    Aq rasa mrk hny org2 yg iri krn tdk bs bkin karya yg lbh baik!

  222. annyeong eoni. pertama aku mau minta maaf dulu karna baru sempet coment di sequel yg ini. mianhae~
    tapi dari awal aku baca FF induknya aku udh penasaran bgt gimana alur cerita sampai kebelakangnya. ceritanya panjang, tapi tidak membosankan. Realistis tapi penuh perjuangan:D
    biasanya utk kebanyakan ff itu, sequelnya pasti isinya tentang pengembangan dari ending yg bahagia utk ff induknya. tapi utk sequel ini beda bgt. konflik baru muncul lagi bahkan lebih menguras emosi (jujur, aku sampai nangis pas bagian Gaeul pergi ke apartemen Donghae itu:’))
    ide ceritanya benar” menarik bgt, konfliknya sering kita temuin dikebanyakan cerita, tapi utk cerita yg eoni buat ini, feelnya bener” dapet bgt:D

    aku tunggu karya eoni selanjutnya:)
    God Bless.

  223. mana lanjutannya lagi????????

  224. sumpah nih ff kren bngt thor..ak reader baru n bru nmuin nih ff

  225. sumpehhhh menguras emosi, aku nggak nyangka kalo sequel-nya bakal bikin napas cekat cekit :D #lebay over all daebak ^^

  226. Huahaha donghae manja bgt gk mau kalah ama anaknya XD
    kisah cinta gaeul penuh liku2 nih,,tapi suka sama ending nya,nice ^^

  227. Huaa ya ampun bagus bgt hihi,, emang donghae ya gk bisa ngilangin sifat manjanya

  228. daebakkkkk
    halo thor aku pembaca baru di blog ini :)

  229. Selalu suka semua ff haega nya Dean unnie. Dan ff ini itu favorit ku bgt.. Udah berkali2 baca tetep ga bosen . Bikin ff haega lagi dong unnie !!!;_;

  230. Ckckck…bacanya bikin sayatan hati deh,,,,dunia sempit sekali…bahkan begitu kebetulan dan kebetulan yang menyakitkan…yang ga aku ngrti disini memang ketidakjujuran si pria…bahkan betul kata appa gaeul…kenapa 2pria kakak adik lee pengecut semua…aku suka karakter hyukie oppa…harusnya dijepang sequelnya diceritakan yah…ahhh…kasian sekali…hanya pria ini yang gentle dan kuat…

  231. Seharian ini baca ff mu ^^ hihi aku suka bingit dengan jalan ceritanya (itu karena aku baru baca 2 ff ini xD)

    sempet shocked (lagi) waktu hae ninggalin gaeul

    dan lucunya waktu gaeul ngomongin soal undangan^^

    Ditunggu thor cerita lainnya^^

  232. Panjang sekaliiii, tapi memuaskan^^

  233. aku udh betapa kali baca tetep ga bosen”…. huahhhhhhhh good..

  234. Daebak!
    hanya satu kata itu yg ada didalem fikiran aku pas baca ff ini ..
    bener2 gag bisa berkata2 deh thorrr …
    pokoknya cerita ff ini keren , bahasanya juga rapi jadi enak bacanya …
    dan yg lebih bikin daebak lagi adalah hasilnya happy end dengan mereka punya bocah laki-laki …. hehehehe
    sabar aja thoorrr sama yg suka plagiat, ntar juga dia dapet balesan yg setimpal …
    Semangat authorrr !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.438 pengikut lainnya.